artikel-15.png

Assembling rekam medis merupakan salah satu prosedur dalam unit rekam medis yang terdiri dari penyusunan berkas rekam medis dari keadaan darurat, rawat jalan, hingga rawat inap berdasarkan kronologi penyakit pasien. Selain itu, metode ini juga harus menilai kelengkapan data penyakit pasien serta kebenaran pencatatannya. Kedua faktor ini akan digunakan untuk mengatur penggunaan nomor rekam medis, proses pendistribusian, dan penggunaan formulir rekam medis.

Proses assembeling mempunyai tujuan penting dalam penyediaan dan pemeliharaan rekam medis, khususnya:

  • penyiapan formulir rekam medis
  • pengisian data rekam medis oleh peneliti
  • pengendalian penggunaan nomor dan formulir rekam medis
  • pengendalian ketidaklengkapan rekam medis. catatan.

 

Sebelum melakukan pelestarian rekam medis, prosedur assembling penting dilakukan untuk mempelajari dan mengumpulkannya. Hal ini dilakukan untuk menjamin ketersediaan data sosial pasien, temuan pemeriksaan fisik yang sesuai dengan penyakitnya, pengobatan dan layanan yang diterima, serta catatan vaksinasi.


artikel-10.png

Setiap orang harus menyimpan obat dengan hati-hati agar dapat segera digunakan bila diperlukan. Untuk memulainya, kita harus memahami bahwa penyimpanan adalah suatu kegiatan yang dapat menjamin mutu dan keamanan Sediaan Farmasi, Alat Kesehatan, dan Bahan Kesehatan Habis Pakai sesuai dengan persyaratan kestabilan dan keamanan, sanitasi, cahaya, kelembaban, ventilasi, dan sediaan farmasi. klasifikasi.

Tips Penyimpanan Obat Rumahan:

  • Tidak melepas etiket pada wadah obat karena tercantum nama , cara penggunaan dan informasi penting lainnya.
  • Perhatikan dan ikuti aturan penyimpanan pada kemasan
  • Letakan obat jatuh dari jangkawan anak – anak
  • Simpan obat dalam kemasan asli dan wadah tertutup rapat
  • Tidak menyimpan obat didalam mobil jangka lama karena suhu tidak stabil dalam mobil dapat merusak obat
  • Perhatikan tanda – nada kerusakan obat dalam penyimpanan misalkan perubahan warna, bau, penggumpalan
  • Periksa secara rutin tanggal kadaluarsa dan kondisi obat
  • Kunci lemari penyimpanan obat

artikel-6.png

Konstipasi atau sembelit merupakan gangguan pencernaan yang sering terjadi pada anak. Hal ini ditandai dengan ketidakmampuan melakukan evakuasi tinja secara sempurna yang dilihat dari frekuensi buang air besar kurang dari tiga kali seminggu. Selain itu anak akan tampak mengedan atau berusaha keras untuk mengeluarkan tinja, tinjanya keras kering dan terkadang tinjanya sangat besar sampai bisa menyumbat toilet, perut kembung karena tinja menumpuk di dalam usus.

Faktor Risiko

Sebagian penyebab sembelit pada anak memang tidak dapat diketahui secara pasti. Faktor risiko yang berperan pada terjadinya sembelit diantaranya :

  • Riwayat trauma sebelumnya saat berhajat
  • Kurangnya asupan serat akan membuat feses yang dihasilkan oleh saluran pencernaan menjadi lebih keras sehingga sulit dikeluarkan oleh tubuh
  • Alergi susu sapi juga bisa menyebabkan sembelit
  • Baru memulai mengonsumsi makanan padat juga menjadi penyebab anak sembelit
  • Kurangnya minum air putih
  • Kurangnya olah raga atau jarang sekali bergerak membuat peredaran darah di saluran cerna tidak lancar yang akan membuat kontraksi pada usus tidak maksimal
  • Efek samping obat-obat tertentu
  • Memiliki masalah kesehatan tertentu

Pencegahan

Sembelit atau konstipasi pada anak dapat dicegah melalui beberapa cara, Antara lain :

  • Konsumsi serat disarankan untuk mencegah sembelit pada anak
  • Minum air putih yang cukup
  • Sembelit pada bayi yang baru mengonsumsi makanan padat cenderung normal
  • Melakukan aktifitas fisik
  • Pijatan lembut pada bagian perut anak searah jarum jam

artikel-55.png

Jika dinding pemisah antara kedua lubang hidung miring atau bengkok, kondisi ini disebut dengan deviasi septum. Masalah ini bisa terjadi akibat kelainan bawaan atau cedera hidung. Septum yang menyimpang dapat menyebabkan hidung tersumbat dan sinusitis berulang pada kasus yang ekstrim. Septum hidung merupakan tulang rawan yang memisahkan lubang hidung kiri dan kanan. Penghalang tulang ini ditutupi lapisan lendir (mukosa) yang padat dengan pembuluh darah. Septum hidung biasanya memisahkan kedua lubang hidung secara merata. Namun, pada kasus septum yang menyimpang, tulang pemisah ini tidak membelah kedua lubang secara merata sehingga menyebabkan salah satu lubang menjadi lebih kecil.

Deviasi septum dapat disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu :

  • Kelainan bawaan

Jika dinding pemisah antara kedua lubang hidung miring atau bengkok, kondisi ini disebut dengan deviasi septum. Masalah ini bisa terjadi akibat kelainan bawaan atau cedera hidung.

  • Cedera pada hidung

Septum yang menyimpang dapat menyebabkan hidung tersumbat dan sinusitis berulang pada kasus yang ekstrim. Septum hidung merupakan tulang rawan yang memisahkan lubang hidung kiri dan kanan. Penghalang tulang ini ditutupi lapisan lendir (mukosa) yang padat dengan pembuluh darah. Septum hidung biasanya memisahkan kedua lubang hidung secara merata. Namun, pada kasus septum yang menyimpang, tulang pemisah ini tidak membelah kedua lubang secara merata sehingga menyebabkan salah satu lubang menjadi lebih kecil.

Gejala

Deviasi septum yang ringan jarang menimbulkan gejala sehingga penderitanya biasanya tidak menyadarinya. Sebaliknya, septum yang sangat menyimpang dapat menyumbat salah satu lubang hidung dan menghalangi aliran udara melalui hidung tersebut. Berikut ini adalah beberapa tanda-tanda deviasi septum lainnya:

  • Kemacetan di hidung
  • Mimisan yang sering terjadi
  • Sakit kepala atau rasa tidak nyaman pada wajah
  • Sulit bernapas melalui hidung.
  • Mendengkur saat tidur
  • Sulit untuk tidur.
  • Pilek dan sinusitis secara teratur

Penanganan

Metode pengobatan deviasi septum tergantung pada tingkat keparahan kondisi. Berikut ini adalah beberapa metode yang dapat dilakukan :

  • Mengkonsumsi obat

Pada deviasi septum ringan, dokter dapat memberikan beberapa obat-obatan untuk meredakan gejala yang muncul.

  • Melakukan operasi

Pada deviasi septum ringan, dokter dapat memberikan beberapa obat-obatan untuk meredakan gejala yang muncul.


artikel-39.png

Penyebab gagap belum diketahui dengan pasti, tetapi sejumlah penelitian menunjukkan bahwa gagap terkait dengan empat faktor berikut ini :

  • Faktor Genetik

Gen yang spesifik menyebabkan gagap sebenarnya belum diketahui. Meski begitu, data menunjukkan bahwa hampir 60% penderita gagap juga memiliki anggota keluarga yang gagap.

  • Pertumbuhan atau Perkembangan Anak

Gagap umumnya terjadi pada anak-anak berusia di bawah 5 tahun. Hal ini terjadi karena belum sempurnanya kemampuan berbahasa atau berbicara pada anak, sehingga tergolong wajar.

  • Neurogenik

Gagap dapat dipengaruhi oleh gangguan pada otak, saraf, dan otot yang terlibat dalam kemampuan berbicara. Kondisi ini bisa disebabkan oleh kecelakaan, bisa juga akibat penyakit, seperti : stroke, cedera otak traumatis, atau penyakit Alzheimer.

  • Trauma Emosional (Psikogenik)

Meski jarang terjadi, gagap juga dapat terkait dengan trauma emosional. Kondisi ini biasanya terjadi pada orang dewasa yang mengalami stres berat, atau penyakit kejiwaan tertentu.


artikel-35.png

Tinggal di negara tropis membuat kamu terkena sinar matahari hampir sepanjang tahun. Bahkan pada periode tertentu, kondisi ini bisa menyebabkan berbagai macam keluhan, salah satunya sakit kepala dan pusing. Merasa sakit kepala saat cuaca panas tentu bisa mengganggu aktivitas.

Penyebab sakit kepala saat cuaca panas cukup beragam, di antaranya :

  • Paparan Suhu Panas
  • Dehidrasi
  • Sinar matahari yang menyilaukan

Supaya tidak mengalami sakit kepala ketika cuaca panas, lakukan beberapa tindakan berikut :

  • Hindari atau Batasi Paparan Sinar Matahari
  • Bawa Botol Air Saat Bepergian
  • Gunakan Proteksi Kepala
  • Lakukan Olahraga di Dalam Ruangan
  • Mengkonsumsi Obat Sakit Kepala

artikel-30.png

Pola asuh helikopter mengacu pada gaya pengasuhan di mana orang tua terus membayangi anak dengan berusaha mengontrol, memantau, dan ikut campur dalam kehidupan anak. Dengan kata lain, pola asuh helikopter adalah gaya pengasuhan hiperprotektif di mana orang tua terus-menerus berusaha untuk aktif dalam banyak aspek kehidupan anak-anaknya. Pola asuh seperti ini umumnya didasari oleh rasa cemas dan takut yang berlebihan dari orang tua terhadap bayinya yang baru lahir.

Wajar jika orang tua ingin melindungi anaknya dari segala bahaya, namun jika mentalitas ini digunakan secara berlebihan, bisa menimbulkan masalah. Oleh karena itu, pendekatan pola asuh seperti helikopter parenting tidak dianjurkan karena dapat memberikan pengaruh terhadap tumbuh kembang anak baik jangka pendek maupun jangka panjang, sehingga menyebabkan tumbuh kembang anak dengan ciri-ciri seperti :

  • Punya masalah emosional
  • Lebih mudah merasa frustrasi
  • Selalu menuntut keinginannya terpenuhi
  • Kurang berempati
  • Kurang bisa bersikap sosial
  • Lebih berisiko mengonsumsi obat resep dokter dan menyalahgunakan obat-obatan terlarang
  • Kurang percaya diri
  • Kurang mampu mengelola penyebab stres dalam hidup
  • Tingkat kecemasan dan depresi lebih tinggi

 

Penting bagi orang tua untuk secara berkala merenungkan dan menganalisis pendekatan pengasuhan yang telah mereka gunakan terhadap anak-anak mereka agar tidak terjebak dalam pola pengasuhan helikopter. Berikut beberapa hal yang sebaiknya Anda lakukan sebelum terlambat, antara lain :

  • Biasakan menyelesaikan masalah sendiri sejak kecil
  • Membiarkan anak berusaha sendiri dulu
  • Ajarkan dan biarkan anak melakukan pekrjaan yang bisa ia kerjakan

artikel-24.png

Hifema adalah kondisi berkumpulnya darah di dalam bilik mata depan (ruang antara kornea dan iris). Darah dapat menutupi sebagian besar atau seluruh iris dan pupil, sehingga menghalangi penglihatan kita sebagian atau bahkan seluruhnya. Hifema adalah kondisi yang biasanya terasa menyakitkan. Jika tidak diobati, kondisi ini dapat menyebabkan masalah penglihatan permanen. Biasanya penyebab hifema adalah trauma pada mata dan disertai dengan peningkatan tekanan intraokular (tekanan di dalam mata). Namun, kondisi ini juga dapat muncul tanpa peringatan pada anak-anak yang memiliki kondisi medis lain seperti anemia sel sabit atau hemofilia.

Gejala dan tanda hifema tergantung pada tingkat keparahannya. Beberapa keluhan yang mungkin muncul adalah :

  • Darah di mata
  • Tekanan pada bola mata meningkat
  • Mata sensitif terhadap cahaya (fotofobia)
  • Penglihatan kabur atau terhalang
  • Mata terasa sakit

Berdasarkan penyebabnya, hifema dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu :

  • Traumatic hyphema

Traumatic hyphema disebabkan oleh cedera pada mata. Kondisi ini terjadi ketika mata mengalami benturan, misalnya akibat olahraga atau perkelahian. Cedera juga dapat terjadi akibat terjatuh atau kecelakaan.

  • Spontaneous hyphema

Spontaneous hyphema adalah hifema yang terjadi akibat kondisi medis, seperti :

    • Pembentukan pembuluh darah abnormal akibat retinopati diabetik  atau iskemia
    • Kanker mata melanoma
    • Tumor mata
    • Leukimia
    • Peradangan di lapisan tengah mata (uveitis)
    • Gangguan pembekuan darah, seperti hemofilia dan penyakit Von Willebrand
    • Infeksi mata akibat virus herpes
    • Komplikasi pascaoperasi mata, seperti iris tergores saat implan lensa
    • Riwayat operasi mata
    • Kelainan darah, seperti thalasemia
    • Anemia sel sabit

artikel-5.png

Halitosis atau bau mulut adalah kondisi bau atau odor yang tidak disukai sewaktu terhembus udara, tanpa melihat apakah substansi odor berasal dari oral ataupun berasal dari non-oral. Kondisi mulut yang memicu terjadi bau mulut ialah kurangnya aliran saliva, meningkatnya bakteri gram negatif Anaerob, meningkatnya jumlah protein makanan, pH rongga mulut yang lebih bersifat alkali / basa dan meningkatnya jumlah sel-sel mati dan sel epitel Nekrotik didalam mulut. Halitosis / bau mulut yang tidak sedap yang dapat disebabkan karena adanya Volatile Sulfur Compounds (VSCs).

Penyebab halitosis antara lain :

  • Makanan atau Minuman
  • Kebersihan Mulut yang Tidak Terjaga
  • Pola Makan
  • Infeksi pada Mulut
  • Mulut Kering
  • Kebiasaan Merokok dan Mengonsumsi Minuman Beralkohol
  • Kondisi Kesehatan
  • Obat-obatan
  • Kehamilan

Gejala halitosis antara lain :

  • Sering merasa tidak enak dalam mulut
  • Orang lain berkomentar tentang bau nafas, kemudian menawarkan sejenis permen atau obat penyedap bau napas
  • Tanpa sadar, penderita halitosis sering menggunakan produk penghilang bau mulut, penyegar napas atau semacamnya
  • Orang lain tidak mau berdekatan saat berbicara
  • Penderita halitosis merasakan mulut kering atau air liur lebih kental daripada biasanya

 

 


artikel-1.png

Demensia adalah sindrom akibat penyakit otak yang didapat. Hal Ini ditandai dengan penurunan progresif dalam ingatan dan area kognitif lainnya yang cukup parah, mengganggu kehidupan sehari-hari dan fungsi mandiri. penurunan yang signifikan dari tingkat kinerja sebelumnya dalam satu atau lebih area kognitif, termasuk perhatian yang kompleks, fungsi eksekutif, pembelajaran dan memori, bahasa, motorik perseptual, atau kognisi sosial. defisit kognitif mengganggu kemandirian dalam aktivitas sehari-hari.

Gejala Demensia

Gejala kognitif dan perilaku demensia dibedakan dari kondisi sementara atau dapat diobati, diantaranya :

  • Delirium keadaan kebingungan akut yang terkait dengan gangguan kognitif sementara, tetapi dapat dibalik.
  • Penurunan memori terkait usia
  • Kondisi lain yang memiliki gejala tidak konsisten atau bersifat sementara dan/atau dapat diobati, seperti, infeksi (infeksi saluran kemih, meningitis, sifilis), toksisitas (akibat obat, paparan logam beracun), kekurangan vitamin B-12, gangguan metabolisme, disfungsi hormona, pseudodementia karena gangguan kejiwaan

Tidak setiap orang dengan demensia akan mengalami semua gejala, dan gejala dapat bervariasi tergantung pada penyebab neurologis yang mendasarinya dan perbedaan individu. Gejala terbagi menjadi empat, yaitu :

  • Kemampuan Atensi/Perhatian

Mudah terganggu, Kesulitan fokus, Penurunan kecepatan pemrosesan informasi, pemikiran/pemrosesan membutuhkan waktu lebih lama dari biasanya

  • Kemampuan Memori

Defisit memori episodic, Defisit memori jangka pendek/kerja, cepat melupakan informasi yang baru dilihat atau didengar, Kesulitan mengingat nama keluarga dan teman, Kesulitan memperoleh dan mengingat informasi baru

  • Kemampuan Persepsi

Kesulitan menyelesaikan aktivitas yang sebelumnya dikenal atau bernavigasi di lingkungan yang akrab, Tidak mampu mengenali orang yang dikenal, objek umum, suara, dan sebagainya, Tidak mampu untuk menemukan objek dalam pandangan langsung, terlepas dari ketajaman visual, Kesulitan visuo-perseptual lainnya

  • Kemampuan Bahasa

Bahasa berulang/perseverative, Kesulitan menemukan kata ditandai dengan latensi yang panjang, paraphasias, dan substitusi kata, Kesalahan tata Bahasa, Penggunaan jargon dan kehilangan ucapan yang bermakna, Gangguan kemampuan untuk menyusun bahasa tertulis yang bermakna, Kesulitan mengikuti dan mempertahankan percakapan, Defisit pemahaman Bahasa, Kesulitan mengikuti perintah bertahan


Copyright by Markbro 2025. All rights reserved.