artikel-2024-06-26T101903.118.png

Salah satu masalah besar di dunia kesehatan, baik di Indonesia maupun di seluruh dunia, adalah penyakit jantung dan pembuluh darah. Penyakit jantung adalah penyakit pembunuh nomor satu di dunia dan salah satu penyebab kematian tersering di Indonesia sebelum pandemi COVID-19 dalam tiga tahun terakhir. Data yang dirilis oleh Organisasi Kesehatan Dunia pada tahun 2021 menunjukkan bahwa penyakit jantung menyebabkan 17,8 juta kematian, atau satu dari tiga kematian di dunia setiap tahun. Serangan jantung adalah penyakit jantung yang paling sering menyebabkan kematian.

Lebih dari 40% kematian akibat penyakit jantung dan pembuluh darah adalah akibat serangan jantung dan stroke. Jumlah kasus penyakit jantung meningkat dari 0,5% pada 2013 menjadi 1,5% pada 2018 menurut data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas). Hingga saat ini, penyakit jantung masih merupakan biaya kesehatan terbesar di Indonesia.

Ketika aliran darah yang membawa oksigen ke otot jantung berhenti atau berkurang secara signifikan, itu disebut serangan jantung. Ini terjadi karena pembuluh darah koroner menyempit karena penumpukan lemak, kolesterol, dan zat lain yang membentuk plak. Apabila plak pecah, terjadi pembekuan darah, yang dapat menghambat aliran darah ke otot jantung, menyebabkan kematian atau kerusakan. Gaya hidup tidak sehat, seperti merokok, diet tinggi lemak dan kolesterol, konsumsi alkohol berlebihan, kurangnya aktivitas fisik, dan stres mental, adalah faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan plak dan serangan jantung. Usia, riwayat keluarga, dan gen juga dapat memengaruhi timbulnya plak pada pembuluh darah koroner. Selain itu, diabetes, obesitas, tekanan darah tinggi, penyakit pembuluh darah tepi, dan kondisi medis lainnya dapat meningkatkan risiko serangan jantung.

Serangan jantung, juga dikenal sebagai infark miokard, seringkali dikaitkan dengan penyakit pada pria, tetapi juga merupakan risiko serius bagi wanita. Studi menunjukkan bahwa gejala serangan jantung pada wanita seringkali berbeda dan lebih sulit untuk diidentifikasi dibandingkan dengan gejala pada pria. Gejalanya tidak selalu termasuk nyeri dada biasa yang dikaitkan dengan serangan jantung.

Pada tahap awal kondisi aterosklerosis, pasien mungkin tidak menunjukkan gejala apa pun, tetapi saat arteri jantung menyempit lebih dari 70%, gejala seperti nyeri otot atau kram otot dapat muncul. Pada beberapa orang, sistem sirkulasi kolateral, yaitu jaringan pembuluh darah terdekat yang memperluas untuk mengkompensasi pembatasan aliran darah, dapat membantu mereka menghindari serangan jantung, sehingga gejala awal dapat tersamarkan. Beberapa faktor risiko yang mungkin terjadi pada wanita termasuk:

  • Diabetes: Wanita dengan diabetes memiliki risiko lebih tinggi terjadi penyakit jantung dibandingkan dengan pria dengan diabetes. Diabetes juga dapat menyebabkan nyeri, meningkatkan risiko serangan jantung tanpa gejala.
  • Stres emosional dan depresi: Depresi dapat memengaruhi kesehatan jantung wanita dibandingkan dengan pria, dan membuat sulit menjalani gaya hidup sehat dan mengikuti pengobatan yang disarankan untuk kondisi kesehatan lainnya.
  • Merokok: Wanita memiliki risiko penyakit jantung yang lebih tinggi daripada pria karena merokok.
  • Kurang aktivitas: kurang aktivitas adalah faktor risiko utama penyakit jantung.
  • Menopause: Risiko penyakit pembuluh darah meningkat jika kadar estrogen rendah setelah menopause.
  • kehamilan komplikasi Wanita yang mengalami tekanan darah tinggi atau diabetes selama kehamilan memiliki risiko lebih besar untuk mengalami tekanan darah tinggi atau diabetes di kemudian hari.
  • Riwayat keluarga yang memiliki penyakit jantung dini, yang meningkatkan risiko pada wanita.
  • Riwayat penyakit inflamasi. RA, lupus, dan penyakit inflamasi lainnya dapat meningkatkan risiko pria dan wanita terkena penyakit jantung.

 

Gejala Serangan Jantung pada Wanita

Dibandingkan dengan pria, gejala serangan jantung pada wanita sering kali berbeda. Meskipun nyeri dada adalah gejala umum, wanita juga dapat mengalami ketegangan atau tekanan di dada, serta gejala lain seperti:

  • Rasa tidak nyaman di leher, rahang, bahu, punggung atas, atau perut
  • Sesak napas
  • Nyeri di salah satu lengan atau keduanya
  • Mual dan muntah
  • Keringat yang terlalu banyak
  • Rasa lelah atau pusing berputar
  • Tingkat kelelahan yang tidak lazim, dan
  • Rasa terbakar di dada yang berkaitan dengan masalah pencernaan

Wanita memiliki pembuluh darah yang lebih kecil yang tersumbat, yang membuat gejala mereka kurang jelas. Wanita juga dapat mengalami gejala saat istirahat atau tidur, dan stres emosional dapat menyebabkan serangan jantung. Selain itu, deteksi dini dan perawatan serangan jantung pada wanita dapat menjadi lebih sulit karena kurangnya kesadaran tentang masalah ini di kalangan wanita dan profesional kesehatan. Mengetahui gejala yang umum pada wanita dapat menjadi langkah penting dalam mendeteksi serangan jantung secara dini, yang meningkatkan tingkat keberhasilan penanganan dan harapan hidup.

 

Pencegahan Serangan Jantung

Ini adalah tindakan sehat yang penting untuk diingat untuk mencegah serangan jantung:

  • Diet seimbang
  • Istirahat cukup
  • Periksa kesehatan secara rutin
  • Berolahraga secara teratur
  • Kelola stress
  • Menghindari rokok

Risiko serangan jantung dapat diminimalkan jika tindakan pencegahan ini diterapkan dengan baik dan konsisten. Sangat penting untuk memahami perbedaan antara henti jantung dan serangan jantung. Serangan jantung dapat menyebabkan henti jantung, tetapi serangan jantung terjadi ketika aliran darah terhenti. Jadi, jika Anda mengalami gejala serangan jantung atau ragu-ragu tentang gejala tersebut, segera berkonsultasi dengan dokter Anda atau langsung ke fasilitas kesehatan terdekat.

 

Sumber: Kemenkes


artikel-2024-06-25T100550.004.png

Jantung adalah organ penting yang memompa darah ke seluruh tubuh kita, jadi sangat penting untuk menjaganya tetap sehat. Menjaga pola makan yang sehat adalah salah satu cara terbaik untuk menjaga kesehatan jantung. Dalam artikel ini, saya akan membahas manfaat sayuran hijau dan cara mereka dapat meningkatkan kesehatan jantung.

 

Pentingnya Pola Makan untuk Kesehatan Jantung

Makanan yang kita makan sangat penting untuk menjaga kesehatan jantung kita. Mengonsumsi makanan kaya nutrisi dan rendah lemak jenuh dapat membantu menjaga kesehatan jantung kita. Kadar kolesterol, tekanan darah, dan berat badan kita semuanya berkorelasi dengan risiko penyakit jantung. Karena itu, sayuran hijau sangat penting untuk pola makan kita.

 

Manfaat Memasukkan Sayuran ke dalam Diet Anda

Sayuran hijau, seperti bayam, kale, dan brokoli, sangat kaya akan serat, vitamin, dan mineral yang penting untuk menjaga kesehatan jantung kita. Serat sayuran membantu menurunkan kadar kolesterol dalam darah, yang dapat mengurangi risiko penyakit jantung. Sayuran juga mengandung antioksidan, yang dapat melindungi jantung dari bahaya yang disebabkan oleh radikal bebas.

 

Sayuran Hijau: Nutrisi yang Meningkatkan Kesehatan Jantung

Banyak nutrisi yang terkandung dalam sayuran hijau sangat penting untuk menjaga kesehatan jantung kita. Sayuran hijau, seperti bayam dan kale, mengandung vitamin K yang dapat membantu mencegah penggumpalan darah yang berlebihan. Sayuran hijau juga kaya akan magnesium, yang dapat membantu menjaga irama jantung yang normal dan mengurangi risiko aritmia. Selain itu, potassium, yang juga ditemukan dalam sayuran hijau, dapat membantu menurunkan tekanan darah dan mengurangi risiko penyakit jantung.

 

Studi dan Penelitian Menunjukkan Bahwa Sayuran Baik untuk Jantung

Semakin banyak bukti ilmiah yang mendukung gagasan bahwa sayuran baik untuk kesehatan jantung. Beberapa studi telah menunjukkan bahwa orang yang mengonsumsi lebih banyak sayuran, terutama sayuran hijau, memiliki risiko penyakit jantung yang lebih rendah. Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal “American Journal of Clinical Nutrition” menemukan bahwa mengonsumsi sayuran hijau daun secara teratur dapat mengurangi risiko penyakit jantung koroner. Studi lain juga menemukan bahwa mengonsumsi sayuran hijau secara teratur memiliki hubungan dengan risiko serangan jantung dan stroke.

 

Metode untuk Meningkatkan Konsumsi Sayuran Hijau dalam Diet Anda

Tidak sulit untuk menambahkan lebih banyak sayuran hijau ke dalam pola makan kita. Berikut adalah beberapa cara yang dapat Anda gunakan untuk meningkatkan konsumsi sayuran hijau Anda:

  • Sayuran hijau dapat dimasukkan ke dalam salad atau sandwich.
  • Sayuran hijau harus menjadi bagian dari resep tumis atau sup Anda.
  • Dengan kale atau bayam sebagai bahan utama, buat smoothie sayuran.
  • Untuk karbohidrat, gunakan sayuran hijau sebagai pengganti nasi atau pasta.
  • Untuk mengubah diet Anda, coba berbagai jenis sayuran hijau.

 

Resep Sayuran Terbaik untuk Jantung

Anda dapat mencoba beberapa resep sayuran berikut yang sangat baik untuk kesehatan jantung:

  • Salad Bayam dan Alpukat: Campurkan potongan alpukat, tomat ceri, irisan bawang merah, dan bayam segar. Untuk bumbu, tambahkan sedikit minyak zaitun dan perasan lemon.
  • Tumis Brokoli dan Buncis: Sajikan sebagai hidangan sampingan yang sehat dengan menumis brokoli dan buncis dengan sedikit minyak zaitun, bawang putih, dan lada hitam.
  • Sup Sayuran Hijau: Rebus sayuran hijau, seperti kangkung, bayam, dan kale, dalam kaldu sayuran rendah garam. Untuk menambah rasa, tambahkan sedikit rempah-rempah, bawang putih, dan merica.

 

Faktor-faktor Lain yang Mempengaruhi Kesehatan Jantung

Gaya hidup tambahan memengaruhi kesehatan jantung selain pola makan yang sehat. Ini adalah komponen:

  • Olahraga Teratur: Berolahraga secara teratur, seperti berjalan cepat atau bersepeda, dapat meningkatkan sirkulasi darah dan kekuatan jantung, yang baik untuk jantung.
  • Hindari Merokok: Merokok dapat merusak pembuluh darah dan meningkatkan risiko penyakit jantung, jadi berhentilah segera jika Anda perokok.
  • Kelola Stres: Jika Anda sering stres, Anda mungkin menderita penyakit jantung. Anda dapat mengurangi stres dengan bermeditasi, berolahraga, atau memiliki hobi yang menyenangkan.

 

Kesimpulan: Menjaga Jantung Sehat dengan Sayuran Hijau Dalam Diet Anda

Menyertakan sayuran hijau dalam pola makan kita sangat penting untuk menjaga kesehatan jantung kita. Ini karena sayuran hijau kaya akan nutrisi dan serat, yang dapat membantu menjaga kesehatan jantung kita. Ada bukti ilmiah yang kuat yang menunjukkan bahwa konsumsi sayuran hijau terkait dengan kesehatan jantung. Dengan menggabungkan


artikel-36.png

Pemilihan direktur rumah sakit yang tepat adalah langkah krusial untuk memastikan kinerja optimal rumah sakit. Proses ini sering dilakukan melalui metode skoring dalam fit and proper test untuk mengevaluasi kandidat secara objektif. Berikut adalah contoh penggunaannya.

Tahap 1: Penetapan Kriteria dan Bobot Penilaian

1.1 Kriteria Penilaian

Menentukan kriteria penilaian yang mencakup aspek-aspek penting yang harus dimiliki oleh direktur rumah sakit, seperti:

  • Kualifikasi Akademis dan Sertifikasi: Gelar akademis, sertifikasi profesional.
  • Pengalaman Manajerial: Jumlah dan relevansi pengalaman dalam manajemen rumah sakit.
  • Kemampuan Kepemimpinan: Visi, kemampuan memotivasi, dan keterampilan interpersonal.
  • Kemampuan Manajerial: Pengelolaan anggaran, pengambilan keputusan strategis.
  • Pengetahuan Industri: Pemahaman tentang regulasi kesehatan, tren industri.
  • Manajemen Risiko: Penanganan krisis, kepatuhan terhadap regulasi.
  • Integritas dan Etika: Rekam jejak integritas, transparansi.
  • Indikator Kinerja: Hasil berdasarkan KPIs seperti kepuasan pasien, efisiensi operasional.

1.2 Penetapan Bobot

Menetapkan bobot untuk setiap kriteria berdasarkan kepentingannya. Contoh bobot:

  • Kualifikasi Akademis dan Sertifikasi: 10%
  • Pengalaman Manajerial: 20%
  • Kemampuan Kepemimpinan: 20%
  • Kemampuan Manajerial: 15%
  • Pengetahuan Industri: 10%
  • Manajemen Risiko: 10%
  • Integritas dan Etika: 10%
  • Indikator Kinerja: 5%

Tahap 2: Pengumpulan Data

Mengumpulkan data yang diperlukan untuk menilai setiap kandidat, melalui:

  • Curriculum Vitae (CV): Untuk informasi kualifikasi dan pengalaman.
  • Wawancara: Untuk menilai kemampuan kepemimpinan, manajerial, dan pengetahuan industri.
  • Referensi: Menghubungi referensi profesional untuk mengecek integritas dan kinerja sebelumnya.
  • Dokumen Pendukung: Sertifikasi, laporan kinerja, dan publikasi yang relevan.

Tahap 3: Skoring

3.1 Penilaian Setiap Kriteria

Menilai setiap kandidat berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan. Setiap kriteria dinilai dalam skala tertentu, misalnya 1-5, di mana:

  • 1 = Sangat Buruk
  • 2 = Buruk
  • 3 = Cukup
  • 4 = Baik
  • 5 = Sangat Baik

3.2 Perhitungan Skor

Menghitung skor total untuk setiap kandidat dengan mengalikan nilai kriteria dengan bobot yang telah ditetapkan, kemudian menjumlahkan hasilnya. Contoh perhitungan untuk satu kandidat:

  • Kualifikasi Akademis dan Sertifikasi: Nilai 4 x Bobot 0.10 = 0.40
  • Pengalaman Manajerial: Nilai 5 x Bobot 0.20 = 1.00
  • Kemampuan Kepemimpinan: Nilai 4 x Bobot 0.20 = 0.80
  • Kemampuan Manajerial: Nilai 3 x Bobot 0.15 = 0.45
  • Pengetahuan Industri: Nilai 4 x Bobot 0.10 = 0.40
  • Manajemen Risiko: Nilai 3 x Bobot 0.10 = 0.30
  • Integritas dan Etika: Nilai 5 x Bobot 0.10 = 0.50
  • Indikator Kinerja: Nilai 4 x Bobot 0.05 = 0.20
  • Total Skor: 4.05

Tahap 4: Analisis dan Pemilihan

4.1 Perbandingan Skor

Membandingkan total skor dari semua kandidat untuk menentukan kandidat dengan skor tertinggi sebagai kandidat terbaik.

4.2 Evaluasi Tambahan

Melakukan evaluasi tambahan jika diperlukan, seperti wawancara panel dengan pemangku kepentingan utama atau tes psikologis.

4.3 Pengambilan Keputusan

Melibatkan komite pemilihan untuk mengambil keputusan akhir berdasarkan skor dan evaluasi tambahan.

Contoh Implementasi

Kasus Studi: Pemilihan Direktur Rumah Sakit XYZ

Tahap 1: Penetapan Kriteria dan Bobot

  • Kualifikasi Akademis dan Sertifikasi: 10%
  • Pengalaman Manajerial: 20%
  • Kemampuan Kepemimpinan: 20%
  • Kemampuan Manajerial: 15%
  • Pengetahuan Industri: 10%
  • Manajemen Risiko: 10%
  • Integritas dan Etika: 10%
  • Indikator Kinerja: 5%

Tahap 2: Pengumpulan Data

  • Mengumpulkan CV dari tiga kandidat: Dr. A, Dr. B, dan Dr. C.
  • Melakukan wawancara dan menghubungi referensi.
  • Mengumpulkan dokumen pendukung, seperti sertifikasi dan laporan kinerja.

Tahap 3: Skoring

Dr. A

  • Kualifikasi Akademis dan Sertifikasi: 4 (0.4)
  • Pengalaman Manajerial: 5 (1.0)
  • Kepemimpinan: 4 (0.8)
  • Manajerial: 3 (0.45)
  • Pengetahuan Industri: 4 (0.4)
  • Manajemen Risiko: 3 (0.3)
  • Integritas dan Etika: 5 (0.5)
  • Indikator Kinerja: 4 (0.2)
  • Total Skor: 4.05

Dr. B

  • Kualifikasi Akademis dan Sertifikasi: 5 (0.5)
  • Pengalaman Manajerial: 4 (0.8)
  • Kepemimpinan: 4 (0.8)
  • Manajerial: 4 (0.6)
  • Pengetahuan Industri: 3 (0.3)
  • Manajemen Risiko: 4 (0.4)
  • Integritas dan Etika: 4 (0.4)
  • Indikator Kinerja: 4 (0.2)
  • Total Skor: 4.00

Dr. C

  • Kualifikasi Akademis dan Sertifikasi: 4 (0.4)
  • Pengalaman Manajerial: 4 (0.8)
  • Kepemimpinan: 3 (0.6)
  • Manajerial: 4 (0.6)
  • Pengetahuan Industri: 4 (0.4)
  • Manajemen Risiko: 3 (0.3)
  • Integritas dan Etika: 4 (0.4)
  • Indikator Kinerja: 3 (0.15)
  • Total Skor: 3.65

Tahap 4: Analisis dan Pemilihan

  • Dr. A memiliki skor tertinggi (4.05).
  • Melakukan evaluasi tambahan dengan wawancara panel.
  • Komite memutuskan Dr. A sebagai direktur baru berdasarkan skor dan performa di wawancara panel.

Kesimpulan

Metode skoring dalam fit and proper test untuk pemilihan direktur rumah sakit memungkinkan evaluasi objektif dan komprehensif terhadap para kandidat. Proses ini melibatkan penetapan kriteria dan bobot yang jelas, pengumpulan data, penilaian dengan skoring, dan analisis untuk pengambilan keputusan. Implementasi yang baik dari metode ini akan memastikan terpilihnya direktur yang paling kompeten dan sesuai dengan kebutuhan rumah sakit.

 

Sumber: Dr. Galih Endradita M


artikel-2024-06-20T133138.754.png

Luka bakar adalah luka yang terjadi pada kulit atau jaringan organik lainnya akibat panas atau radiasi, radioaktivitas, listrik, gesekan, atau kontak dengan bahan kimia. WHO mengatakan bahwa luka bakar menyebabkan sekitar 180.000 kematian setiap tahun di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah, dengan hampir dua pertiga dari kematian tersebut terjadi di wilayah Afrika dan Asia Tenggara.

Angka kematian akibat luka bakar telah menurun di banyak negara berpenghasilan tinggi, dan tingkat kematian anak akibat luka bakar saat ini 7 kali lebih tinggi di negara berpenghasilan rendah dan menengah daripada di negara berpenghasilan tinggi. Hampir 11 juta orang di seluruh dunia mengalami luka bakar yang sangat parah pada tahun 2004.

 

Hal yang Harus Dilakukan

Untuk mengobati luka bakar, hal pertama yang harus dilakukan adalah menghentikan proses pembakaran, yang meliputi:

  • Membersihkan bahan kimia
  • Mematikan sumber daya listrik
  • Mengurangi panas dengan air
  • Melindungi korban dari sinar matahari

Tingkat keparahan luka bakar bergantung pada seberapa dalam dan besar kulitnya:

  • Luka bakar tingkat pertama: Jenis luka bakar ini hanya merusak lapisan luar kulit dan menyebabkan kemerahan dan pembengkakan. Disebut sebagai luka bakar ringan.
  • Luka bakar tingkat dua: Jenis luka bakar ini mempengaruhi dua lapisan kulit dan menyebabkan kulit melepuh, kemerahan, dan bengkak. Disebut sebagai luka bakar berat jika lebarnya lebih dari tiga inci atau terjadi di wajah, tangan, kaki, alat kelamin, bokong, atau di atas sendi utama.
  • Luka bakar tingkat tiga: Jenis luka bakar ini merusak lapisan kulit yang lebih dalam dan menyebabkan kulit menjadi putih atau menghitam hingga mati rasa. Luka bakar jenis ini selalu dianggap sebagai luka bakar berat.

 

Pertolongan Pertama Luka Bakar

Setelah pembakaran berhenti, segera hubungi ambulans terdekat. Luka bakar berat membutuhkan perhatian medis darurat.

Untuk luka bakar yang tidak darurat, kita dapat melakukan hal-hal berikut:

  • Bersihkan area yang terbakar dengan air dingin selama beberapa menit (jangan gunakan es).
  • Oleskan perban kasa dengan hati-hati. Jika luka bakarnya kecil, kita bisa mengoleskan salep seperti bioplasenton atau lidah buaya sebelum melapisi kasa.
  • Jika Anda ingin mengurangi rasa sakit dengan Motrin, yang merupakan ibuprofen, atau Tylenol, yang merupakan acetaminophen, perhatikan dosis yang diberikan oleh dokter Anda.

 

Hal yang Jangan Dilakukan Terhadap Luka Bakar

  • Jangan pecahkan lepuhan atau bulla.
  • Pastikan keselamatan kita sendiri sebelum memulai pertolongan pertama.
  • Jangan oleskan minyak goreng, kecap, atau odol pada luka bakar.
  • Jangan gunakan es untuk memperdalam luka.
  • Hindari pendinginan dengan air terlalu lama karena dapat menyebabkan hipotermia.
  • Jangan buka lepuhan sampai dokter memberi kita salep antimikroba.
  • Jangan oleskan bahan apa pun ke luka langsung karena dapat menyebabkan infeksi.
  • Hindari menggunakan obat topikal sampai pasien menerima perawatan medis yang tepat.

 

Sumber: Kemenkes


artikel-35.png

Diet adalah rencana pola makan yang disesuaikan dengan tujuan seseorang untuk melakukannya. Diet rendah garam memungkinkan penderita hipertensi untuk mengurangi jumlah garam dapur dalam makanan dan minuman mereka. Penurunan tekanan darah dapat dicapai dengan memantau tekanan darah, mengubah gaya hidup Anda, dan mengonsumsi obat antihipertensi. berkaitan dengan perubahan gaya hidup, seperti diet rendah garam atau mengurangi asupan garam. Kelebihan garam dapat menyebabkan gangguan keseimbangan cairan tubuh, seperti Edema atau Asites, serta hipertensi.

Tujuan diet rendah garam adalah untuk menurunkan tekanan darah dan mempertahankannya menuju normal. Diet rendah garam sangat penting untuk pasien hipertensi karena tingkat keparahannya bervariasi. Salah satu cara untuk mengontrol tekanan darah adalah dengan mengurangi asupan natrium Anda dengan menjaga diet Anda rendah garam. Untuk menjaga perubahan tekanan darah dan diet rendah garam, dukungan keluarga sangat penting. karena keluarga dapat membantu menjaga pola makan yang sehat, berpartisipasi dalam olahraga bersama, dan mengingatkan pasien untuk melakukan konsultasi tekanan darah secara teratur.

 

Tujuan Diet Rendah Garam

Diet rendah natrium dirancang untuk membantu menurunkan tekanan darah pasien hipertensi dengan menghilangkan retensi garam atau air dalam jaringan tubuh.

 

Syarat Diet Rendah Garam

  • Banyak energi, protein, mineral, dan vitamin yang diperlukan.
  • Makanan dibuat sesuai dengan kondisi penderita.
  • Jumlah natrium yang diberikan disesuaikan dengan tingkat keparahan penyakit dan obat yang diberikan.

 

Pelaksanaan Diet Rendah Garam

mengontrol konsumsi natrium. Garam dapur adalah sumber utamanya. Karena hampir semua makanan mengandung natrium, baik hewani maupun nabati, Anda dapat mengonsumsi setengah hingga setengah sendok teh setiap hari.

 

Tingkatan Diet Rendah Garam

  • Pada penderita hipertensi berat, diet rendah garam tingkat I atau 200-400 mg Na. Perbanyak konsumsi air putih, sayuran, dan buah, dan hindari makanan dengan banyak natrium.
  • Diet rendah garam tingkat II 600-800 mg memungkinkan penambahan garam dapur dalam pengolahan makanan hanya setengan sendok teh atau 2 gram; penderita hipertensi yang tidak terlalu berat tetap harus menghindari makanan dengan kadar natrium tinggi.
  • Pada penderita hipertensi ringan, diet rendah garam III 1000-1200 mg Na dapat ditambahkan dengan satu sendok teh atau 4 gram garam dapur.

 

Penyajian Makanan Sehari-hari

  • Menggabungkan bahan-bahan seperti kencur, jahe, brambang bawang, gula, dan lain-lain untuk meningkatkan rasa tawar.
  • Untuk menghindari penggunaan garam yang berlebihan, bubuhkan garam sesekali di atas meja.
  • Meningkatkan asupan kalium Anda dengan buah dan sayuran.

 

Bahan Makanan yang Dianjurkan dan Tidak Dianjurkan

  • Makanan Karbohidrat yang Disarankan:
    Beras, kentang, terigu, singkong, tepung tapioka, gula, dan makanan yang dibuat tanpa garam dapur
  • Bahan Karbohidrat yang Tidak Sebaiknya Dikonsumsi:
    Makanan yang dibuat dari hidrat arang dengan menambah garam dapur, baking powder, dan soda kue; contohnya adalah roti, biskuit, mie bihun, makaroni, dan kue kering.
  • Makanan yang Disarankan untuk Konsumsi Protein Hewani:
    Maksimal 100 gram daging, ayam, dan ikan setiap hari; 1 telur setiap hari; dan 200 gram susu setiap hari.
  • Makanan yang Tidak Sebaiknya Anda Makan yang Mengandung Protein Hewani:
    Sanden, ikan asin, makanan kalengan, telur asin, sosis, keju, kornet, ebi, atau udang kering
  • Makanan Protein Nabati yang Disarankan:
    Semua kacang-kacangan dan produknya diproses dan dimasak tanpa menggunakan garam.
  • Makanan Protein Nabati yang Disarankan:
    Semua kacang kacangan yang dimasak dengan natrium
  • Makanan Sayuran yang Disarankan:
    Sayuran segar dan sayuran yang disimpan tanpa garam dapur atau natrium benzoate
  • Makanan Sayuran yang Tidak Sebaiknya Anda Makan:
    Sayuran dalam kaleng, asinan, dan acar adalah contoh sayuran yang dimasak dan disimpan dengan garam dapur dan ikatan natrium lainnya.
  • Buah-buahan yang Dianjurkan :
    Semua buah-buahan segar, buah yang diawetkan tanpa garam dapur.
  • Buah-buahan yang Tidak Dianjurkan :
    Buah-buahan yang diawetkan dalam dapur.
  • Bahan Makan Lemak yang Dianjurkan :
    Minyak goreng, margarin, dan mentega tanpa garam.
  • Bahan Makan Lemak yang Tidak Dianjurkan :
    Margarin dan mentega biasa.
  • Minuman yang Dianjurkan:
    Teh, jus buah, jus sayuran, dan air putih.
  • Minuman Yang Tidak Dianjurkan :
    Minuman ringan, coklat, kafein, alkohol.
  • Bahan Makan Bumbu-bumbuan yang Dianjurkan :
    Semua bumbu-bumbu kering yang tidak mengandung garam dapur.
  • Bahan Makan Bumbu-bumbuan yang tidak Dianjurkan :
    Minuman ringan, coklat, kafein, alkohol, baking powder, soda kue, bumbu-bumbu yang mengandung garam dapur, seperti kecap, terasi, saus tomat, dan tauco.

 

Sumber: Kemenkes


artikel-2024-06-13T142156.577.png

Asma adalah suatu kondisi di mana saluran nafas menyempit karena rangsangan tertentu menjadi hiperaktif, menyebabkan peradangan. Penyempitan ini hanya berlangsung sementara. Saluran pernapasan pasien asma sangat sensitif. Saat paru-paru teriritasi, saluran pernapasan menyempit, membatasi jumlah udara yang dapat masuk ke dalamnya. Karena kondisi ini, pasien asma sering mengalami sesak napas atau batuk saat terpapar debu, asap rokok, bulu binatang, atau zat lain yang dapat menyebabkan iritasi pada paru-paru.

Asma tidak tergantung pada tingkat sosioekonomi dan dapat muncul pada semua usia, terutama pada anak-anak. Asma sering menimbulkan masalah pada anak-anak dan orang dewasa, meskipun jarang menyebabkan kematian. Asma dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan gangguan emosi seperti cemas dan depresi. Asma yang menetap dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.

 

Penyebab Asma

Asma disebabkan oleh zat pencetus tertentu, tetapi penyebabnya belum diketahui secara pasti. Beberapa komponen yang dianggap sebagai alergen adalah:

  • Infeksi virus yang menyerang saluran napas: influenza
  • Melayani alergen, debu rumah, dan bulu binatang
  • Penyembuhan terhadap asap rokok dan minyak wangi
  • Kegiatan fisik: lari
  • Ekspresi emosional ketakutan, kemarahan, dan keputusasaan
  • Aspirin, beta-adrenergik penyekat, dan anti-inflamasi nonsteroid
  • Tempat kerja: uap zat kimia
  • Asap rokok adalah penyebab polutan udara.
  • Sulfit adalah pengawet makanan.
  • Lainnya, seperti haid, kehamilan, dan sinusitis

 

Gejala Asma

  • Sesak
  • Sesak dada
  • Batuk, terutama di malam hari
  • Mengi (membuat suara seperti siulan saat bernapas).
  • Merasa lemas dan lesu.
  • TIngkat kecemasan yang tidak biasa
  • Sering merenungkan

 

Pola Asma yang Umum Terjadi

  • Semakin parah saat pagi atau malam.
  • Timbul dan hilang pada hari yang sama.
  • Disebabkan oleh hal-hal tertentu, aktivitas, atau tertawa dan menangis.
  • Semakin memburuk karena infeksi virus, seperti pilek, muncul.

 

Faktor Risiko Asma

  • Memiliki riwayat asma dalam keluarga.
  • Mengalami infeksi pernapasan seperti bronkitis dan pneumonia.
  • Kelahiran bayi sebelum waktunya
  • Terlahir dengan kondisi yang disebut BBLR, yang berarti berat badan lahir rendah.
  • Ada alergi atopik.

 

Komplikasi Asma

  • Jantung behenti karena kekurangan oksigen.
  • Gagal napas karena lender mengisi saluran pernapasan yang melebar
  • Alkalosis respiratorik, yang terjadi karena tubuh kekurangan karbondioksida akibat bernapas terlalu cepat.
  • Kematian atau kerusakan otak karena hiposekmia atau darah yang tidak mengandung cukup oksigen dalam jangka waktu yang lama
  • Paru-paru kolaps atau rusak sehingga udara bocor ke area di antara dinding dada dan paru-paru, yang disebut pneumotoraks.
  • Paru-paru mengeluarkan udara ke Pneumomediastinum, atau rongga dada.
  • Paru-paru tidak dapat mengeluarkan karbondioksida sehingga menumpuk di dalam tubuh atau menyebabkan hiperkarbia, yang biasanya terjadi pada orang yang menggunakan ventilator.

Sebaliknya, pasien asma juga dapat mengalami komplikasi lain yang dapat memengaruhi kualitas hidup mereka, seperti:

  • Aktivitas sehari-hari, seperti bekerja, sekolah, dan tidur, terganggu.
  • Karena saluran pernapasan secara permanen menyempit, kemampuan bernapas menurun.
  • Gangguan pertumbuhan dan belajar anak
  • Orang dewasa lebih rentan terhadap stres, cemas, dan depresi.
  • Efek samping dari penggunaan obat asma yang lama

 

Pemeriksaan Asma

  • Tes alergi dilakukan untuk menentukan apakah pasien memiliki alergi yang menyebabkan asma.
  • Tes bronkus untuk menilai sensitivitas saluran pernapasan.
  • Tes penunjang untuk mengidentifikasi penyakit tambahan yang berhubungan dengan gejala asma.
  • Elektrokardiogram (EKG) dan rontgen dada dilakukan untuk menentukan penyebab gejala pasien.
  • Strategi Pengobatan Asma berdasarkan Inisiatif Dunia untuk Asma (GINA)

Tujuan jangka panjang untuk pengobatan asma adalah sebagai berikut:

  • Kontrol Gejala: untuk mengontrol gejala dengan baik dan tetap melakukan hal-hal seperti biasa.
  • Mengurangi risiko: memperbaiki keterbatasan aliran udara, mengurangi risiko eksaserbasi, dan mengurangi efek samping pengobatan.

 

Pencegahan Asma

  • Hentikan merokok.
  • Hindari sumber polusi, asap rokok, debu, dan bau yang mengiritasi, seperti parfum, obat semprot, serangg, dan deterjen cucian.
  • Anda tidak boleh memelihara binatang seperti anjing dan kucing.
  • Jika bantal dan kasur Anda tidak terbuat dari sintesis, gunakan kain penutup yang terbuat dari sintesis.
  • Usahakan untuk menghindari karpet di area rumah atau kamar tidur.
  • Jemur dan tepuk kasur secara teratur.

 

Sumber: Kemenkes


artikel-2024-06-12T100139.811.png

Senyawa vitamin A memainkan peran penting dalam mengatur pertumbuhan sel, diferensiasi sel, dan sintesis protein, yang membantu penglihatan, melindungi tubuh dari kanker, perkembangan embrio, dan menjaga kesehatan kulit. Retinal dan asam retinoat adalah bentuk aktif vitamin A yang berfungsi pada fungsi penglihatan, sedangkan asam retinoat berfungsi pada kulit, mempengaruhi proliferasi dan diferensiasi keratinosit. Oleh karena itu, gangguan keratinisasi seperti phrynoderma, dermatomalacia, xerosis, xerostomia, hyposmia, dan hypogeusia dikaitkan dengan penyakit kulit yang disebabkan oleh kekurangan vitamin A. Vitamin A berfungsi sebagai antioksidan, mengurangi ukuran dan sekresi kelenjar sebasea, dan menjaga proses diferensiasi keratinosit kulit tetap normal.

Oleh karena itu, vitamin A telah banyak dikembangkan untuk mengobati berbagai penyakit kulit, termasuk akne vulgaris, psoriasis, likhen planus, foto penuaan dan kerusakan foto, dan keganasan kulit. Saat ini, berbagai macam vitamin telah banyak digunakan untuk memberikan nutrisi dan menjaga kulit tetap sehat, serta untuk mengobati berbagai penyakit kulit. Tubuh menggunakan kulit sebagai alat pertahanan utamanya terhadap ancaman dari luar, seperti radiasi ultraviolet, infeksi bakteri, dan stres mekanik dan kimia. Oleh karena itu, kulit harus diberikan pasokan mikronutrien yang cukup, termasuk berbagai jenis vitamin, untuk menjaga integritas dan fungsi bariernya.

 

Defisiensi Vitamin A

Kadar serum retinol dalam darah di bawah 20 g/dl (nilai normal plasma retinol adalah antara 20 dan 50 mcg/dL), dan kadar karotenoid di bawah 50 mcg/dL. Karakteristik manifestasi klinis dapat digunakan untuk mencurigai kekurangan vitamin A dalam tubuh dan hasilnya dapat dikonfirmasi dengan pemeriksaan kadar vitamin A serum (plasma retinol). Salah satu manifestasi klinis kekurangan Vitamin A dapat berupa masalah pada mata, kulit, atau mukokutaneus. Gangguan pada mata biasanya merupakan tanda pertama. Pada kondisi di mana vitamin A kurang, jaringan epitel di mata, paru-paru, dan usus menjadi rusak. Ini karena turnover atau pergantian sel epitel yang tinggi.

Phrynoderma, atau “kulit katak”, adalah kelainan kulit kering bersisik yang umum dialami pasien yang kekurangan vitamin A. Secara klinis, papula hiperkeratotik berkisar dari bentukan filiformis hingga papula kecil berbentuk kerucut dengan sumbatan intrafollicular sentral hingga papula besar dengan pusat bertanduk masif. Lesi pertama kali muncul pada permukaan ekstensor pada ekstremitas, bahu, dan kaki. Phrynoderma juga terjadi pada 5% pasien dengan manifestasi okular karena kekurangan vitamin A. Phrynoderma ini bukan contoh klinis spesifik dari kekurangan vitamin A; kekurangan vitamin B kompleks, vitamin C, vitamin E, dan malnutrisi juga dapat menyebabkannya.

 

Pencegahan Defisiensi Vitamin A

Dengan mengonsumsi makanan yang mengandung provitamin A banyak, seperti mangga, pepaya, dan sayuran berdaun hijau gelap, serta makanan hewani seperti kuning telur, ayam, dan hati. Untuk melindungi anak dari kekurangan vitamin A, anak-anak usia 6-11 tahun dapat menerima suplemen oral retinil palmitat 110 mg atau 66 mg retinil asetat (200.000 IU vitamin A) dan setengah dosis untuk anak-anak tersebut setiap 4-6 bulan.

 

Sumber: Kemenkes


artikel-2024-06-11T155559.114.png

Dengan suasana hati yang rendah dan minat yang berkurang dalam kegiatan yang biasanya menyenangkan, gangguan depresi dikenal sebagai gangguan. Jika karakteristik ini dikombinasikan dengan sejumlah gejala lain, seperti penurunan nafsu makan atau makan berlebihan, insomnia atau kelelahan, lemas, harga diri rendah, perasaan tidak berharga atau bersalah, kesulitan berkonsentrasi, dan pikiran terus-menerus tentang bunuh diri.

Terapi kognitif berbasis kesadaran, juga dikenal sebagai Mindfulness-Based Cognitive Therapy (MBCT), adalah salah satu jenis psikoterapi yang dikembangkan untuk mengurangi tingkat depresi dan kekambuhan.

Dengan tujuan membantu orang yang mengalami kerentanan terhadap depresi, Zindel Segal, John Teasdale, dan Mark Williams mengembangkan program terapi kelompok manual yang dikenal sebagai MBT.

Kemampuan yang lebih besar untuk melakukan kontrol diri dan regulasi diri dikenal sebagai kesadaran. Kesadaran membantu seseorang menyesuaikan diri dengan kebutuhan, perasaan, dan nilai-nilai mereka sesuai dengan keadaan tertentu. Mindfulness dapat membantu seseorang memiliki kontrol diri yang baik dan meningkatkan kepekaan mereka terhadap hal-hal yang sedang terjadi. Saat seseorang berada dalam kondisi kesadaran, kesadaran akan membantu mereka melihat berbagai situasi yang tidak nyaman dan perasaan tertekan secara lebih jelas. Ini akan memberi mereka cara baru untuk melihat masalah dan solusi alternatifnya.

Kondisi mindful akan mengajarkan seseorang bahwa mereka memiliki kendali atas pilihan mereka dalam hidup. Ini akan mendorong sikap responsif dan penerimaan terhadap keadaan di sekitarnya, yang dapat membantu mereka berkembang, menguatkan, dan menyembuhkan.

Beberapa terapis mindfulness mungkin menggunakan pendekatan dan skrip yang berbeda, tetapi semua memiliki tujuan yang sama. Jumlah sesi yang diberikan juga bervariasi sesuai kebutuhan, dengan durasi setidaknya 60 menit. Berikut adalah beberapa contoh aktivitas yang dapat dilakukan dalam terapi mindfulness.

 

Mindfulness pada Nafas

Latihan napas adalah salah satu bentuk meditasi penting. Ini dapat membantu kita menyesuaikan diri dengan suatu sesi dan meningkatkan kesadaran kita akan bernapas. Metode yang biasa digunakan adalah ruang bernapas 3 menit.

 

Mindfulness pada Indra

Dimungkinkan untuk mencakup peningkatan kesadaran dari semua indera kita, termasuk penciuman, penglihatan, pendengaran, dan pergerakan. Tujuannya adalah untuk mendorong penerimaan dan orientasi terhadap lingkungan sekitar.

 

Melepaskan Emosi

Tujuan dari sesi ini adalah untuk melepaskan tekanan emosi. Ini bukan berarti kita menolak atau menghilangkan perasaan kita; sebaliknya, itu berarti kita belajar untuk menerima dan menerima setiap emosi yang sulit yang kita alami.

 

Mengenali Apa yang Kita Butuhkan

Dengan bantuan sesi ini, kita dapat lebih memahami apa yang kita butuhkan pada tingkat yang lebih dalam. Seperti perasaan kasih sayang, pengetahuan, dan dukungan

 

Menggunakan akronim RAIN untuk mengelola Emosi dan Pikiran yang Sulit

Recognize (kenali), Allow (terima), Investigate (identifikasi), dan Nourish adalah singkatan dari RAIN.

 

Body Scan (Pemindaian Tubuh)

meningkatkan kesadaran tubuh secara keseluruhan, dari kepala hingga kaki.

 

Klien yang menerima terapi kesadaran diri akan diarahkan untuk mencapai kesadaran diri melalui berbagai teknik relaksasi nafas dalam, visualisasi mental, dan meditasi. Ini adalah alasan mengapa terapi ini terbukti dapat mengurangi tingkat depresi mereka.

 

Sumber: Kemenkes

 


artikel.png

Teknologi telah mengubah cara kita memberikan dan mengelola layanan kesehatan di era yang terus berkembang. Salah satu yang paling penting adalah penerapan informed consent, yang memberikan manfaat besar bagi klinik dan penyedia layanan kesehatan. Dalam artikel ini, kami akan membahas pentingnya informed consent juga dikenal sebagai Persetujuan Tindakan Medis dalam konteks pelayanan kesehatan dan konsekuensi dari ketiadaan informed consent.

 

Pentingnya Informed Consent

Ketika dokter dan pasien berbicara tentang cara terbaik untuk memberikan perawatan medis, informed consent biasanya merupakan proses komunikasi. Bahasa penyampaian sangat dipengaruhi oleh tingkat pendidikan seseorang. Pasien umumnya masih tidak yakin dengan masalah medis. Adanya perbedaan pengetahuan antara mereka yang menerima dan mereka yang menerima informasi menyebabkan informasi yang diberikan tidak efektif. Selain itu, karena adanya perbedaan pemahaman antara mereka yang menerima dan mereka yang menerima informasi, masalah seberapa banyak informasi yang harus disampaikan juga menjadi masalah.

 

Arti Informed Consent

Karena ketika dokter memberikan obat tertentu kepada pasien, istilah informed consent (persetujuan tindakan) adalah salah satu istilah yang paling sering disebut atau digunakan dalam praktik medis. Namun, dokter kadang-kadang tidak memahami dengan baik dan benar makna dari persetujuan tertulis, sehingga permintaan persetujuan untuk tindakan medis kepada pasien atau keluarganya terkadang dilakukan tanpa proses atau mekanisme yang tepat yang diatur dalam Undang-Undang.

 

Seseorang yang Berwenang Memberikan Informed Consent

Dokter harus melaksanakan informasi persetujuan dalam setiap penyelenggaraan praktek kedokteran, terutama ketika mereka memberikan tindakan medis tertentu kepada pasien. Ini adalah persyaratan utama yang harus dipenuhi sebelum melakukan tindakan medis agar tindakan yang dilakukan dokter dianggap sah oleh hukum dan memberikan perlindungan hukum bagi dokter. Menurut Pasal 293 UU Kesehatan Nomor 17 tahun 2023, “setiap tindakan pelayanan kesehatan perseorangan yang dilakukan oleh Tenaga Medis dan Tenaga Kesehatan harus mendapat persetujuan” adalah dasar hukum untuk persetujuan tindakan pelayanan kesehatan.

 

Akibat Jika Tidak Ada Informed Consent

Informed consent adalah proses pemberian informasi oleh dokter yang kemudian diikuti dengan persetujuan pasien untuk tindakan medis. Transaksi terapeutik bergantung pada keberadaannya; sebagai perjanjian, transaksi tersebut tunduk pada ketentuan hukum perdata. Jika dilihat dari sudut pandang hukum perdata, ada tiga komponen yang dapat dipertimbangkan dalam kaitannya dengan ketentuan informed consent:

  • Ketiadaan persetujuan informasi yang mengakibatkan ketidakmampuan untuk memenuhi salah satu syarat perjanjian menurut Pasal 1320 Kode Hukum Perdata;
  • Ketika informed consent tidak ada, itu dianggap wanprestasi.
  • Menurut Pasal 1365 Kode Hukum Perdata, ketiadaan persetujuan yang diinformasikan dianggap sebagai perbuatan melawan hukum.

 

Sumber: Kemenkes


artikel-2024-06-07T151517.907.png

Adenomiosis adalah pertumbuhan jaringan endometrium, baik kelenjar maupun stromanya, di luar kavum uteri atau di dalam miometrium. Hormon wanita sangat memengaruhi sel-sel endometrium yang melapisi kavum uteri. Dalam keadaan normal, sel-sel endometrium kavum uteri menebal selama siklus menstruasi agar siap untuk dibuahi oleh sperma. Jika sel telur tidak membuahi, sel-sel endometrium yang menebal akan meluruh dan keluar sebagai darah menstruasi.

Endometriosis biasanya terletak di peritoneum pelvis, tetapi juga dapat terletak di ovarium dan ligamentum uterosakral. Wanita hamil sering mengalami endometriosis. Terlepas dari kenyataan bahwa endometriosis dianggap sebagai penyakit yang menyerang wanita di usia reproduksi, jarang dilaporkan bahwa endometriosis terjadi pada remaja atau pasca menopause. Angka kejadian endometriosis pada wanita umum usia reproduksi bervariasi antara 3-10%; pada wanita infertil, angka kejadian mencapai 9-50%; dan pada wanita yang menjalani evaluasi operatif untuk dismenorea, angka kejadian mencapai 60%. Diperkirakan prevalensi endometriosis akan terus meningkat setiap tahun. Diagnosis penyakit ini sering tertunda, yang mengganggu kualitas hidup penderita.

 

Gejala Endometriosis

Endometriosis tidak memiliki gejala, meskipun dapat ditemukan di berbagai tempat. Gejala endometriosis sangat beragam dan tidak dapat diprediksi. Gejala yang umum termasuk nyeri haid (dismenorea), nyeri pinggang kronis, nyeri pada saat berhubungan (dispareunea), dan infertilitas. Nyeri yang disebabkan oleh endometriosis pada dasarnya berasal dari materi peradangan yang diproduksi oleh endometriosis yang aktif. Sel endometrium yang berpindah akan terkelupas dan terlokalisasi di suatu tempat. Setelah itu, materi sitokin dilepaskan, yang menyebabkan nyeri. Nyeri, pendarahan, dan masalah buang air besar dan kecil adalah gejala yang paling umum.

Tergantung pada lokasi endometriosis, nyeri dapat berupa nyeri saat menstruasi atau nyeri selama dan sesudah hubungan intim. Selama menstruasi, wanita dapat mengalami pendarahan yang banyak dan lama, seperti spotting sebelum menstruasi, menstruasi yang tidak teratur, dan darah berwarna gelap yang keluar sebelum atau di akhir menstruasi. Ada beberapa jenis gangguan buang air besar dan kecil, termasuk rasa sakit saat buang air besar, darah dalam feses, diare, konstipasi, dan kolik, dan nyeri sebelum, selama, dan setelah buang air besar.

 

Diagnosis Endometriosis

Kista endometriosis adalah hasil dari endometriosis pada ovarium. Gejala penekanan biasanya muncul ketika kista endometriosis berukuran lebih dari 5 cm. Pada pemeriksaan dalam, kadang-kadang ditemukan benjolan di kavum Douglasi dan daerah ligamentum sakrouterina yang sangat nyeri saat ditekan. Ketika uterus digerakkan, biasanya sulit. Ketika ada kista, massa kistik di parametrium dapat teraba dan terasa sakit saat disentuh. Jika ada kecurigaan endometriosis pelvis, laparoskopi dapat dilakukan atau USG untuk menemukan massa kistik di daerah parametrium. Pulau-pulau endometriosis berwarna kebiruan dan biasanya berkapsul pada lapang pandang laparoskopi.

Dengan mengikuti jalur algoritma, pemeriksaan USG dapat dilakukan. Untuk diagnosis endometriosis yang akurat, pemeriksaan laparoskopi sangat penting. Ini memungkinkan diagnosis banding antara radang pelvis dan keganasan di area pelvis. Masa kistik di daerah parametrium dengan gambaran sonolusen (hipoekhoik) dengan ekho dasar yang kuat hanya dapat ditemukan melalui USG transvaginal yang telah dikenal akurasinya. Namun, tidak ada gambar yang spesifik untuk endometriosis.

 

Pengobatan Endometriosis

Pertama, pengobatan endometriosis menggunakan estrogen berdasarkan prinsip umpan balik negatif. Namun, ketika endometriosis menjadi lebih tua, estrogen mulai tidak disukai lagi dan mulai ditinggalkan. Dalam dua dekade terakhir ini, beberapa jenis hormon telah digunakan untuk pengobatan endometriosis, salah satunya adalah danazol, sejenis hormon sintetik pria turunan androgen yang mengubah gugus alkil pada atom C-17 ol. Karena endometriosis dapat menyebabkan infertilitas, pengobatan endometriosis pada pasien yang mengalami infertilitas harus diperhatikan.

Pada wanita infertilitas, pilihan pengobatan untuk endometriosis bervariasi dan bergantung pada berbagai faktor. Ini termasuk usia, luas endometriosis, luas dan lokasi perlekatan pelvik, serta faktor-faktor infertilitas bersamaan. Adanya kemajuan pesat dalam berbagai metode pengobatan, seperti elektrokauter, laser, dan laparoskopi operatif, sekarang memungkinkan semua bentuk endometriosis yang terlihat selama laparoskopi awal untuk diablasi. Pengobatan endometriosis didasarkan pada gejala pasien. Pasien endometriosis paling sering mengeluh nyeri dan infertilitas.

 

Sumber: Kemenkes


Copyright by Markbro 2025. All rights reserved.