artikel-2024-07-15T094929.803.png

Di seluruh dunia, hipertensi adalah penyakit tidak menular yang merupakan penyebab utama kematian prematur. Saat ini, diperkirakan bahwa sekitar 22% orang di seluruh dunia menderita hipertensi. Kurang dari 25% orang yang terkena mengendalikan tekanan darah mereka secara aktif. Di seluruh dunia, Afrika memiliki tingkat prevalensi hipertensi tertinggi, dengan 27% dari populasi. Asia Tenggara menempati posisi ketiga, dengan sekitar 25% dari populasi. Mengonsumsi garam yang berlebihan adalah salah satu penyebab tingginya tingkat hipertensi di Indonesia, dengan rata-rata 6,3 gram garam per hari.

Data ini tidak menghitung garam tambahan yang ditambahkan ke makanan jajanan seperti bakso, soto, mie goreng, dan makanan lainnya, serta garam yang digunakan dalam produksi industri. Selain itu, konsumsi makanan jajanan dan produk industri yang mengandung garam telah meningkat dalam sepuluh tahun terakhir. Cara orang mengonsumsi garam berbeda di setiap wilayah Indonesia, tetapi umumnya di luar Pulau Jawa, orang Batak sering kali mengalami hipertensi karena konsumsi garam yang tinggi dalam makanan sehari-hari mereka. Mereka banyak mengonsumsi garam.

Hipertensi dapat disebabkan oleh konsumsi garam atau makanan yang mengandung banyak natrium. Asupan natrium yang berlebihan dapat menyebabkan pembuluh darah menyerap lebih banyak natrium, yang meningkatkan volume darah dan meningkatkan tekanan darah. Asupan natrium yang berlebihan juga dapat menyebabkan hormon natriouretik meningkat, yang tidak langsung meningkatkan tekanan darah. Orang mungkin lebih suka makan makanan yang banyak garam. Risiko ini dapat meningkat dan mendorong munculnya penyakit tidak menular.

 

Hipertensi pada Lansia

Hipertensi secara signifikan lebih umum pada kelompok usia 60-64 tahun, terutama pada wanita lanjut usia. Karena perempuan memasuki masa menopause setelah usia 45 tahun, mereka juga memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami hipertensi. Kesehatan kardiovaskular dapat terpengaruh oleh penurunan elastisitas pembuluh darah karena penurunan produksi estrogen selama menopause. Beberapa faktor, termasuk kurangnya aktivitas fisik, stres, sejarah keluarga, kebiasaan merokok, konsumsi makanan berlemak hewani yang tinggi, kurangnya serat, dan asupan natrium yang tinggi, dapat menyebabkan tekanan darah tinggi.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa riwayat keluarga, jenis kelamin, usia, dan pola konsumsi natrium tinggi adalah beberapa penyebab hipertensi. Tekanan darah seseorang meningkat secara bertahap atau tiba-tiba di atas nilai normal 140 mmHg dikenal sebagai hipertensi. Kondisi ini umumnya terjadi pada orang dewasa, tetapi lebih sering terjadi pada orang tua karena pembuluh darah arteri mereka menjadi lebih kaku atau kurang elastis. Akibatnya, pembuluh darah tidak berfungsi dengan baik, menyebabkan tekanan darah meningkat.

Tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol dapat menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah, ginjal, jantung, sirkulasi, dan bahkan mengancam jiwa. Kelebihan lemak, kebiasaan merokok, obesitas, dan kurangnya aktivitas fisik adalah faktor risiko utama hipertensi. Tekanan darah memainkan peran penting dalam peredaran darah tubuh manusia. Keseimbangan fisiologis tubuh dapat dipengaruhi oleh perubahan naik atau turunnya tekanan darah.

Tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol dapat menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah, ginjal, jantung, sirkulasi, dan bahkan mengancam jiwa. Kelebihan lemak, kebiasaan merokok, obesitas, dan kurangnya aktivitas fisik adalah faktor risiko utama hipertensi. Tekanan darah memainkan peran penting dalam peredaran darah tubuh manusia. Keseimbangan fisiologis tubuh dapat dipengaruhi oleh perubahan naik atau turunnya tekanan darah.

 

Sumber: Kemenkes


artikel-2024-07-13T110613.015.png

Aktivitas fisik sangat bermanfaat bagi orang yang mengalami kanker. Mereka tidak hanya hidup lebih baik, tetapi olahraga juga membantu mereka sembuh. Melakukan aktivitas fisik secara teratur dapat meningkatkan stamina dan kebugaran secara keseluruhan serta mengurangi risiko kekambuhan. Apakah seseorang yang menderita kanker harus berhenti melakukan hal-hal tertentu? Meskipun membatasi aktivitas disarankan, beristirahat terlalu lama di tempat tidur dapat berdampak buruk pada pasien. Studi terbaru menunjukkan bahwa olahraga, misalnya, tidak hanya dapat mencegah kanker pada orang yang sehat, tetapi juga dapat membantu pengobatan dan meningkatkan kualitas hidup pasien kanker.

Kemoterapi adalah pengobatan utama kanker. Pada pasien kanker, pengobatan ini berdampak besar secara fisik dan psikologis. Kondisi medis pasien yang tidak memenuhi syarat untuk menerima kemoterapi sering membuat jadwal terapi yang telah direncanakan tertunda. Kelelahan adalah masalah umum bagi pasien kemoterapi, yang dapat berdampak negatif pada berbagai aspek kehidupan mereka, seperti aktivitas fisik, kesehatan psikologis, interaksi sosial, dan stabilitas ekonomi.

 

Manfaat Berolahraga untuk Pasien Kanker

Banyak orang yang menderita kanker menghadapi masalah fisik dan psikososial selama dan setelah pengobatan, seperti kelelahan, risiko tinggi mengalami kesedihan, dan penurunan aktivitas dan fungsi fisik. Kesehatan pasien dan kualitas hidup mereka dapat sangat terpengaruh oleh dampak jangka panjang dari masalah ini. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa aktivitas fisik dapat menurunkan risiko kematian akibat kanker setelah diagnosis, dan penelitian sebelumnya juga menunjukkan bahwa aktivitas fisik membantu kualitas hidup pasien kanker, mengurangi kelelahan dan distress, dan dapat meningkatkan kesempatan bertahan hidup bagi pasien kanker.

 

Mekanisme Latihan Fisik terhadap Kanker

Olahraga dan berbagai gerakan tubuh lainnya yang membutuhkan energi adalah contoh aktivitas fisik. Aktivitas ini sangat penting untuk kesehatan tubuh karena dapat meningkatkan kualitas hidup pasien kanker dan membantu mencegah kanker. Penyakit yang dikenal sebagai kanker dicirikan oleh pertumbuhan sel yang tidak terkendali dan kemampuan sel-sel ini untuk menyerang jaringan biologis lainnya, baik secara lokal (invasi) maupun menyebar ke bagian tubuh lainnya (metastasis). Penelitian, terutama pada pasien kanker payudara, telah menjelaskan beberapa teori tentang mekanisme aktivitas fisik terhadap kanker.

  • Menurut teori hormonal, estrogen, yang berfungsi sebagai penyebab kanker payudara, meningkatkan pertumbuhan sel-sel epitel payudara. Ini berarti bahwa wanita yang tidak aktif secara fisik memiliki risiko kanker payudara yang lebih tinggi jika mereka memiliki kadar estrogen yang lebih tinggi. Namun, aktivitas fisik dengan intensitas sedang hingga tinggi selama usia reproduksi dapat menurunkan kadar estrogen, sehingga juga menurunkan risiko kanker payudara, bahkan pada wanita menopause. Aktivitas fisik juga dapat menurunkan kadar estron, estradiol, dan androgen, yang merupakan prekursor estrogen.
  • Teori Imunitas mencatat bahwa latihan fisik teratur dan terprogram dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Sistem kekebalan yang kuat dapat meningkatkan jumlah dan fungsi sel Natural Killer, yang berperan penting dalam menekan pertumbuhan tumor. Dengan mengenali dan menghilangkan sel-sel abnormal, sistem kekebalan bisa secara efektif mengurangi risiko kanker.
  • Teori Inflamasi menunjukkan bahwa faktor inflamasi yang lebih tinggi, seperti C-reactive Protein (CRP), interleukin 6 (IL6), dan tumor necrosis factor (TNF), dan faktor anti-inflamasi yang lebih rendah, seperti adiponektin, dapat meningkatkan risiko kanker payudara. Indeks massa tubuh (BMI) yang tinggi, persentase lemak tubuh yang tinggi, dan lingkar pinggang yang besar sering dikaitkan dengan tingkat adiponektin yang rendah. Jumlah adiponektin meningkat saat berolahraga, yang dapat membantu mengurangi risiko kanker payudara.

Akibatnya, aktivitas fisik membantu mengurangi risiko kanker payudara melalui regulasi hormonal, meningkatkan sistem kekebalan, dan mengurangi peradangan dalam tubuh.

 

Sumber: Kemenkes


artikel-2024-07-12T141809.121.png

Untuk memenuhi kebutuhan gizi dasar manusia, kegiatan makan adalah bagian penting dari kehidupan sehari-hari. Pola perilaku yang konsisten dihasilkan dari kebiasaan ini. Dengan kemajuan teknologi dan cara masyarakat berpikir lebih cepat, segala sesuatu menjadi lebih cepat. Fast food sering dipilih oleh remaja karena penyajiannya yang cepat, hemat waktu, dapat dinikmati kapan saja dan di mana saja, harganya terjangkau, dan sesuai dengan selera remaja. Bagi generasi milenial dan anak muda, fast food juga dianggap sebagai makanan bergengsi dan gaya hidup. Jenis makanan instan mulai dari camilan hingga hidangan utama.

Makanan instan semakin populer di kalangan remaja karena jumlah kalori dan energi yang lebih tinggi. Remaja dapat mengonsumsi terlalu banyak energi, lemak, dan gula jika mereka mengonsumsi makanan instan. Makanan instan juga biasanya kurang serat dan tinggi sodium. Akibatnya, semakin banyak makanan instan yang dimakan oleh remaja, semakin besar kemungkinan mereka mengalami obesitas. Lebih dari 1,9 miliar orang dewasa di atas usia 18 tahun mengalami kelebihan berat badan, 600 juta di antaranya mengalami obesitas. Ini adalah sekitar 13% dari populasi dewasa, dengan prevalensi 11% pada pria dan 15% pada wanita.

Makanan siap saji adalah pilihan praktis dan cepat untuk menggantikan makanan rumahan, tetapi seringkali mengandung bahan tambahan seperti pengawet, penyedap, dan pemanis. Penggunaan berlebihan bahan tambahan ini dapat menyebabkan masalah kesehatan serius seperti keracunan, kerusakan pada syaraf, ginjal, hati, dan bahkan cacat bawaan. Remaja yang terlalu banyak mengonsumsi makanan siap saji tetapi tidak berolahraga cukup berisiko terkena diabetes, hipertensi, penyakit jantung koroner, stroke, kanker, dan gangguan lemak darah. Karena makanan ini sering mengandung lemak yang dapat mengakumulasi dalam tubuh, konsumsi berlebihan juga dapat menyebabkan obesitas.

Bahaya ini tidak hanya berdampak pada kesehatan seseorang, tetapi juga berdampak pada lingkungan karena industri makanan siap saji menghasilkan lebih banyak limbah. Pengetahuan, pengaruh teman sebaya, kepraktisan, rasa yang enak, harga yang terjangkau, dan ketersediaan uang tunai adalah beberapa faktor yang mempengaruhi perilaku konsumsi makanan siap saji pada remaja. Pilihan makanan seseorang juga dipengaruhi oleh pengetahuan mereka tentang nutrisi, karena memahami nutrisi akan membantu mereka memilih makanan yang memiliki zat gizi yang dibutuhkan tubuh untuk berfungsi dengan baik.

 

Faktor-faktor yang dapat memengaruhi bagaimana seseorang mengonsumsi makanan cepat saji

  • Pengetahuan
    Pengetahuan yang dimiliki oleh seorang remaja, termasuk pengetahuan tentang gizi, dapat memengaruhi perilaku mereka. Akses terhadap informasi, seperti perpustakaan sekolah, laboratorium komputer, dan ruang multimedia, seringkali dikaitkan dengan pengetahuan gizi remaja ini. Kurang pengetahuan tentang nutrisi dan kecenderungan untuk mengonsumsi makanan yang kurang bergizi dapat menyebabkan remaja kekurangan asupan gizi.
  • Pengaruh Rekan
    Kebiasaan makan makanan cepat saji sangat dipengaruhi oleh peran teman sebaya. Remaja cenderung mendapatkan dukungan dari teman sebayanya untuk makan makanan ini, meskipun mereka sudah menyadari bahaya yang mungkin terjadi jika mereka melakukannya terlalu sering.
  • Remaja sering berkumpul di restoran cepat saji
    Mereka menemukan bahwa restoran ini adalah tempat yang bagus untuk bertemu dengan teman-teman, baik untuk melakukan tugas sekolah maupun sekadar berkumpul. Faktor utama yang menarik bagi mereka adalah suasana yang santai dan nyaman, desain interior yang menarik, dan ketersediaan wifi gratis. Hal ini menyebabkan remaja lebih sering pergi ke restoran cepat saji dan makan di sana.
  • Rasa makanan
    Remaja yang sering makan makanan cepat saji percaya bahwa itu enak, mudah didapat, dan dapat meningkatkan nafsu makan mereka. Karena tingginya kandungan minyak, gula, dan garam dalam makanan cepat saji, orang percaya bahwa mereka memiliki rasa yang sedap. Remaja menjadi kecanduan rasa gurih makanan cepat saji karena bahan tambahan seperti MSG, sodium, gula, lemak, dan lainnya.
  • Waktu terbatas
    Memiliki waktu yang terbatas membuat mahasiswa sangat membutuhkan makanan cepat saji. Akibatnya, mereka lebih suka memasak makanan instan yang praktis daripada mematuhi pedoman gizi yang seimbang. Ketika orang tua sibuk dengan pekerjaan dan tidak punya waktu untuk memasak, mereka sering mengandalkan makanan cepat saji. Orang tua bahkan sering mengajak anak-anak mereka makan di restoran sambil menghabiskan waktu bersama keluarga.
  • Harga makanan
    Remaja sering mengunjungi restoran cepat saji karena harganya yang terjangkau dan porsi yang besar. Selain itu, restoran cepat saji sering menawarkan paket hemat dan diskon besar, yang meningkatkan minat remaja untuk makan di sana.

 

Sumber: Kemenkes


artikel-2024-07-11T152706.730.png

Seperti namanya, kanker usus besar adalah kondisi medis yang ditandai dengan pertumbuhan sel kanker yang tidak terkendali pada organ usus besar. Usus besar adalah bagian penting dari sistem pencernaan, yang bertanggung jawab untuk memproses makanan dan minuman yang dimakan.

Karena lokasi kanker yang dapat ditemukan di kedua kolon (dikenal sebagai kanker kolon) dan rektum (dikenal sebagai kanker rektum), istilah medis untuk kanker ini adalah kanker kolorektal. Kolon, bagian paling panjang dari usus besar, dan rektum, bagian paling akhir, bertanggung jawab untuk menyimpan kotoran sebelum dikeluarkan dari tubuh.

 

Kenapa Kanker Usus Besar Bisa Terjadi

Terbentuknya tumor jinak atau polip biasanya merupakan awal pertumbuhan kanker usus besar. Paparan sinar radiasi, merokok, dan konsumsi berlebihan alkohol adalah faktor pemicu kanker yang dapat menyebabkan tumor jinak. Tumor jinak ini dapat berkembang menjadi kanker usus besar jika tidak ditangani segera.

 

Siapa yang Berisiko Terpapar Kanker Usus Besar

Walaupun kanker tidak pasti ada, beberapa orang dengan risiko tinggi mengalami kanker usus besar adalah:

  • Riwayat polip usus sebelumnya
  • Riwayat diabetes
  • Riwayat radang usus
  • Riwayat keluarga yang didiagnosis dengan kanker usus besar
  • Usia di atas 50 tahun
  • Kegemukan
  • Perokok
  • Sering mengonsumsi daging merah dan daging olahan, seperti sosis, kornet, dan daging kalengan, mengonsumsi makanan dan minuman dengan gula tambahan, mengonsumsi makanan dan minuman tinggi lemak, seperti gorengan, dan mengonsumsi alkohol dalam jumlah besar
  • Kekurangan konsumsi serat, seperti sayuran dan buah-buahan

 

Gejala Kanker Usus Besar

Banyak kanker usus besar tidak menunjukkan gejala di tahap awal. Tumor jinak di usus akan berkembang dan merusak jaringan sekitar dengan waktu. Perdarahan dari anus adalah keluhan. Darah dapat merah muda atau gelap. Gejala lain kanker usus besar termasuk:

  • Berdarah di dalam anus
  • BAB yang tidak lancar
  • Feces kecil seperti kotoran kambing
  • Seringkali, perut kram, nyeri, kembung, atau tidak nyaman.
  • Penurunan berat badan yang tidak diketahui
  • Perubahan dalam nafsu makan
  • Merasa lelah setiap saat

 

Pengobatan Kanker Usus Besar

Penanganan kanker usus besar dipengaruhi oleh lokasi kanker, ukuran, tingkat keparahan, dan kondisi pasien. Dokter biasanya akan menawarkan berbagai tindakan berikut yang dievaluasi sesuai dengan kondisi pasien.

  • Operasi
    Pembedahan atau operasi adalah pilihan utama untuk pengobatan kanker usus besar karena mengangkat sel kanker. Selain untuk pengobatan, pembedahan juga diperlukan untuk menegakkan diagnosis.
  • Radioterapi, kemoterapi, atau vaksinasi
    Jika pembedahan tidak dapat dilakukan, pengobatan alternatif seperti kemoterapi, imunoterapi, dan radioterapi dapat menjadi pilihan pengobatan. Salah satu dari tiga metode pengobatan ini melibatkan penyuntikan obat ke dalam tubuh untuk membantu mengecilkan ukuran kanker dan membunuh sel-sel kanker.
  • Ablasi
    Untuk tumor kecil yang sudah menyebar ke organ lain, tindakan ini menggunakan energi panas gelombang radio untuk membunuh sel kanker.
  • Embolisasi
    Dengan menyuntikkan zat penghalang ke pembuluh darah di sekitar sel kanker, teknik ini bertujuan untuk mencegah suplai darah ke sel kanker.

 

Pencegahan kanker Usus Besar

Mengubah gaya hidup adalah cara terbaik untuk mencegah kanker usus besar. Selain mengurangi porsi daging olahan, daging merah, dan makanan berlemak, sangat penting untuk mulai mengonsumsi makanan kaya serat secara teratur. Menjaga berat badan adalah penting bagi orang yang obesitas. Orang-orang yang memiliki riwayat kanker usus besar juga harus melakukan deteksi dini, seperti melakukan pemeriksaan kolonoskopi pemeriksaan bagian dalam usus dengan alat yang mirip dengan teropong yang dimasukkan melalui anus.

 

Sumber: Kemenkes


artikel-2024-07-09T141627.120.png

Di dunia, glaukoma adalah penyebab utama kebutaan permanen yang berhubungan dengan penurunan kualitas hidup. Angka kejadian glaukoma pada usia 40-80 tahun diperkirakan akan meningkat dari 76 juta pada tahun 2020 ke 111 juta pada tahun 2040, atau 47.1 persen dari total.Peningkatan ini dimulai di Asia dan Afrika. Pada dekade-dekade berikutnya, prevalensi glaukoma diperkirakan akan terus meningkat. Glaukoma, yang merupakan masalah kesehatan yang harus diperhatikan, dan perlu dideteksi dan diobati untuk mencegah kebutaan. Mengidentifikasi glaukoma pada stadium awal sangat penting untuk mencegah penyakit tersebut berkembang.

Di Indonesia, glaukoma masih memprihatinkan karena sebagian besar penderita baru mencari perawatan hanya ketika kondisi menjadi lebih parah. Menurut Laporan “Situasi Glaukoma di Indonesia” yang dirilis pada tahun 2019, jumlah penderita glaukoma di Indonesia adalah 0,46 persen, atau empat hingga lima orang per 1.000 penduduk. Angka kunjungan glaukoma di bagian rawat jalan rumah sakit di Indonesia meningkat dari 65.774 pada tahun 2015 menjadi 427.091 pada tahun 2017. Menurut data pasien RSUP Dr. Cipto Mangunkusumo di Jakarta dari tahun 2005 hingga 2006, sebesar 13,5?26% orang dengan glaukoma primer sudut terbuka dan 26% orang dengan glaukoma primer sudut tertutup.

Glaukoma adalah kondisi mata di mana tekanan bola mata yang tinggi menyebabkan kerusakan pada saraf mata, yang merupakan struktur penting dalam penglihatan. Namun, tidak semua penderita glaukoma mengalami tekanan bola mata yang tinggi. Akibatnya, glaukoma dapat sangat memengaruhi kualitas hidup mereka.

Semua orang dapat menderita glaukoma, tetapi beberapa orang memiliki risiko lebih tinggi. Ini termasuk orang berusia lebih dari 40 tahun, memiliki keluarga yang menderita glaukoma, menggunakan kacamata minus atau plus tinggi, mengalami tekanan darah tinggi, cedera pada mata, penderita kencing manis, dan mengonsumsi obat anti-radang jangka panjang dalam bentuk tetes, hirup, atau obat minum.

Glaukoma disebut “pencuri penglihatan” karena banyak penderita tidak memiliki gejala sama sekali atau gejalanya sangat ringan. Gejala dan tanda yang dapat muncul termasuk mata pegal, buram, nyeri, merah, lapang pandang menyempit, dan pelangi yang terlihat di sekitar cahaya. Saat terjadi serangan akut, yaitu peningkatan tekanan bola mata yang tiba-tiba, orang dapat mengalami pusing, sakit kepala, mual, dan muntah, yang terkadang dapat didiagnosa sebagai penyakit lain seperti maag.

Sebagian besar penderita glaukoma di Indonesia tidak terdeteksi, sehingga baru didiagnosa ketika kondisi mereka menjadi lebih parah, bahkan ketika mereka sudah kehilangan penglihatan. Meskipun glaukoma tidak dapat disembuhkan, ada cara untuk mengontrol dan mencegah kabut. Langkah terbaik untuk mencegah glaukoma adalah deteksi dini. Untuk melakukan deteksi dini, faktor resiko yang dimiliki setiap individu dapat diidentifikasi dan diketahui. Pada orang yang berusia di atas empat puluh tahun, skrining atau deteksi dini pada glaukoma dapat dilakukan setiap dua hingga empat tahun sekali, dan pada individu yang memiliki faktor resiko dapat dilakukan satu tahun sekali. Pemeriksaan ketajaman penglihatan, pemeriksaan tekanan bola mata dengan tonometer, pemeriksaan saraf mata, pemeriksaan lapang pandang (perimetri), pemeriksaan sudut bilik mata depan (gonioskopi), dan pemeriksaan ketebalan kornea (pakimetri) adalah semua metode yang digunakan dalam skrining glaukoma.

Glaukoma, salah satu penyakit tersering yang menyebabkan kebutaan, dapat dicegah dengan pengobatan yang tepat dan sedini mungkin. Oleh karena itu, deteksi dini dan skrining sangat penting untuk dilakukan, terutama pada individu dengan faktor resiko glaukoma. Sayangi mata Anda, lakukan pemeriksaan mata secara berkala, dan gunakan obat anti glaukoma secara teratur jika Anda didiagnosis menderita glaukoma.

 

Sumber: Kemenkes


artikel-2024-07-08T143401.230.png

1000 hari pertama kehidupan (HPK) dimulai sejak janin tumbuh di dalam kandungan hingga dua tahun pertama kehidupan, yang merupakan periode penting untuk membangun fondasi kesehatan anak jangka panjang. Selama periode pertumbuhan pesat ini, gangguan dapat menyebabkan obesitas, diabetes tipe 2, hipertensi, penyakit jantung, dan kanker. Oleh karena itu, nutrisi yang tepat diperlukan selama periode 1000 HPK, dan ASI adalah nutrisi awal terbaik bagi anak.

Seperti yang diketahui, jumlah orang yang menderita stunting di Indonesia adalah sekitar 21,5%. Oleh karena itu, untuk menangani stunting di Indonesia, diperlukan pendekatan yang teliti dan tepat. Selain itu, pemerintah melalui BKKBN (Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional) saat ini berkonsentrasi pada pengurangan stunting pada 1000 hari pertama kehidupan. Oleh karena itu, meningkatkan masa kehamilan dan menyusui merupakan bagian penting dari pengendalian stunting di Indonesia.

Selama kehamilan, tubuh ibu mengalami perubahan fisiologis, termasuk detak jantung dan curah jantung yang lebih tinggi, peningkatan cairan tubuh, peningkatan laju pernapasan untuk memenuhi kebutuhan oksigen janin, peningkatan kadar hormon yang menyebabkan mual, muntah, kembung, dan peningkatan kebutuhan kalori dan nutrisi. Selain itu, kapasitas kandung kemih ibu berkurang, yang menyebabkan lebih sering buang air kecil, payudara mengencang, membesar, dan berkembang.

Pemeriksaan antenatal adalah pemeriksaan kehamilan yang dilakukan untuk melacak kemajuan proses kehamilan untuk memastikan kesehatan ibu dan perkembangan janin. Ini juga membantu ibu menghadapi masa persalinan, nifas, persiapan untuk pemberian ASI secara eksklusif, dan kembalinya kesehatan alat reproduksi dengan waktu yang tepat. Periksaan antenatal dilakukan setidaknya enam kali, yaitu dua kali selama trimester pertama, satu kali selama trimester kedua, dan tiga kali selama trimester ketiga.

Pemeriksaan antenatal yang dilakukan termasuk pengukuran indeks massa tubuh, tekanan darah, lingkar lengan atas, dan tinggi fundus uteri selama kehamilan yang lebih dari 12 minggu. Selain itu, pemeriksaan status imunisasi tetanus dan pemberian imunisasi jika diperlukan, pemeriksaan presentasi janin dan denyut jantung janin, pemberian tablet tambah darah setiap hari selama kehamilan, pemeriksaan laboratorium dan USG, dan konseling sesuai usi.

Tanda kehamilan yang sehat untuk ibu dan janin adalah peningkatan berat badan yang lebih besar dari normal dan tanda-tanda kehamilan lainnya, seperti payudara membesar, nyeri, areola menghitam, kelelahan, perubahan preferensi makan, muntah, peningkatan asam lambung, dan sembelit. Pada janin, yaitu janin berkembang secara konsisten sesuai usia kehamilan, gerakan janin dapat dirasa dan dihitung secara manual mulai trimester kedua sepuluh kali per hari, denyut jantung janin normal, posisi janin semakin mendekati jalan lahir, dan jumlah air ketuban yang cukup.

Untuk mencegah malnutrisi dan gagal tumbuh pada anak, ibu hamil dan ibu menyusui harus menerima nutrisi yang tepat. Untuk menunjang pertumbuhan janin, ibu hamil membutuhkan zat gizi lebih banyak, dan ibu menyusui juga perlu meningkatkan jumlah dan jenis asupan untuk mencukupi produksi ASI. Penting untuk menjaga nutrisi yang cukup selama kehamilan dan menyusui untuk menghindari risiko malnutrisi dan gagal tumbuh pada anak.

Dengan kebutuhan kalori sebesar 90.000 kkal, ibu hamil hanya perlu mengonsumsi sekitar 300 kalori lebih banyak setiap hari daripada mengonsumsi lebih banyak makanan. Untuk memenuhi kebutuhan makronutrien (protein, lemak, dan karbohidrat) dan mikronutrien (kalsium, zinc, dan zat besi), ibu hamil dan menyusui harus mengonsumsi makanan yang kaya nutrisi.

Dua tahun pertama setelah melahirkan juga sangat penting karena saat ini perkembangan otak bayi paling cepat. Akibatnya, orang tua diharapkan untuk menghindari stunting dengan menjaga jarak kehamilan sehingga mereka dapat berkonsentrasi untuk memantau perkembangan bayi mereka. Oleh karena itu, selama dua tahun ini, kontrasepsi jangka panjang disarankan. Alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR), implan, dan sterilisasi adalah beberapa metode kontrasepsi jangka panjang yang dapat diberikan. AKDR dimasukkan ke dalam rahim dan bertahan selama sepuluh tahun. Implan adalah alat kontrasepsi hormonal yang dimasukkan ke dalam jaringan lengan bawah kulit. Sterilisasi, di sisi lain, adalah penempatan cincin di saluran tuba fallopii, yang menghubungkan ovarium dengan rahim.

Bagi sebuah keluarga, seribu hari pertama kehidupan adalah masa yang sangat penting. Oleh karena itu, untuk menghindari stunting anak, ibu harus menjalani pemeriksaan kehamilan secara teratur dan menjaga jarak persalinan.

 

Sumber: Kemenkes


artikel-2024-07-05T105812.299.png

Salah satu penyakit tertua dalam catatan medis adalah gout, juga dikenal sebagai asam urat. Gout adalah penyakit inflamasi rematik yang ditandai oleh hiperurisemia, peningkatan kadar asam urat yang tidak normal yang terkumpul di dalam darah karena gangguan metabolisme purin. Kondisi ini diikuti dengan peradangan sendi (arthritis) yang disebabkan oleh penumpukan kristal monosodium urate (MSU) di persendian, terutama di area jari, lutut, dan ibu jari.

Gout dahulunya banyak ditemukan pada penduduk kelas atas yang dapat mengonsumsi banyak makanan, seperti daging merah dan minuman anggur (wine), sehingga saat ini sering dikaitkan dengan konsumsi makanan tertentu.

Gout paling banyak ditemukan pada laki-laki. Prevalensi gout tertinggi terdapat di Amerika Utara dan Eropa Barat dengan kisaran angka 1%-4% penduduk menderita Gout. Gout berkaitan dengan penyakit kardiovaskular dan gangguan fungsi ginjal. Umumnya gout ditemukan pada penderita Gagal Ginjal Kronis (GGK), hipertensi, Diabetes Mellitus type 2, dislipidemia, penyakit jantung (termasuk penyakit jantung koroner atau PJK, gagal jantung, serta atrial fibrilasi), dan stroke.

Beberapa faktor risiko terjadinya gout, antara lain:

  • Usia: Risiko terkena gout meningkat dengan usia.
  • Komorbid: Gangguan kardiovaskular, diabetes mellitus, hiperlipidemia, hiperurisemia, menopause, dan penurunan fungsi ginjal adalah contoh penyakit penyerta.
  • Jenis kelamin: Pria lebih sering daripada wanita, mungkin karena peran hormon estrogen
  • Riwayat keturunan
  • Obesitas
  • Penggunaan obat: diuretik, cyclosporine, aspirin dosis rendah, dan niacin
  • Kondisi metabolik yang mengganggu setelah operasi atau trauma
  • Osteoarthritis yang belum terdeteksi
  • Makanan yang tidak seimbang termasuk alkohol, daging sapi, kerang, dan minuman manis yang mengandung fruktosa.

 

Medical Nutrition Therapy

Dimulai dengan hiperurisemia tanpa gejala, gejala klinis gout berkembang secara bertahap. Kemudian muncul kristal MSU, gout intermittent, dan akhirnya menjadi gout kronik. Salah satu tujuan dari pengobatan gout adalah untuk mengontrol kadar asam urat dan menghancurkan kristal MSU. Namun, baru-baru ini, peneliti menemukan bahwa meningkatkan asupan gizi dan mengubah gaya hidup juga merupakan terapi yang efektif, karena obesitas adalah penyebab utama perkembangan gout. Diet yang mengandung banyak vitamin, serat, dan asam lemak tak jenuh dapat menurunkan risiko gout. Sebaliknya, pola makan yang mengandung banyak karbohidrat, protein, dan lemak merupakan faktor risiko gout.

Sejak lama, makanan yang mengandung purin tinggi, seperti daging merah, jeroan, seafood, dan kacang-kacangan, dianggap tinggi purin. Selama ini, terapi gizi mengacu pada pemilihan makanan dengan purin rendah. Namun, hal tersebut tidak berdampak signifikan terhadap penurunan kadar asam urat. Saat ini, terapi gizi untuk gout berfokus pada pola makan yang seimbang, membatasi konsumsi gula, dan mengonsumsi lebih banyak makanan yang mengandung serat dan antioksidan, seperti buah dan sayur.

Studi terbaru menunjukkan bahwa mengonsumsi banyak sayur-sayuran, buah-buahan, dan kacang kedelai dapat membantu mengurangi risiko gout. Ini disebabkan oleh mekanisme antiinflamasi yang dimiliki oleh makanan ini. Selain itu, diet DASH, yang berfokus pada mengurangi asupan natrium dan meningkatkan asupan serat, juga terbukti dapat memperpanjang rasa kenyang, mencegah konsumsi gula berlebihan dan menurunkan risiko gout. Makanan yang melindungi gout dari inflamasi juga termasuk produk susu sapi dan turunannya, seperti keju, telur, sayuran, dan kopi tanpa gula.

 

Pemberian Terapi Gizi pada Gout

  • Anjurkan pola makan yang sehat.
  • Penurunan berat badan dapat menurunkan risiko gout pada pasien dengan status gizi lebih baik atau obesitas.
  • Mengurangi asupan makanan yang mengandung banyak gula, seperti minuman dingin, jus buah kemasan, permen, kue manis (seperti wafer atau biskuit lapis kue kering), dan cake.
  • Satu porsi daging merah, daging kemasan (seperti kornet atau sosis) dan kerang harus dikonsumsi setiap minggu. Anda dapat mengganti makanan hewani Anda dengan telur, daging ayam, dan ikan.
  • Per hari, makan dua porsi kacang-kacangan, sayur-sayuran, dan buah yang mengandung protein.
  • Makanan lebih baik dikukus, direbus, atau dipanggang daripada digoreng.
  • Konsumsi susu dan produk olahannya yang rendah lemak
  • Tingkatkan asupan cairan Anda untuk membantu tubuh mengeluarkan asam urat dan mencegah kristal asam urat terbentuk.

 

Sumber: Kemenkes


artikel-2024-07-04T101850.470.png

Gagal jantung terjadi ketika jantung tidak dapat memompa darah ke seluruh tubuh dengan cukup, menyebabkan cairan menumpuk di tungkai dan paru-paru. Selain itu, masalah lain yang dihadapi pasien gagal jantung adalah rehospitalisasi dan rawat inap kembali. Rehospitalisasi ini terutama disebabkan oleh kurangnya pengetahuan tentang gejala, pengobatan, diet, dan perawatan diri.

Pasien dengan gagal jantung dapat memperbaiki kualitas hidup mereka dan menghindari rehospitalisasi. Ada beberapa tindakan kecil yang sangat penting yang dapat mereka lakukan untuk menghindari ini:

  • Percaya pada pengobatan
    Pahami alasan pengobatan, manfaat, dan potensi efek samping. Untuk mendapatkan pengobatan yang baik, pasien tidak hanya harus minum obat mereka secara teratur, tetapi juga harus melakukannya sesuai atauran yang diberikan oleh dokter, perawat, atau farmasi mereka.
  • Diet rendah garam dan cairan
    Mengurangi konsumsi garam dapat membantu membatu dan mengurangi penumpukan cairan. Garam harus dicampur saat diberikan kepada pasien dengan gagal jantung. Batasan harian garam tidak boleh melebihi 5000 mg atau 5 gram, atau setara dengan 1 sendok teh peres. Tujuannya adalah untuk memantau konsumsi natrium. Jumlah cairan yang masuk ke dalam tubuh dan yang keluar dihitung sebagai pembatasan cairan.Tubuh tidak boleh menerima lebih dari 1,5 hingga 2 liter cairan per hari. 70–80?sesuai dengan kebutuhan cairan orang normal. Berat badan adalah dasar untuk menghitung jumlah cairan yang diperlukan. Kebutuhan cairan pasien dewasa adalah 25 cc/kgBB untuk wanita dan 30 cc/kgBB untuk pria.
  • Kontrol berat badan
    Pasien yang mengalami gagal jantung disarankan untuk mengukur berat badan mereka setiap pagi. Ini akan membantu mereka memutuskan apakah mereka dalam kondisi aman atau harus segera berkonsultasi dengan dokter.
  • Melakukan aktivitas dan Latihan
    Menurut uji klinis dan meta-analisis pada penderita gagal jantung (HFrEF), rehabilitasi dapat meningkatkan kapasitas latihan dan kualitas hidup. Pasien harus tetap melakukan aktivitas dan latihan bahkan jika mereka merasa lelah. Aktivitas yang dilakukan disesuaikan dengan gejala yang dialami setiap pasien. Disarankan untuk berbicara dengan tim gagal jantung dan rehabilitasi tentang olahraga yang aman untuk setiap pasien. Anda harus tetap aktif dan berolahraga setiap hari.
  • Pasien memahami wilayah yang terkait dengan gagal jantung
    • Zona Keamanan (Green Zone): sesuai dengan tujuan terapi
      • Nafas seperti biasa, tidak ada perubahan pola nafas, dan nafas tidak tersengak atau tidak teratur.
      • Berat badan tetap stabil. Tidak ada kenaikan berat badan lebih dari dua kilogram dalam satu minggu.
      • Tidak ada nyeri dada
      • Anda masih dapat melakukan aktivitas sehari-hari seperti biasa tanpa kehilangan kemampuan.

Saat berada di zona hijau, pasien menimbang berat badan setiap hari, mengonsumsi obat yang diresepkan, dan menjalani pengawasan rutin.

  • Zona Kuning adalah zona peringatan, di mana Anda harus segera menghubungi konsul atau tim gagal jantung (dokter atau perawat gagal jantung) untuk mendapatkan saran jika gejala Anda terus berlanjut.
    • Lebih sulit untuk bernafas daripada biasanya, atau nafas pendek
    • Tidak lama kemudian, bengkak di punggung kaki, pergelangan kaki, betis, atau perut meningkat.
    • Peningkatan berat badan dua kilogram atau lebih dalam waktu dua hingga tiga hari.
    • Merasa tidak bertenaga dan lelah.
    • Pening atau pusing
    • Mengalami ketidaknyamanan

Saat berada dalam area kuning, konsultasikan kondisi Anda saat ini ke dokter Anda. Ikuti saran ahli gagal jantung tentang penggantian obat yang sesuai dengan perubahan kondisi.

  • Zona peringatan merah: hubungi perawat gagal jantung, dokter, atau UGD segera.
    • Meskipun sudah istirahat, sesak napas yang tak kunjung reda
    • Nyeri dada baru-baru ini dan nyeri di dada
    • Berdebar > 140x/mnt
    • Binggung atau tidak dapat berpikir dengan jelas

 

Sumber: Kemenkes


artikel-2024-07-02T093611.256.png

Neonatus adalah masa transisi antara kehidupan intrauterin dan ekstrauterin. Bayi Berat Badan Lahir Rendah (BBLR), asfiksia, Respiratory Distress Syndrome (RDS), termoregulasi, sistem syaraf, nutrisi, perdarahan intrakranial, enterokolis, dan gangguan metabolisme seperti hipoglikemia yang disebabkan oleh gangguan pengaturan suhu adalah masalah yang paling sering dihadapi oleh neonatus.

Salah satu cara untuk mengurangi angka kematian bayi yang lahir dengan berat badan rendah adalah Metode Perawatan Kanguru (PMK) atau Perawatan Ibu Kanguru (KMC). Perawatan PMK untuk BBLR/lahir prematur melibatkan kontak kulit-ke-kulit antara kulit bayi dan kulit ibu atau ayah. PMK dapat dilakukan di ruang perawatan bayi atau ketika sudah di rumah. Ibu dan ayah bayi, serta anggota keluarga yang terlibat dalam perawatan bayi, juga dapat melakukannya. Anda dapat melakukannya dalam posisi duduk berdiri, berbaring, atau setengah duduk. PMK dilakukan setiap hari selama minimal dua jam dan dilakukan sampai berat badan bayi mencapai 2.500 gram.

 

Manfaat PMK

Manfaat PMK meliputi:

  • Stabilisasi suhu, denyut jantung, dan pernafasan bayi
  • Berat badan bayi meningkat dengan cepat
  • Meningkatkan kemampuan organ tubuh bayi
  • Membantu bayi menyusui
  • Meningkatkan sistem kekebalan bayi
  • Mencegah infeksi
  • Meningkatkan kepercayaan diri ibu dan cintanya terhadap bayi

 

Kategori Orang yang Membutuhkan Metode Kanguru

Metode Kangguru menggunakan kriteria berikut:

  • Bayi yang memiliki BB <2500>
  • Tidak ada penyakit penyerta yang ditemukan.
  • Fokus, koordinasi, dan isap yang baik
  • Perkembangan yang baik di inkubator
  • Kesiapan orang tua

 

Sumber: Kemenkes


artikel.png

Pernahkah Anda atau orang-orang di dekat Anda mengalami patah tulang? Patah tulang adalah ketika tulang tubuh patah atau retak sehingga area yang patah menjadi bengkak dan nyeri. Patah tulang terjadi paling sering karena jatuh atau kecelakaan. Tubuh manusia pada dasarnya memiliki mekanisme penyembuhan diri, jadi ketika tulang patah, tubuh akan berusaha menyembuhkan dirinya sendiri dengan melakukan proses regenerasi untuk membuat tulang baru yang dapat berfungsi dan dibentuk dengan baik.

Peradangan biasanya muncul sebelum patah tulang dalam 72 jam pertama, menyebabkan pembengkakan, kemerahan, dan nyeri pada bagian tubuh yang patah. Proses ossifikasi akan terjadi pada tulang yang patah selama dua hingga enam minggu sebelum terbentuk tulang baru. Namun, penyembuhan tulang yang tidak tepat dapat menyebabkan pertumbuhan tulang yang tidak sempurna, jadi pengobatan dan penanganan yang tepat diperlukan untuk mengurangi risiko komplikasi tulang.

Penyembuhan patah tulang dapat dilakukan baik melalui prosedur pembedahan (operasi) maupun non-operasi. Prosedur non-operasi termasuk pemasangan gips, yang dilakukan setelah tulang yang patah diposisikan oleh dokter. Ini meminimalkan pergerakan bagian tubuh yang patah sehingga tulang yang patah dapat tumbuh dengan sempurna. Selain itu, penyembuhan patah tulang dapat dicapai melalui prosedur operasi, yang dilakukan oleh dokter spesialis orthopedi dengan tujuan memperbaiki dan mempertahankan posisi struktur tulang sehingga dapat berkembang dengan baik. Dokter akan memposisikan tulang dengan menggunakan pensil, kunci, atau implan logam.

Pasien yang mengalami patah tulang dan menjalani tindakan di rumah sakit biasanya mengalami kondisi psikologis yang cukup menantang, termasuk gejala nyeri yang dirasakan pasien itu sendiri, rasa trauma yang mereka alami saat terjatuh dan tulangnya patah, perubahan kondisi yang mengharuskan pasien menjalani prosedur rawat inap dan terpisah dari keluarganya. Pasien dapat mendapatkan pemahaman yang baik tentang penyakit mereka dan prosedur perawatan yang akan mereka jalani. Mereka juga dapat menggunakan biaya atau asuransi (jaminan kesehatan) yang dapat mereka gunakan, dan memiliki sistem keluarga yang terus mendampingi mereka dari awal hingga akhir perawatan mereka.

 

Panduan Menemani Pasien Patah Tulang

Menghabiskan waktu bersama pasien rumah sakit dapat menjadi pengalaman yang luar biasa penuh dengan kekuatan dan kenyamanan. Selain kehadiran fisik, perawatan emosional juga diperlukan. Untuk memastikan pemulihan patah tulang yang optimal, berikut adalah panduan penting yang harus diikuti ketika menemani pasien yang dirawat di rumah sakit:

  • Ekspresi empati dan perhatian, mendengarkan keluh kesah mereka, dan selalu berkomunikasi tentang kebutuhan dan kenyamanan mereka, dan menghormati kekhawatiran dan keinginan pasien juga akan membuat pasien tenang. Mendiskusikan prosedur dan perawatan yang akan diberikan kepada pasien dengan tenaga medis atau perawat.
  • Pada umumnya, pasien yang mengalami patah tulang memerlukan bantuan untuk melakukan aktivitas sehari-hari seperti mandi, makan, dan minum. Untuk mencegah anemia (kekurangan darah) dan konstipasi akibat tirah baring yang lama, bantu pasien untuk mengkonsumsi makanan yang sehat, tinggi protein dan serat serta memenuhi kebutuhan cairan mereka.
  • Para pasien patah tulang yang telah menjalani operasi memerlukan latihan gerak sendi dan fisioterapi secara teratur untuk membantu mereka pulih dengan cepat.
  • Pasien yang menjalani prosedur medis di rumah sakit dalam jangka waktu yang lama dapat merasa bosan. Karena itu, memberikan aktivitas seperti membaca buku atau majalah, menonton film, atau mendengarkan musik akan membantu mereka mengatasi kebosanan mereka.
  • Menjaga kenyamanan pasien dan kebersihan tempat tinggal mereka. Tempat yang bersih dan terorganisir akan membuat pasien nyaman saat menerima perawatan, dan yang tidak kalah penting adalah menjaga kebersihan tangan. Untuk menghindari penularan infeksi penyakit, sangat penting untuk menjaga kebersihan tangan dengan mencucinya menggunakan sabun atau handrub yang telah disediakan di rumah sakit karena tangan adalah organ penting yang sering menyentuh banyak benda.
  • Membantu pasien secara administrasi untuk mengurus asuransi kesehatan dan jaminan kesehatan selama perawatan dan mengantar pasien ke pemeriksaan dan perawatan.

 

Keterlibatan keluarga dalam perawatan pasien saat di rumah sakit juga dapat membantu keluarga merawat pasien saat di rumah, sehingga resiko komplikasi dapat dicegah dan pemulihan pasien dapat tertangani dengan baik.

 

Sumber: https://yankes.kemkes.go.id/view_artikel/3457/peran-keluargapendamping-dalam-pemulihan-pasien-dengan-patah-tulang


Copyright by Markbro 2023. All rights reserved.