Kulit Sehat Dengan Bantuan Vitamin A

artikel-2024-06-12T100139.811.png

Senyawa vitamin A memainkan peran penting dalam mengatur pertumbuhan sel, diferensiasi sel, dan sintesis protein, yang membantu penglihatan, melindungi tubuh dari kanker, perkembangan embrio, dan menjaga kesehatan kulit. Retinal dan asam retinoat adalah bentuk aktif vitamin A yang berfungsi pada fungsi penglihatan, sedangkan asam retinoat berfungsi pada kulit, mempengaruhi proliferasi dan diferensiasi keratinosit. Oleh karena itu, gangguan keratinisasi seperti phrynoderma, dermatomalacia, xerosis, xerostomia, hyposmia, dan hypogeusia dikaitkan dengan penyakit kulit yang disebabkan oleh kekurangan vitamin A. Vitamin A berfungsi sebagai antioksidan, mengurangi ukuran dan sekresi kelenjar sebasea, dan menjaga proses diferensiasi keratinosit kulit tetap normal.

Oleh karena itu, vitamin A telah banyak dikembangkan untuk mengobati berbagai penyakit kulit, termasuk akne vulgaris, psoriasis, likhen planus, foto penuaan dan kerusakan foto, dan keganasan kulit. Saat ini, berbagai macam vitamin telah banyak digunakan untuk memberikan nutrisi dan menjaga kulit tetap sehat, serta untuk mengobati berbagai penyakit kulit. Tubuh menggunakan kulit sebagai alat pertahanan utamanya terhadap ancaman dari luar, seperti radiasi ultraviolet, infeksi bakteri, dan stres mekanik dan kimia. Oleh karena itu, kulit harus diberikan pasokan mikronutrien yang cukup, termasuk berbagai jenis vitamin, untuk menjaga integritas dan fungsi bariernya.

 

Defisiensi Vitamin A

Kadar serum retinol dalam darah di bawah 20 g/dl (nilai normal plasma retinol adalah antara 20 dan 50 mcg/dL), dan kadar karotenoid di bawah 50 mcg/dL. Karakteristik manifestasi klinis dapat digunakan untuk mencurigai kekurangan vitamin A dalam tubuh dan hasilnya dapat dikonfirmasi dengan pemeriksaan kadar vitamin A serum (plasma retinol). Salah satu manifestasi klinis kekurangan Vitamin A dapat berupa masalah pada mata, kulit, atau mukokutaneus. Gangguan pada mata biasanya merupakan tanda pertama. Pada kondisi di mana vitamin A kurang, jaringan epitel di mata, paru-paru, dan usus menjadi rusak. Ini karena turnover atau pergantian sel epitel yang tinggi.

Phrynoderma, atau “kulit katak”, adalah kelainan kulit kering bersisik yang umum dialami pasien yang kekurangan vitamin A. Secara klinis, papula hiperkeratotik berkisar dari bentukan filiformis hingga papula kecil berbentuk kerucut dengan sumbatan intrafollicular sentral hingga papula besar dengan pusat bertanduk masif. Lesi pertama kali muncul pada permukaan ekstensor pada ekstremitas, bahu, dan kaki. Phrynoderma juga terjadi pada 5% pasien dengan manifestasi okular karena kekurangan vitamin A. Phrynoderma ini bukan contoh klinis spesifik dari kekurangan vitamin A; kekurangan vitamin B kompleks, vitamin C, vitamin E, dan malnutrisi juga dapat menyebabkannya.

 

Pencegahan Defisiensi Vitamin A

Dengan mengonsumsi makanan yang mengandung provitamin A banyak, seperti mangga, pepaya, dan sayuran berdaun hijau gelap, serta makanan hewani seperti kuning telur, ayam, dan hati. Untuk melindungi anak dari kekurangan vitamin A, anak-anak usia 6-11 tahun dapat menerima suplemen oral retinil palmitat 110 mg atau 66 mg retinil asetat (200.000 IU vitamin A) dan setengah dosis untuk anak-anak tersebut setiap 4-6 bulan.

 

Sumber: Kemenkes

Admin PERSI JATIM faradilla

Copyright by Markbro 2023. All rights reserved.