PERSI-WEB-5.png

Mata merupakan salah satu panca indra yang paling penting dalam kehidupan manusia, dengan mata, manusia bisa menikmati keindahan alam yang begitu luar biasa. Mengingat indra ini memiliki peran yang begitu penting, akan tetapi tidak semua orang mengetahui bagaimana cara menjaga kesehatan mata yang benar.

Oleh karena itu, agar mata Anda tetap sehat dan bisa terus menikmati keindahan, Anda harus memelihara kesehatan mata Anda dengan baik. Caranya adalah dengan makan makanan yang banyak mengandung semua nutrisi yang dibutuhkan oleh mata.

Perlu diketahui, secara tidak sadar beberapa aktivitas sehari-hari membuat mata Anda lelah. Beberapa faktor yang menyebabkan mata terlihat lelah, antara lain:

  • Baca sambil tiduran.
  • Nonton televisi dengan jarak yang cukup dekat.
  • Membaca diatas kendaraan yang berjalan.
  • Paparan cahaya matahari.
  • Menyetir pada malam hari.
  • Melihat fokus yang lebih kecil seperti memasukkan benang ke jarum.

Menjaga Kesehatan Mata dengan Makanan

1. Wortel
Wortel mengandung vitamin A yang dipercaya menjaga kesehatan mata, pertumbuhan, perkembangan, dan fungsi kekebalan tubuh. Selain itu, wortel mengandung biotin (salah satu vitamin B) yang berperan dalam metabolisme lemak dan protein. Selain beta-karoten, manfaat wortel juga didapat dari kandungan serat, vitamin K, dan kalium.

2. Tomat
Selain kaya akan Vitamin C, buah tomat juga kaya akan vitamin A yang sangat cocok untuk kesehatan mata. Jadi, tidak ada alasan bagi Anda untuk tidak mengonsumsi buah yang satu ini, apa lagi harganya cukup murah dan mudah ditemukan dimana-mana.

3. Telur
Cara menjaga kesehatan mata lainnya yang dapat mudah dilakukan adalah dengan mengonsumsi telur. Telur tidak hanya kaya akan Vitamin B12 dan juga Vitamin D, tapi juga kaya akan Vitamin A yang sangat baik untuk kesehatan mata manusia.
Kandungan lutein dan zeaxanthin yang terdapat dalam putih telur dipercaya dapat mencegah penyakit katarak. Telur juga merupakan salah satu jenis makan yang sangat mudah ditemukan dan memiliki rasa yang enak.

4. Coklat hitam
Bagi Anda yang tidak menyukai sayuran, Anda bisa menggantinya dengan coklat hitam. Coklat hitam dipercaya dapat melindungi mata dari kebutaan berkat adanya flavonoid yang berfungsi melindungi pembuluh darah mata dan memperkuat kornea mata dan retina.

5. Sayur bayam
Seperti diketahui bahwa bayam juga kaya akan vitamin A yang sangat baik untuk kesehatan mata. Hal itu berkat adanya kandungan lutein dan zeaxanthin yang sangat di butuhkan oleh mata.
Nah, itulah beberapa cara menjaga kesehatan mata yang bisa Anda coba. Selain makanan, terdapat beberapa langkah menjaga kesehatan mata lain yang harus Anda lakukan, di antaranya :

  • Batasi paparan sinar UV

Paparan berlebih sinar ultraviolet (UV) dari matahari dalam jangka waktu yang lama dapat menyebabkan gangguan pada kesehatan mata seperti meningkatkan risiko katarak dan degenerasi makular. Pastikan mata Anda terlindung dari sinar matahari dengan menggunakan kacamata hitam yang memiliki proteksi terhadap sinar UV.

  • Tidak merokok

Merokok dapat meningkatkan risiko Anda terkena berbagai penyakit mata seperti katarak, kerusakan saraf mata dan degenerasi makular. Selain itu, dengan berhenti merokok, Anda juga bisa terhindar dari risiko penyakit jantung dan tekanan darah tinggi.

  • Rutin periksa mata

Guna memastikan kesehatan mata tetap terjaga dengan baik, lakukan pemeriksaan mata secara rutin setiap 6 bulan sekali. Tidak semua penyakit mata memiliki keluhan, seperti misalnya glaukoma yang sering kali tidak menimbulkan gejala. Dengan pemeriksaan mata rutin, penyakit mata dapat terdeteksi sejak dini.

Perlu diketahui, selain makanan yang mengandung vitamin A, cara menjaga kesehatan mata yang juga tidak boleh terlewatkan adalah dengan memenuhi asupan tubuh dengan makanan yang mengandung vitamin C, vitamin E, asam lemak omega-3, lutein, dan zink agar Anda terhindar dari berbagai penyakit mata seperti degenerasi makular dan katarak.

Sumber : RSU. Muhammadiyah Surya Melati


PERSI-WEB-4.png

Sebagian besar kasus kanker serviks disebabkan oleh adanya infeksi dari virus Human Papilloma Virus (HPV) yang dapat ditularkan melalui hubungan seksual.

Kanker ini menjadi kanker ke-4 paling banyak diderita perempuan. Tingginya angka perempuan yang menderita kanker serviks di Indonesia disebabkan oleh rendahnya kesadaran akan bahaya penyakit tersebut.

Selain itu, kanker serviks memiliki minim gejala dan terkadang tidak menunjukkan gejala tahap awal sama sekali. Meski begitu, kanker serviks adalah satu-satunya kanker yang dapat dicegah.

Seperti apa pencegahan kanker serviks?

Langkah pencegahan kanker serviks

Kanker serviks atau nama lainnya kanker leher rahim, adalah suatu keganasan yang tumbuh pada sel-sel di leher rahim. Umumnya, penyakit ini tidak memiliki gejala yang khas pada gejala awal sehingga sering kali diabaikan.

Adapun gejala kanker serviks yang lebih dari stadium 1 ditandai oleh beberapa ciri, seperti:

  • Keputihan dalam jumlah yang banyak dan berbau
  • Perdarahan vagina ketika melakukan hubungan seksual (contact bleeding)
  • Perdarahan tidak wajar dari vagina padahal sedang tidak haid
  • Siklus menstruasi tidak teratur dan cenderung menjadi lebih panjang
  • Rasa sakit pada panggul (di perut bagian bawah), pinggang (punggung bawah) atau kaki.
  • Hilangnya nafsu makan sehingga menyebabkan berat badan menurun
  • Badan terasam lemas dan mudah lelah

Tetapi Sahabat MIKA dapat melakukan berbagai cara untuk mencegah kanker serviks, yang meliputi:

1. Dapatkan vaksinasi HPV
Cara primer untuk mencegah kanker serviks adalah dengan vaksinasi HPV. Penting untuk dicatat bahwa vaksin HPV merupakan upaya pencegahan dan bukan untuk mengobati.

Jadwal pemberian yaitu 3 dosis (bulan ke-0, ke-2 dan ke-6). Berikut rekomendasi untuk vaksinasi HPV, menurut CDC:

  • Remaja wanita berusia 10–13 tahun,
  • Wanita berusia 13-26 tahun yang belum divaksin dan belum pernah menderita kanker serviks.
  • Anak laki-laki, mulai usia 11 tahun, serta laki-laki usia 13-21 tahun yang belum pernah divaksinasi.
  • Biseksual dan laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki; transgender; dan orang dengan gangguan kekebalan (termasuk terinfeksi HIV) yang belum pernah divaksinasi secara memadai sebelumnya, hingga usia 26 tahun.

2. Rutin deteksi dini kanker serviks
Cara mencegah kanker serviks yaitu melalui prosedur medis yang dilakukan untuk mendeteksinya melalui pap smear atau pemeriksaan IVA secara berkala. Langkah ini dilakukan untuk memantau kondisi serviks selalu terpantau dan agar penanganan bisa lebih cepat dilakukan jika terdapat kanker

Jika Anda berusia 21 tahun, sudah menikah ataupun melakukan hubungan seksual, pap smear sebaiknya dilakukan secara teratur. Tes ini digunakan untuk mencari perubahan prakanker pada sel-sel di serviks.

Lakukan pap smear setidaknya 3 tahun sekali sampai usia 65 tahun.

Selain pap smear, deteksi dini juga bisa dilakukan dengan inspection with acetic acid atau IVA. Tes skrining IVA dilakukan dengan mencari kelainan pada leher rahim dengan memakai cuka putih yang dioleskan ke serviks. Cuka akan berubah menjadi putih saat terkena cuka.

Skrining untuk kanker serviks dapat dilakukan selama janji dengan dokter spesialis ginekologi.

3. Lakukan hubungan seks yang aman
Seperti yang diketahui, virus HPV menyebar melalui kontak seksual, terutama yang berisiko. Misalnya tidak memakai kondom sebagai pengamanan dan berhubungan seks dengan berganti-ganti pasangan.

Untuk itulah, sebagai cara mencegah kanker serviks berikutnya adalah dengan melakukan hubungan seksyang aman. Kondom membantu menurunkan risiko tertular HPV dan mengembangkan penyakit terkait HPV, termasuk kanker serviks.

Namun, meskipun kondom membantu menurunkan risiko terkena penyakit terkait HPV, termasuk kanker serviks, perlu diketahui bahwa HPV dapat menginfeksi area yang tidak tercakup oleh kondom, jadi kondom mungkin tidak sepenuhnya melindungi dari HPV.

4. Konsumsi makanan pencegah kanker serviks
Ada sejumlah makanan yang dapat dikonsumsi untuk mencegah kanker serviks, seperti:

  • Makanan dengan kandungan vitamin A, C, dan E, serta mineral (kalsium dan asam folat), seperti tuna, hati, telur, jeruk, wortel, dan produk susu.
  • Makanan yang akan kaya vitamin B dan folat seperti kubis, brokoli, kembang kol, dan sebagainya
    Alpukat
  • Salmon, cerry, blueberry, dan lemak karena kaya antioksidan yang diperlukan untuk mencegah kanker serviks.
  • Polifenol dan flavonoid, melalui minyak zaitun, teh hijau, cokelat, anggur merah, raspberry hitam, blackberry, kenari, paprika hijau, dan tomat.

5. Pola hidup sehat
Selain mengonsumsi makanan pencegah kanker serviks, kebiasaan hidup sehat juga sangat penting untuk dilakukan. Perubahan pola hidup sehat terdiri dari rajin berolahraga dan rutin beraktivitas.

Hindari juga paparan polusi dan paparan asap rokok. Faktor ini dapat meningkatkan risiko Anda terkena kanker serviks. Zat beracun dalam asap tembakau dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh, sehingga membuat tubuh lebih sulit untuk membunuh sel kanker.

Selain itu, racun ini dapat merusak atau mengubah DNA sel, menyebabkan tumor. Tak hanya pada perokok aktif, perokok pasif dan memiliki pasangan seksual yang merokok dapat berkontribusi pada risiko kanker serviks.

Nikotin dan zat lain dalam tembakau dapat masuk ke leher rahim melalui air mani, mengganggu sistem kekebalan dan kemampuan tubuh untuk mempertahankan diri melawan kanker.

Waktu yang tepat untuk melakukan pencegahan
Pencegahan kanker serviks tentu harus dilakukan lebih cepat sebelum muncul gejalanya. Apalagi kebanyakan infeksi HPV berlangsung tanpa gejala

Jika sudah aktif secara seksual, maka Sahabat MIKA sebaiknya segera melakukan tindakan pencegahan.

Setiap wanita yang aktif secara seksual berisiko terkena HPV. Infeksi HPV dapat ditularkan melalui sexual intercouse, skin-to-skin genital contact, manual to genital, oral to genital. Penetrasi seksual tidak selalu diperlukan untuk terjadinya infeksi

Penggunaan kondom dapat mengurangi risiko infeksi, namun tidak memberikan proteksi penuh dari infeksi HPV.

Bagi ibu hamil, HPV dapat ditularkan pada bayi baru lahir saat proses persalinan. Upaya pencegahan kanker serviks dilakukan untuk menurunkan angka kematian wanita di Indonesia.

Sumber : RS Mitra Keluarga


PERSI-WEB-1-1.png

PELAYANAN REHABILITASI MEDIK adalah pelayanan holistik untuk mengembalikan kemampuan fungsi yang optimal atau kemandirian dan atau mencapai hidup yang berkualitas.

Tujuan Rehabilitasi Medik

  • Agar dapat mengatasi keadaan / kondisi sakit melalui intervensi medik, keterapian fisik, keteknisian medik dan tenaga lain yang terkait,
  • Mencegah komplikasi tirah baring dan atau penyakitnya yang mungkin membawa dampak kecacatan
  • Memaksimalkan kemampuan fungsi, meningkatkan aktifitas dan partisipasi pada difabel.
  • Mempertahankan kualitas hidup atau mengupayakan kehidupan yang berkualitas.

Fasilitas yang Dimiliki Unit Rehabilitasi Medik :

  • Softwave Diathermy
  • Ultrasound Diathermy
  • Infrared
  • Electrical Stimulation
  • Therapeutic Excercise
  • Gymnasium Anak
  • Laser
  • Taping

Contoh Penerapan Rehabilitasi Medik :

1. Penyakit Anak

  • Bronkhitis dengan bentuk lama.
  • Kelumpuhan tangan pada bayi baru lahir.
  • Kaki bengkok ( CTEV ).
  • Keterlambatan perkembangan anak.
  • Penyakit otot pada anak.

2. Penyakit Syaraf

  • Nyeri pinggang.
  • Leher tenggeng.
  • Kelumpuhan.
  • Stroke

3. Bedah

  • Pasca operasi patah tulang.
  • Luka bakar.
  • Pasca amputasi.
  • Nyeri pasca operasi.

4. Penyakit Dalam

  • Rematik.
  • Osteoporosis.
  • Akibat penyakit kencing manis.

5. Penyakit kandungan

  • Senam hamil.
  • Senam Nifas.
  • Radang saluran indung telur.

PERSI-WEB-2.png

Osteoporosis atau keropos tulang adalah salah satu penyakit yang biasa terjadi pada lansia (lanjut usia). Menurut International Osteoporosis Foundation, 1 dari 3 wanita dan 1 dari 5 pria dengan usia 50 tahun keatas di seluruh dunia akan mengalami penyakit ini. Sementara itu, Kemenkes RI mencatat prevalensi osteoporosis di Indonesia sebesar 23% pada wanita berusia 50-80 tahun, dan 53% pada wanita berusia 80 tahun keatas. Pengeroposan tulang terjadi karena menurunnya kepadatan tulang, sehingga kualitas tulang menjadi rentan dan rapuh seiring waktu.

Osteoporosis jika tidak dicegah dan diobati dengan baik akan berdampak pada kualitas gerak tubuh Anda di kehidupan sehari-hari.

Apa itu osteoporosis?

Osteoporosis adalah penyakit yang umumnya terjadi karena kerusakan jaringan tulang. Sehingga, tulang mengalami penipisan dan pengurangan massa. Hal ini berdampak pada hubungan antar tulang.

Kondisi tersebut dapat menyebabkan rasa sakit jika bergerak karena tulang Anda mengalami penurunan massa dan keropos. Fatalnya berakibat pada fraktur tulang, padahal Anda hanya sekadar ingin mengikat tali sepatu, bersin, atau melakukan aktivitas dengan gerakan sederhana lainnya. Biasanya, osteoporosis mudah terjadi pada tulang belakang, tulang pinggul, dan pergelangan tangan.

Macam-macam osteoporosis

Anda perlu mengetahui jika osteoporosis memiliki berbagai macam berdasarkan perbedaan faktor. Berikut adalah macam-macam osteoporosis:

1. Osteoporosis primer
Osteoporosis primer, biasa disebut dengan osteoporosis tipe 1, merupakan osteoporosis yang umumnya dikenali karena terjadi pada wanita usia lanjut atau mulai menunjukkan tanda-tanda menopause. Penyebab utama tipe osteoporosis primer ini karena menurunnya hormon estrogen pada wanita dan hormon androgen pada pria. Sehingga, tulang perlahan akan mengalami pengapuran.

2. Osteoporosis sekunder
Osteoporosis sekunder atau osteoporosis tipe 2 adalah pengapuran tulang yang disebabkan oleh penyakit tertentu dan sedang mengkonsumsi obat-obatan tertentu. Akibatnya, terjadi gangguan pertumbuhan jaringan tulang baru. Beberapa penyakit yang rentan terserang osteoporosis tipe ini antara lain diabetes, lupus, ginjal, liver.

Osteogenesis imperfecta dan idiopathic juvenile osteoporosis adalah dua jenis kelainan tulang yang masuk ke dalam pengeroposan tulang tipe 2 yang biasa terjadi pada anak.

Faktor risiko osteoporosis
Osteoporosis dapat terjadi oleh siapa saja dengan faktor yang berbeda. Maka dari itu, yuk ketahui faktor risiko osteoporosis yang umumnya dialami oleh para penderitanya:

  • Wanita mudah terserang osteoporosis karena jaringan tulangnya yang sedikit dan mudah rapuh karena faktor menopause.
  • Semakin bertambah usia, semakin rentan terkena osteoporosis karena tulang yang semakin menipis.
  • Osteoporosis dapat terjadi karena genetik.
  • Hormon seksual, seperti estrogen pada wanita dan testosteron pada pria melemah.
  • Penderita anorexia nervosa, salah satu eating disorder yang menyebabkan tubuhnya kurus menyerupai tulang.
  • Pasien yang sedang dalam masa pengobatan yang cukup lama.
  • Kurangnya asupan vitamin D dan kalsium.
  • Memiliki gaya hidup yang tidak sehat, seperti merokok, sering mengkonsumsi alkohol, dan mengkonsumsi kafein dengan kadar tinggi.

Gejala osteoporosis yang wajib Anda ketahui

Di Indonesia tercatat bahwa penderita osteoporosis sebesar 40% perempuan dan 13% pria berusia 50 tahun keatas. Faktor terjadinya pengeroposan tulang adalah menurunnya hormon, genetik, serta gaya hidup yang dapat mempengaruhi kesehatan tulang, seperti tidak aktif berolahraga, konsumsi minuman yang mengandung alkohol, soda, dan kafein terlalu sering, serta merokok.

Perlu diketahui jika penyakit osteoporosis tidak memiliki gejala (silent disease). Maka dari itu, Anda harus mengenal gejala osteoporosis berikut ini:

  • Sakit punggung berkelanjutan dalam jangka waktu yang lama,
  • Sering mengalami cedera pada tulang,
  • Postur tubuh yang kian lama semakin membungkuk,
  • Menurunnya tinggi badan,
  • Patah tulang akibat cedera ringan.

Sumber : RS mitra keluarga


PERSI-WEB.png

Henti jantung adalah kondisi yang dapat ditandai dengan hilangnya kesadaran dan napas yang berhenti. Kondisi ini terjadi karena gangguan listrik di jantung, yang mengakibatkan pompa jantung terhenti. Akibatnya, aliran darah ke seluruh tubuh juga terhenti.

Henti jantung mendadak dapat mengakibatkan kerusakan otak permanen hingga kematian. Karena ini yuk mari tambah wawasan kita seputar henti jantung apa yang perlu kita tau:

Tanda Orang Mengalami Henti Jantung:

  • Tidak sadarkan diri
  • Tidak ada pulsasi nadi
  • Tidak ada napas atau napas tidak normal

Apa yang perlu saya lakukan apabila ada orang di sekitar saya mengalami henti jantung?

  • Pastikan penolong aman berada di kondisi yang aman (jauh dari bahaya seperti kebakaran, banjir, jalur kendaraan bermotor, dsb)
  • Panggil dengan cara menepuk korban untuk memastikan kesadaran korban
  • Memanggil bantuan atau mengaktifkan sistem respon gawat darurat (bila ada)
  • Bila ada AED (Automatic External Defibrillation) dalam jangkauan, segera ambil.

 

Sumber : RS Darmo


Desain-tanpa-judul-2.png

Kelor atau Moringa Oleifera merupakan salah satu jenis tanaman tropis yang tumbuh dan berkembang di daerah tropis seperti Indonesia. Kegunaan kelor pun bermacam-macam, selain sebagai sayuran berkuah, tak asing jika kita mendengar kelor sebagai peluruh susuk. Tapi jika kita telisik lebih dalam, kelor mempunyai kandungan gizi yang baik. Tak jarang banyak peneliti yang menyebut kelor sebagai God Of Leaves.

Moringa Oleifera kaya akan zat gizi yaitu protein,serat, vitamin dan mineral. Kelor juga mengandung Vitamin C,E dan polifenol yang merupakan sumber antioksidan alami. Saat ini kelor juga dilaporkan memiliki efek anti inflamasi, anti kanker, efek melindungi hati (hepatoprotektor) bahkan anti diabetes.

Tidak semua pasien yang dirawat di RSUD dr.M.Soewandhie mampu mengasup makanan melalui mulut. Kondisi seperti penurunan kesadaran, adanya gangguan menelan dan mengunyah pada pasien stroke misalnya, atau keadaan muntah yang berlebihan, juga bisa menjadi sebab pasien dipasang selang melalui hidung menuju lambung untuk mengasup makanan. Pada pasien dengan kondisi seperti inilah, diberi makanan cair atau formula sonde enteral . saat ini banyak ditemukan makanan cair berupa susu dengan komposisi gizi yang baik. Fakta di lapangan, tidak semua pasien dapat mengasup susu dalam jumlah yang banyak. Diperlukan formula sonde yang mampu mengakomodasi beberapa masalah di atas.

Nutri-ID (baca : Nutri Wandhie) merupakan produk formula sonde entral rumah sakit yang dikembangkan oleh Instalasi Gizi RSUD dr.Mohamad Soewandhie untuk menjawab hal di atas. Penambahan kelor dalam formula sonde buatan rumah sakit memiliki nilai plus antara lain, kandungan protein nabati pada kelor dapat menambah kandungan protein formula sonde serta memperkaya jenis asam amino yang diterima pasien, meningkatkan kandungan serat dan vitamin mineral formula sonde.

Nutri – ID terdiri dari bahan-bahan yaitu maltodekstrin, minyak kelapa, tahu, tepung daun kelor, susu skim, serta nasi lembek/nasi tim. Tiap 250 ml Nutri-ID mengandung energy 256,8 kkal, protein 7 gram, lemak 6,3 gram, dan karbohidrat 43 gram. Densitas energy Nutri-ID adalah sebesar 1 kkal/cc.

Untuk mempermudah pembuatan, daun kelor disediakan dalam bentuk tepung. Selanjutnya bahan-bahan tersebut diblender hingga homogen, disaring lalu ditempatkan di gelas untuk pasien.

Sumber : RS Soewandi Surabaya


Desain-tanpa-judul-1.png

Susu adalah minuman yang memiliki banyak manfaat. Selain untuk perkembangan otak anak, minum susu bermanfaat sebagai salah satu sumber daya tahan tubuh. Selain itu susu juga membantu pembentukan tulang dan gigi anak agar sehat dan kuat. Ternyata, susu juga menyehatkan sistem pencernaan anak dan meningkatkan penyerapan kalsium. Serta susu juga bisa berfungsi sebagai penghilang stres dan penguat energi tubuh setelah anak beraktivitas

Kandungan Gizi pada Susu

Kasein. Kandungan zat ini di dalam susu sangat banyak yaitu sekitar 80%. Salah satu peran penting dari kasein adalah meningkatkan daya serap tubuh terhadap mineral seperti kalsium dan fosfor.

Lemak. Susu adalah salah satu sumber lemak jenuh yang sangat tinggi. Hal ini sangat wajar mengingat 70% kandungan di dalamnya terdiri dari senyawa asam lemak. Lemak ini adalah satu dari sekian banyak lemak alami kompleks yang terdiri dari sekitar 400 jenis asam lemak. Susu segar yang langsung diperah dari sapi sendiri memiliki kandungan lemak setidaknya sebesar 4 persen. Selain menjadi cadangan energi, lemak dalam susu juga sangat penting untuk meningkatkan kemampuan berpikir manusia.

Karbohidrat. Karbohidrat yang terdapat di dalam susu umumnya merupakan peralihan bentuk dari gula laktosa. Jadi ketika susu memasuki sistem pencernaan manusia, laktosa terpecah menjadi glukosa dan galaktosa. Keduanya kemudian terserap dalam sistem peredaran darah, di mana pada satu titik tertentu hati akan mengubah galaktosa menjadi glukosa. Pada beberapa orang, kekurangan enzim yang diperlukan untuk menghancurkan laktosa akan menyebabkan sebuah kondisi yang dinamakan intoleransi laktosa.

Vitamin dan mineral. Susu memiliki banyak kandungan vitamin dan mineral yang diperlukan untuk menjaga proses pertumbuhan agar berjalan dengan baik. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut:

1. Kalsium. Kalsium adalah nutrisi yang diperlukan untuk membentuk pertumbuhan tulang dan gigi. Satu gelas susu atau sekitar 240 ml, memiliki kandungan kalsium setara dengan 7 mangkok brokoli.

2. Vitamin B12. Vitamin yang berfungsi membantu proses pembentukan sel-sel darah merah ini juga terdapat dalam jumlah yang cukup banyak di dalam susu. Satu cangkir susu bisa memenuhi 50% kebutuhan vitamin B12 harian yang diperlukan oleh tubuh. Dengan begitu kamu juga telah berperan menjaga fungsi sistem saraf pusat agar tetap berjalan dengan baik.

3. Vitamin A. Tidak hanya wortel, ternyata susu juga bisa menjadi sumber vitamin A yang baik untuk kesehatan mata. Setiap kamu meminum secangkir susu, kamu telah memenuhi 15% kebutuhan vitamin A harian yang berguna untuk menjaga daya tahan tubuh agar tetap optimal.

4. Riboflavin. Meski mungkin masih sedikit asing di telinga, zat yang juga dikenal sebagai vitamin B2 ini mampu mengubah asupan makanan menjadi energi. Meminum satu gelas susu sehari akan mencukupi sekitar 35% kebutuhan harian tubuhmu akan riboflavin.

5. Fosfor. Selain kalsium, fosfor juga sangat diperlukan untuk menjaga kesehatan tulang dan gigi. Susu sendiri merupakan minuman yang kaya akan mineral ini.

Jenis Susu untuk Anak

1. Susu bubuk

Susu bubuk dibuat dengan cara menguapi susu cair sehingga kandungan airnya benar-benar hilang dan menjadi butiran bubuk. Berdasarkan Data Komposisi Pangan dari Kemenkes RI, dalam 100 miligram (mg) susu bubuk umumnya mengandung 513 kalori, 24,6 gr protein, dan 30 gr lemak. Ada juga kandungan karbohidrat sebanyak 36,2 gr dan mineral kalsium sekitar 904 mg.

2. Susu full cream

Susu full cream dikenal juga dengan nama susu whole milk atau susu fat milk karena kandungan lemaknya yang cukup tinggi. Susu full cream untuk anak SD bisa hadir dalam bentuk bubuk maupun cair. Jenis susu ini mengandung setidaknya 3,25% lemak atau sekitar 8 gr lemak. Jadi, setidaknya sekitar 50% asupan kalori dari susu ini berasal dari lemak.

3. Susu evaporasi

Susu evaporasi dibuat dengan cara menghilangkan sekitar 60% air di dalam susu. Susu kemudian dilakukan penyeragaman kandungan, misalnya diperkaya dengan vitamin D dan vitamin A. Susu evaporasi biasanya tidak diberikan secara langsung seperti susu cair maupun susu bubuk yang dicairkan. Susu jenis ini umumnya digunakan sebagai pengganti krim, pelengkap makanan penutup, maupun pengganti susu kental manis. Akan tetapi, anak yang memiliki alergi dengan susu sapi tidak dianjurkan untuk mengonsumsi makanan maupun minuman yang mengandung susu evaporasi.

4. Susu UHT (ultra high temperature)

Susu UHT diproses dalam suhu yang sangat tinggi untuk mematikan berbagai mikroorganisme asing dalam susu dan memperpanjang umur simpan. Pemprosesan susu dengan suhu tinggi ini disebut dengan pasteurisasi. Pemanasan ini tidak hanya membunuh patogen, tetapi juga memperlambat pembusukan yang dipicu oleh bakteri lain. Proses pasteurisasi yaitu memanaskan susu sampai suhu 70-75 derajat Celcius selama 15 detik. Namun, dengan teknik terbaru prosesnya lebih cepat yaitu 150 derajat Celcius selama 5 detik. Pada suhu itu, semua kandungan berbahaya, termasuk spora dan enzim yang bisa merusak susu akan mati dalam proses pemanasan. Susu UHT biasanya disenangi kecil karena memiliki variasi rasa yang beragam.

5. Susu kambing

Susu kambing sering menjadi pilihan lain untuk diberikan pada anak SD. Akan tetapi, mengutip dari NHS, formula susu kambing tidak cocok diberikan untuk anak-anak yang memiliki alergi susu. Alasannya, formula yang terkandung di dalam susu kambing memiliki kandungan protein yang sangat mirip dengan susu sapi. Namun, manfaat susu kambing bisa dijadikan pilihan bila anak Anda merasa bosan dengan susu sapi yang itu-itu saja.

6. Susu kedelai

Susu kedelai biasanya digunakan sebagai alternatif untuk gejala anak alergi susu sapi atau kambing. Ini karena protein di dalam susu sapi yang dapat memicu reaksi alergi, tidak ada di dalam susu kedelai. Sesuai dengan namanya, susu kedelai merupakan jenis susu nabati karena diolah dari tanaman sehingga kandungan lemaknya tidak sebanyak susu sapi.

 

Cara Memilih Susu yang Tepat

1. Pastikan susu tidak mengandung gula tambahan

Dalam memilih susu anak, pastikan susu yang diberikan tidak mengandung gula tambahan. Penambahan gula dalam jumlah berlebihan dapat menyebabkan anak mengalami kelebihan berat badan. Konsumsi gula berlebih saat kanak-kanak juga akan meningkatkan risiko anak memiliki pola makan yang buruk saat dewasa.

2. Pertimbangkan susu organik

Susu organik dapat menjadi pilihan susu yang baik untuk anak. Susu organik diyakini lebih aman dan sehat karena diperoleh dari sapi perah yang tidak mendapatkan suntikan hormon pertumbuhan maupun obat-obat lainnya. Selain itu, sapi penghasil susu organik juga mengonsumsi rumput tanpa pestisida, sehingga susu yang dihasilkan bebas dari bahan-bahan kimia berbahaya.

3. Pilih susu dengan kandungan FOS dan GOS

Pastikan susu anak mengandung frukto-oligosakarida (FOS) dan galakto-oligosakarida (GOS). Kedua kandungan ini mampu meningkatkan jumlah bakteri baik dalam usus, sehingga saluran cerna anak akan lebih sehat. Jika saluran cerna anak sehat, maka daya tahan tubuhnya juga akan lebih kuat.

4. Pastikan susu mengandung omega-3 dan omega-6

Selain mengandung FOS dan GOS, Anda perlu memiilih susu dengan kandungan asam lemak omega-3 dan omega-6. Omega-3 baik untuk perkembangan kognitif dan perkembangan otak anak. Sebuah penelitian bahkan menyebutkan bahwa tercukupinya kebutuhan omega-3 dapat membuat anak memiliki daya ingat dan konsentrasi yang lebih baik. Sedangkan omega-6 berperan penting dalam menjaga daya tahan tubuh anak.

5. Pilih yang mengandung zat besi

Kandungan zat besi dalam susu sangat dibutuhkan anak untuk tumbuh kembangnya. Oleh karena itu, pastikan susu yang Anda berikan kepada anak mengandung mineral ini.

Jika anak memiliki kondisi medis tertentu, misalnya alergi protein susu sapi atau intoleransi laktosa, lakukanlah konsultasi dengan dokter terlebih dahulu untuk menentukan pilihan susu dan makanan yang sesuai dengan kondisi anak.

Sumber : vivahealth.co.id


Desain-tanpa-judul.png

Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN)
>>> GRATIS, AMAN, BERKUALITAS <<<

Sasaran:
• Usia 9 – 59 bulan tambahan imunisasi campak rubella tanpa memandang status imunisasinya
• Usia 12 – 59 bulan imunisasi kejar untuk melengkapi imunisasinya (OPV, IPV, dan DPT/HB/HIB)

Lokasi Imunisasi : Lt. 5 Gedung Graha RS Islam Surabaya -A.Yani
Pelaksanaan : Mulai Bulan Agustus 2022

Yuk, Lindungi Anak Indonesia dari penyakit-penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi!

Sumber : RSI A.Yani


Penyebab-Pembukaan-Saat-Persalinan-Terlalu-Lama.jpg

Persalinan yang terlalu lama bukan hanya dapat menguras tenaga, tapi juga berbahaya bagi kondisi ibu dan janin di dalam kandungan. Proses persalinan yang macet ini bisa menyebabkan ibu kelelahan, serta meningkatkan risiko bayi mengalami gawat janin, cedera, dan infeksi.

Persalinan normal dapat memakan waktu sekitar 12-18 jam pada ibu yang baru pertama kali melahirkan dan bisa beberapa jam lebih cepat pada ibu yang sudah melahirkan lebih dari sekali.

Persalinan terlalu lama didefinisikan sebagai persalinan yang berlangsung lebih dari 20 jam untuk ibu yang melahirkan pertama kali. Sedangkan untuk ibu yang sudah melahirkan lebih dari sekali, persalinan disebut terlalu lama jika berlangsung selama lebih dari 14 jam.

Penyebab Proses Persalinan Menjadi Lebih Lama

Ada beberapa hal yang mungkin menyebabkan proses persalinan menjadi lebih lama, yaitu:

  • Penipisan leher rahim atau pembukaan jalan lahir yang berlangsung lambat.
  • Kontraksi yang muncul tidak cukup kuat.
  • Jalan lahir terlalu kecil untuk dilewati bayi, atau bayi terlalu besar untuk melewati jalan lahir tersebut. Kondisi ini disebut juga CPD (cephalopelvic disproportion).
  • Posisi bayi tidak normal, misalnya sungsang atau melintang.
  • Melahirkan anak kembar.
  • Masalah psikologis yang dialami ibu, seperti stres, takut, atau rasa khawatir berlebihan.

Kemungkinan Buruk yang Bisa Menimpa Bayi

Waktu persalinan yang berlangsung lebih lama berpotensi membahayakan kesehatan bayi. Berikut ini adalah beberapa komplikasi yang dapat muncul akibat proses persalinan yang terlalu lama:

1. Baykekurangan oksigen di dalam kandungan

Proses persalinan yang terlalu lama bisa membuat bayi kekurangan oksigen. Semakin lama bayi kekurangan oksigen, maka akan semakin parah efek yang akan ia alami.

Beberapa hal yang mungkin dialami bayi usai persalinan bila ia kekurangan oksigen adalah kesulitan bernapas, detak jantung lemah, otot lemas atau lunglai, dan kerusakan organ, terutama otak.

Bila kondisi ini sudah parah, bayi mungkin bisa mengalami gangguan pada otak, jantung, paru-paru atau ginjal yang berpotensi membahayakan nyawanya.

2. Detak jantungnya tidak normal

Persalinan yang terlalu lama bisa membuat detak jantung bayi tidak normal. Detak jantung normal bayi yang baru lahir berkisar antara 120-160 denyut per menit. Jika detak jantung kurang dari 120 atau lebih dari 160 per menit, maka kondisi ini dapat dianggap tidak normal.

Detak jantung janin yang terlalu pelan atau cepat ini bisa jadi menandakan bahwa ia mengalami gawat janin.

3. Gangguan napas pada bayi

Proses persalinan yang lama bisa membuat bayi stres dan mengeluarkan tinja pertamanya atau mekonium. Mekonium ini bisa bercampur dengan cairan ketuban dan terhirup oleh bayi, sehingga masuk ke dalam paru-parunya. Bila hal ini terjadi, bayi bisa mengalami gangguan pernapasan.

4. Infeksi rahim

Proses persalinan yang terlalu lama bisa meningkatkan risiko terjadinya infeksi di dalam rahim atau ketuban yang disebut korioamnionitis. Kondisi ini terjadi ketika bakteri telah menginfeksi kantong dan cairan ketuban yang mengelilingi janin.

Air ketuban yang terinfeksi merupakan kondisi serius yang bisa membahayakan kondisi janin maupun ibu.

Selain berbahaya bagi janin, persalinan terlalu lama juga dapat membahayakan kondisi ibu. Persalinan terlalu lama ini bisa menyebabkan ibu lebih berisiko mengalami perdarahan pascapersalinan dan ruptur perineum.

Untuk membantu mempercepat proses persalinan yang terlalu lama, dokter mungkin akan mengeluarkan bayi dengan alat bantu persalinan, seperti vakum atau forcep, bila kepala bayi sudah sampai di luar vagina. Sebelum melakukan tindakan tersebut, dokter akan melakukan episiotomi untuk memperlebar jalan lahir bayi.

Jika kepala janin belum turun melewati leher rahim dan persalinan sudah berlangsung terlalu lama, maka dokter mungkin akan menyarankan ibu untuk melakukan induksi peralinan atau bisa juga melahirkan dengan operasi caesar jika proses induksi gagal.

Tidak hanya selama kehamilan, proses persalinan pun perlu dipersiapkan sebaik mungkin. Dengan persiapan yang baik, ibu hamil maupun dokter dapat mengantisipasi kesulitan yang mungkin terjadi selama proses persalinan, termasuk persalinan yang berlangsung lebih lama.

sumber: signum

 


pet-scan.jpg

Metode pemeriksaan PET Sweep mungkin masih awam di telinga masyarakat Indonesia. Namun ternyata, metode medis ini bisa mendeteksi penyakit mematikan, seperi kanker, sakit jantung, dan gangguan otak. Positron Emanation Tomography atau PET Output adalah tes pencitraan yang dapat membantu mengungkapkan fungsi metabolisme atau biokimia dari jaringan dan organ Anda.

Selain itu, PET Sweep juga memeriksa aliran darah dan asupan oksigen pada tubuh Anda. PET sweep dilakukan dengan obat radioaktif (pelacak) untuk menunjukkan aktivitas metabolisme typical dan strange.

Pelacak tersebut bisa dihirup, ditelan, atau disuntikkan ke pembuluh darah di lengan seseorang.

PET sweep dapat mendeteksi metabolisme unusual pada penyakit lebih cepat dari tes pencitraan lain, seperti automated tomography (CT) dan attractive reverberation imaging (X-ray). Karena bermanfaat dan kerja sistem kerjanya yang cepat, PET Sweep dapat mendeteksi tiga penyakit ganas berikut.

1. Kanker
Kanker atau disebut juga sebagai neoplasma ganas adalah penyakit ketika sel strange membelah secara tak terkendali dan menghancurkan jaringan tubuh. Kanker merupakan penyakit yang cukup ditakuti sebagian besar orang. Ketakutan itu tentunya bukan tanpa alasan. Menurut information Worldwide Weight of Malignant growth (GLOBOCAN) yang dirilis Badan Kesehatan Dunia (WHO), jumlah kasus dan kematian akibat kanker terus meningkat. Pada tahun 2018, tercatat ada 18,1 juta kasus kanker dengan 9,6 juta kematian. WHO dan GLOBOCAN bahkan memprediksi kematian akibat kanker diperkirakan melonjak hingga lebih dari 13,1 juta pada tahun 2030 mendatang. Kanker umumnya tidak menunjukkan gejala, sehingga banyak orang tidak menyadari kondisinya.

Kendati begitu, dengan PET Sweep kita dapat melihat kondisi tubuh apakah ada sel kanker atau tidak. Berikut beberapa jenis kanker yang dapat dideteksi menggunakan PET Sweep yaitu: kanker otak kanker serviks kanker esofagus kanker limfoma kanker paru Sel kanker biasanya terlihat dalam bentuk titik terang pada PET Output karena mereka memiliki tingkat metabolisme lebih tinggo dibanding sel typical. Tidak hanya berguna untuk mendeteksi keberadaan sel kanker di dalam tubuh manusia, PET Sweep juga memiliki manfaat berikut: Melihat apakah kanker telah menyebar Memastikan apakah pengobatan kanker, seperti kemoterapi berhasil dilakukan Memeriksa potensi kanker mengalami kekambuhan

2. Penyakit jantung
Sebagaimana diketahui, penyakit jantung kerap datang secara mendadak sehingga banyak nyawa tak tertolong. Melansir laman Kemenkes, penyakit jantung merupakan salah satu penyakit pembunuh nomor satu di dunia dan di Indonesia. Information yang dikeluarkan oleh WHO pada tahun 2021, kematian akibat penyakit jantung mencapai angka 17,8 juta kematian atau satu dari tiga kematian di dunia setiap tahun disebabkan oleh penyakit jantung.

Demi cegah kondisi kronis dan kematian, penderita jantung kemungkinan akan disarankan melakukan pemeriksaan dengan PET Sweep. Pemindaian ini dapat menunjukkan region jantung yang mengalami penurunan aliran darah. Hal ini karena jaringan jantung yang sehat cenderung mengisi region pelacak yang mengandung cairan radioaktif, ketimbang jaringan strange. PET Sweep dapat membantu dokter memutuskan pengobatab seperti tindakan membuka arteri yang tersumbat (angioplasti) atau disebut operasi sidestep.

3. Gangguan Otak
Dikutip dari Healthline, PET Sweep dapat melihat bagian otak yang mengalami gangguan dengan meletakkan pelacak pada senyawa seperti glukosa. Alat pelacak tersebut nantinya akan lebih mudah menempel pada region otak yang bermasalah. PET Trick dapat digunakan untuk mengetahui gangguan otak tertentu, seperti: growth, penyakit Alzheimer, kejang, depresi, penyakit parkinson


Copyright by Markbro 2025. All rights reserved.