artikel-2024-02-23T090029.928.png

Salah satu komponen penting dari kualitas hidup yang baik adalah kesehatan jantung. Jantung adalah organ penting yang memompa darah ke seluruh tubuh, dan masalah kesehatan jantung dapat memengaruhi kehidupan seseorang secara signifikan. Vitamin D adalah faktor yang semakin dikenal karena hubungannya dengan kesehatan jantung. Dalam artikel ini, kita akan membahas hubungan antara vitamin D dan kesehatan jantung.

Vitamin D adalah nutrisi penting untuk kesehatan tubuh kita, dan dapat diperoleh melalui sinar matahari dan dari makanan tertentu, seperti ikan berlemak, susu, dan kuning telur. Vitamin D melakukan banyak hal untuk tubuh, termasuk dalam proses penyerapan kalsium dan pembentukan tulang yang kuat. Namun, vitamin D juga sangat berdampak pada kesehatan jantung.

 

Apa Hubungan Vitamin D dengan Jantung

Studi menunjukkan bahwa kekurangan vitamin D dapat meningkatkan risiko penyakit jantung. Beberapa cara untuk menjelaskan hubungan ini adalah:

  • Pengaruh terhadap Metabolisme Kolesterol: Beberapa penelitian menunjukkan bahwa vitamin D dapat mempengaruhi metabolisme kolesterol tubuh. Kolesterol tinggi adalah faktor risiko utama penyakit jantung, dan mendapatkan jumlah vitamin D yang cukup dapat membantu menjaga kadar kolesterol tetap di bawah batas normal.
  • Penyimpanan Kalsium yang Tidak Tepat: Kekurangan vitamin D dapat mengganggu penyerapan kalsium yang baik dalam usus, yang menyebabkan kadar kalsium dalam darah meningkat. Hal ini dapat menyebabkan pengendapan kalsium yang berlebihan di arteri, yang juga merupakan faktor risiko yang lebih tinggi untuk serangan jantung.
  • Pengaruh terhadap Fungsi Endotel: Lapisan sel di dalam pembuluh darah yang mengatur aliran darah disebut endotel. Vitamin D memiliki kemampuan untuk meningkatkan fungsi endotel, yang membantu menjaga kesehatan pembuluh darah dan jantung. Vitamin D dapat membantu melindungi pembuluh darah dari aterosklerosis, kondisi di mana plak lemak dan kolesterol menumpuk di dinding arteri, menyebabkan penyempitan arteri dan risiko serangan jantung. Vitamin D menjaga kesehatan pembuluh darah dan mengurangi risiko pengendapan kolesterol berlebih di arteri.
  • Pengaruh terhadap Peradangan: Salah satu faktor risiko utama untuk penyakit kardiovaskular adalah peradangan tubuh yang berkelanjutan. Vitamin D dapat melindungi jantung dari kerusakan akibat peradangan yang berkepanjangan karena peradangan yang berkepanjangan dapat merusak pembuluh darah dan jaringan jantung, meningkatkan risiko penyakit jantung. Ini karena vitamin D dapat mengurangi peradangan dengan mengatur respons sistem kekebalan tubuh.
  • Pengaruh terhadap Tekanan Darah: Peranannya dalam mengatur tekanan darah adalah salah satu manfaat utama vitamin D untuk kesehatan jantung. Menurut penelitian, vitamin D membantu menurunkan tekanan darah yang sehat. Risiko utama untuk penyakit jantung, termasuk serangan jantung, adalah tekanan darah tinggi, juga dikenal sebagai hipertensi. Vitamin D memengaruhi sistem renin-angiotensin-aldosteron, yang mengatur tekanan darah. Dengan jumlah yang cukup, vitamin D dapat membantu menjaga tekanan darah dalam rentang normal, sehingga mengurangi risiko hipertensi, yang merupakan faktor risiko utama penyakit jantung. Vitamin D juga membantu mengontrol produksi hormon renin, yang berperan dalam pengaturan tekanan darah; kadar renin yang seimbang dapat membantu mencegah tekanan darah tinggi.

Selain faktor-faktor di atas, vitamin D juga dapat memengaruhi faktor risiko lain yang berhubungan dengan penyakit jantung, seperti kadar gula darah, metabolisme lemak, dan berat badan. Menjaga kadar vitamin D yang cukup dalam tubuh dapat membantu mengoptimalkan semua aspek kesehatan yang berkontribusi pada risiko penyakit jantung.

 

Bagaimana Cara Menjaga Vitamin D Agar Tercukupi

Untuk mendukung kesehatan jantung, kadar vitamin D tubuh harus tetap seimbang. Metode untuk memastikan jumlah vitamin D yang cukup termasuk:

  • Suplemen Vitamin D
    Suplemen ini tersedia dalam berbagai bentuk, seperti kapsul atau tablet, dan dapat direkomendasikan oleh dokter Anda jika Anda kesulitan memenuhi kebutuhan vitamin D Anda melalui sinar matahari dan makanan.
  • Sinar Matahari
    Tubuh kita menghasilkan vitamin D utamanya melalui paparan sinar matahari. Kulit kita menghasilkan vitamin D3 dari paparan sinar matahari pada pagi atau sore hari, karena saat ini sinar matahari mengandung sinar ultraviolet B (UVB) yang diperlukan untuk pembentukan vitamin D. Anda disarankan untuk berjemur selama 15–20 menit setiap hari, tiga kali seminggu. Namun, jika Anda akan berada di bawah sinar matahari untuk waktu yang lebih lama, pastikan untuk menggunakan tabir surya.
  • Makanan yang Mengandung Vitamin D
    Makanan tertentu dapat mengandung vitamin D secara alami atau diperkaya, seperti:

    • Ikan berlemak: Salmon, sarden, mackerel, dan trout adalah sumber vitamin D yang baik. Telur: Vitamin D ada di kuning telur, tetapi sebagian besar ada di bagian kuningnya.
    • Daging: Hati sapi mengandung vitamin D yang cukup.
    • Jamur Ultraviolet (UV): Vitamin D ditemukan dalam beberapa jenis jamur yang dipaparkan sinar ultraviolet (UV), seperti jamur shiitake.
  • Minyak Ikan
    Minyak ikan, seperti salmon, mengandung banyak vitamin D. Jika Anda tidak suka makan ikan berlemak secara langsung, ini adalah pilihan yang bagus. Hasil penelitian memperjelas hubungan antara vitamin D dan kesehatan jantung. Berbagai cara yang disebutkan di atas dapat membantu mengurangi risiko penyakit jantung dengan menjaga kadar vitamin D yang cukup dalam tubuh. Oleh karena itu, untuk menjaga kesehatan jantung Anda yang terbaik, Anda harus makan makanan yang sehat, berjemur, dan berkonsultasi dengan dokter Anda. Ingatlah bahwa vitamin D sangat penting untuk menjaga keseimbangan tubuh dan kesehatan jantung yang kuat.

 

Sumber: Kemenkes


artikel-2024-02-22T085709.342.png

Apakah Anda tahu? Menonton TV terus-menerus, seperti menonton serial TV atau drakor (baca: drama korea), dapat berdampak buruk pada kesehatan jantung.  Menonton TV dalam jumlah besar dapat meningkatkan risiko gumpalan darah. Menonton TV secara marathon berdampak buruk pada kesehatan Anda, menurut sebuah artikel yang diterbitkan pada tahun 2020, itu berarti menonton beberapa episode TV dalam satu duduk. Namun, definisi istilah tersebut masih belum disepakati. Sebuah studi yang dilakukan pada tahun 2019 menemukan bahwa orang yang jarang menonton televisi dan juga aktif secara fisik memiliki umur yang lebih panjang tanpa penyakit jantung koroner, stroke, atau gagal jantung.

Namun, penyebaran layanan streaming dan daya tarik menu menonton tanpa batas dari beberapa musim serial televisi membuat kebiasaan menonton televisi tidak mungkin berubah dalam waktu dekat. Pada tahun 2016, penyedia streaming terbesar Netflix mengungkapkan bahwa anggotanya lebih suka menyelesaikan seluruh musim dalam satu minggu daripada menonton satu episode dalam seminggu. Saat pandemi COVID-19, banyak orang menggunakan layanan streaming.

 

Apa Dampak Menonton Marathon Bagi Kesehatan Jantung

Salah satu hal yang harus diperhatikan saat menonton maraton adalah duduk terlalu lama. Setelah sekitar satu jam duduk terlalu lama, cairan dan darah mulai mengendap di kaki, mengurangi peredaran darah dan meningkatkan tekanan darah untuk membantu mengembalikan darah ke jantung. Dampak menonton maraton terhadap kesehatan jantung adalah sebagai berikut:

  • Peningkatan kemungkinan terjadinya pembekuan darah
    Menonton maraton dikaitkan dengan kemungkinan lebih besar terkena gumpalan darah. Jika Anda duduk terlalu lama, darah dan cairan dapat mengendap di kaki Anda. Ini menghambat peredaran darah dan meningkatkan risiko gumpalan darah.
  • Risiko yang lebih tinggi untuk penyakit kardiovaskular
    Studi menunjukkan bahwa duduk terlalu lama dan tidak bergerak terkait dengan risiko penyakit jantung, stroke, dan gagal jantung.
  • Penurunan tekanan darah
    Jika Anda duduk terlalu lama, aliran darah dapat terhambat dan tekanan darah meningkat untuk mengembalikan darah ke jantung. Tekanan darah tinggi yang berkepanjangan meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular.
  • Menurunnya tingkat aktivitas fisik
    Menonton maraton berarti menghabiskan banyak waktu duduk tanpa bergerak. Ini dapat menyebabkan penurunan kebugaran secara keseluruhan.

Periksa berapa lama Anda duduk dan bergerak secara teratur jika Anda ingin tetap sehat. Untuk meningkatkan kesehatan kardiovaskular Anda, berdiri, berjalan-jalan, atau melakukan gerakan ringan setiap tiga puluh menit untuk mengurangi waktu yang dihabiskan duduk terlalu lama. Selain itu, meningkatkan aktivitas fisik secara keseluruhan dan mengurangi waktu yang dihabiskan duduk. Jangan lupa untuk menjaga postur tubuh yang baik saat duduk. Untuk mengurangi tekanan pada jantung dan pembuluh darah, duduk dengan punggung tegak dan bahu rileks.

 

Sumber: Kemenkes


artikel-2024-02-21T104231.794.png

Saat ini, zat-zat toksik lingkungan tidak termasuk dalam faktor risiko penyakit jantung yang sudah lama dikenal. Namun, bidang kardiologi lingkungan yang terus berkembang mengidentifikasi paparan terhadap polutan ini sebagai bahaya yang dapat diubah. Beberapa jenis logam beracun yang digunakan setiap hari dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular. Dalam bidang kesehatan masyarakat, perhatian terhadap paparan logam ini, baik melalui sumber lingkungan maupun produk yang dikonsumsi sehari-hari, telah meningkat.

 

Macam-macam Logam Yang Beracun Bagi Jantung

Timbal, kadmium, merkuri, dan arsenik adalah beberapa logam beracun yang dikaitkan dengan risiko yang lebih besar bagi kesehatan jantung. Timbal, yang ditemukan dalam pipa air, tanah yang tercemar, dan cat lama, terkait dengan hipertensi dan risiko serangan jantung dan stroke. Sebuah hubungan telah ditemukan antara paparan kadmium melalui makanan, asap tembakau, dan emisi industri dan penyakit kardiovaskular seperti hipertensi, penyakit arteri perifer, dan aterosklerosis.

Merkuri, terutama metil merkuri yang ditemukan dalam beberapa jenis ikan, telah dikaitkan dengan peningkatan risiko serangan jantung dan penyakit arteri koroner. Di sisi lain, paparan arsenik jangka panjang terhadap air yang tercemar dan beberapa jenis makanan telah dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular seperti hipertensi, aterosklerosis, dan penyakit arteri perifer.

 

Bagaimana Logam yang Beracun Bisa Merusak Jantung

Tubuh dapat memasukkan logam beracun ini melalui berbagai cara, seperti inhalasi, ingestasi, atau penyerapan melalui kulit. Logam-logam ini dapat menjadi toksik setelah masuk ke dalam tubuh dan menumpuk di organ dan jaringan, termasuk sistem kardiovaskular. Mereka dapat tinggal di tulang dan organ selama beberapa dekade. Stres oksidatif, inflamasi, disfungsi endotel, dan gangguan berbagai proses seluler mungkin merupakan faktor dalam kontribusi logam-logam ini terhadap penyakit kardiovaskular, meskipun mekanisme yang tepat masih dalam penelitian.

 

Bagaimana Cara Mengatasinya

Untuk mengurangi paparan terhadap logam beracun, tindakan pencegahan penting diambil. Ini termasuk menggunakan air minum yang aman, menghindari atau mengurangi konsumsi makanan yang terkontaminasi, berhenti merokok, dan meningkatkan kesadaran akan potensi paparan di lingkungan sekitar. Kebijakan dan regulasi kesehatan masyarakat sangat penting untuk mengendalikan dan mengurangi kadar logam beracun di lingkungan dan produk konsumen.

Saat ini, belum ada pengobatan medis konvensional yang dapat mengatasi efek logam pencemar pada vaskular; namun, upaya klinis untuk menghilangkan logam atau melemahkan dampaknya pada tubuh masih dikembangkan. Untuk melindungi kesehatan kardiovaskular, penting bagi masyarakat untuk memahami bahaya paparan logam beracun ini dan mengambil tindakan untuk mengurangi risikonya. Selain itu, pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana logam-logam ini menyebabkan penyakit kardiovaskular akan membantu kita mengatasi masalah ini dengan lebih baik.

 

Sumber: Kemenkes


artikel-1.png

Diare masih sering terjadi, terutama di negara berkembang. Diare berulang pada anak-anak dapat menyebabkan stunting karena mereka kekurangan nutrisi penting untuk pertumbuhan. Salah satu virus yang menyebabkan diare pada anak adalah rotavirus. Rotavirus menyebabkan diare dengan cepat. Perlindungan terhadap infeksi Rotavirus dapat dicapai melalui pemberian vaksin. Vaksin adalah zat atau senyawa yang membangun kekebalan tubuh terhadap suatu penyakit. Mereka terdiri dari bakteri, racun, atau virus penyebab penyakit yang telah dilemahkan atau dimatikan.

Vaksin akan mendorong sistem kekebalan tubuh untuk membuat antibodi saat dimasukkan ke dalam tubuh. Vaksin Rotavirus (RV) adalah vaksin hidup yang dilemahkan (Live Attenuated) yang diberikan secara oral dan memiliki kemampuan untuk bereplikasi di usus manusia untuk memicu reaksi kekebalan. Dalam upaya komprehensif untuk mencegah diare, pemberian vaksinasi RV harus dilakukan. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa telah dilakukan beberapa penelitian tentang diare yang disebabkan oleh Rotavirus. Selain itu, ada rekomendasi dari WHO dan Komite Penasihat Ahli Imunisasi Nasional (Indonesian Technical Advisory Group on Immunization/ITAGI), serta ketersediaan vaksin yang aman dan efektif yang meningkatkan kualitas hidup anak.

 

Apa Saja Gejala Infeksi Rotavirus

Gejala infeksi rotavirus antara lain, Diare selama 3 hingga 8 hari, demam, muntah, dan nyeri perut.

Dehidrasi, yang sering disebabkan oleh infeksi rotavirus, adalah gejala yang dapat muncul sebagai akibat dari dehidrasi Pusing, mulut dan tenggorokan kering, tidak buang air mata saat menangis, dan mata cekung.

 

Waktu Yang Tepat Untuk Vaksin

  • Vaksin satu kali pakai
    Vaksinasi ini diberikan dua kali pada anak-anak. Dosis pertama diberikan saat anak berusia antara 6 dan 12 minggu, dan dosis kedua diberikan paling lambat 4 minggu setelah vaksinasi sebelumnya atau sebelum anak berusia 24 minggu.
  • Penvaksinan Pentavalen
    Vaksin Pentavalen diberikan tiga kali kepada anak-anak. Dosis pertama diberikan saat anak berusia antara 6 dan 12 minggu. Dosis kedua dan ketiga diberikan dengan jarak 4-10 minggu setelah vaksinasi pertama. Terakhir, vaksinasi ketiga diberikan selambat-lambatnya pada usia 32 minggu.

 

Apa Manfaat Imunisasi Rotavirus

  • Mencegah penularan diare yang disebabkan oleh Rotavirus.
  • Menurunkan kemungkinan terkena infeksi Rotavirus.
  • Selama anak-anak dirawat di rumah sakit karena penyakit Rotavirus, orang tua dapat mempertahankan produktivitas kerja, yang mengurangi beban ekonomi keluarga.
  • Mengadopsi gaya hidup yang bersih dan sehat, seperti rajin mencuci tangan dan meningkatkan tingkat kebersihan di setiap rumah tangga.
  • Mencegah diare dan penyakit pencernaan seperti gastroenteritis (GE)

Untuk mendukung program imunisasi, ada beberapa tindakan yang dapat diambil:

  • Menyebarkan informasi dan pendidikan kesehatan tentang cara pencegahan diare melalui imunisasi.
  • Untuk menjadi contoh bagi keluarga lain dengan menyelesaikan imunisasi bayinya.
  • Pastikan anak-anak telah divaksinasi, menjaga makanan bersih, dan menggunakan cuci tangan.

 

Sumber : Kemenkes


artikel-4.png

Kondisi kelahiran setiap anak berbeda. Sebagian orang dilahirkan dengan kekurangan fisik atau mental, sementara yang lain dilahirkan dengan sempurna. Kemampuan berkomunikasi dan perkembangan anak yang terlahir sempurna pasti akan baik. Namun, berbeda dengan individu yang dilahirkan dengan kelainan. Anak yang disebut anak berkebutuhan khusus adalah anak yang memiliki karakteristik fisik, mental, dan perilaku sosial yang berbeda dari rata-rata anak normal. Ada manfaat dan kekurangan dari perbedaan. Adanya perbedaan ini akan memiliki efek yang berbeda bagi penyandangnya.

Anak berkebutuhan khusus adalah anak yang memiliki ciri-ciri unik yang berbeda dari anak biasa tanpa selalu menunjukkan kekurangan fisik, mental, atau emosi. Anak-anak dengan autisme dan ADHD adalah contoh anak dengan kebutuhan khusus. Namun demikian, keduanya jelas berbeda dalam hal kelainan yang diidapnya.

Autisme adalah gangguan perkembangan anak yang disebabkan oleh masalah pada sistem syaraf pusat yang mengganggu perilaku, komunikasi, dan interaksi sosial. Karena ADHD selalu berubah, terkadang lebih dikenal dengan istilah anak hiperaktif. Tidak dapat melakukan kegiatan yang diberikan kepadanya dengan duduk diam di satu tempat selama ± 5–10 menit.

 

Seperti Apakah ADHD dan Autisme Itu?

Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) adalah gangguan perilaku yang ditandai dengan gangguan pemusatan perhatian, pembicaraan yang lepas kontrol, dan perilaku hiperaktif. ADHD adalah pola tetap yang mengganggu perhatian atau perilaku hiperaktif dan impulsif yang lebih sering dan lebih parah daripada yang biasa terlihat pada orang lain.

ADHD adalah gangguan kronis (menahun) yang dapat dimulai pada bayi dan dapat berlanjut sampai dewasa. Ini dapat memengaruhi kehidupan anak di sekolah, di rumah, dan di komunitasnya.  Ketika seseorang mengalami gejala ADHD, mereka mungkin kurang fokus, hiperaktif, dan implusif, yang dapat menyebabkan ketidakseimbangan dalam sebagian besar aktivitas mereka.

Sebaliknya, autisme adalah kelainan perkembangan yang secara signifikan memengaruhi interaksi sosial dan komunikasi verbal, nonverbal, yang berdampak pada keberhasilan belajar individu tersebut. Melakukan kegiatan berulang dan gerakan stereotype, menolak perubahan lingkungan, dan memberikan respons yang tidak semestinya terhadap pengalaman sensori adalah tanda lain dari autisme.  Selain itu, autis dapat diartikan sebagai gangguan perkembangan komunikasi, kognitif, perilaku, sosialisasi, kemampuan belajar, dan sensoris. Ada sikap antisosial, gangguan perilaku, dan hambatan motorik kasar pada beberapa anak autis.

Autisme, juga dikenal sebagai Autistic Spectrum Disorder (ASD), adalah gangguan perkembangan fungsi otak yang kompleks dan sangat bervariasi, yang biasanya mencakup kemampuan berimajinasi, komunikasi, dan interaksi sosial. Salah satu jenis gangguan tumbuh kembang yang dikenal sebagai autisme terdiri dari sekumpulan gejala yang disebabkan oleh kelainan syaraf tertentu yang menyebabkan fungsi otak tidak bekerja secara normal, yang berdampak pada perkembangan, kemampuan komunikasi, dan kemampuan untuk berinteraksi dengan orang lain.

 

Karakteristik ADHD dan Autisme

  • Karakteristik Attentions Deficit  Hyperactivity  Disorder  (ADHD):
    • Seseorang dengan ketunaan ini mungkin mengalami gangguan pemusatan perhatian karena indera atau perasaan yang muncul saat itu sangat tidak dapat diprediksi.
    • Gangguan pengendalian diri menyebabkan tindakan yang tidak sesuai dengan pemikiran. Seseorang yang mengalami ketunaan ADHD akan sangat terpengaruh oleh perasaan mereka dan akan bereaksi dengan cepat tanpa mempertimbangkan banyak hal.
    • Gangguan aktivitas yang berlebihan dapat dikenali sejak usia dini, dengan selalu ada gerakan dan biasanya sulit untuk tenang.
  • Karakteristik Autisme
    Sebagian orang dengan gangguan autisme mulai menunjukkan tanda-tandanya sejak bayi. Ciri yang paling menonjol adalah tidak melakukan kontak mata dan tidak menunjukkan reaksi yang signifikan terhadap ibunya atau pengasuhnya. Dengan bertambahnya usia, ciri ini semakin jelas. Perkembangannya sudah “relatif normal” pada sebagian kecil lainnya dari orang dengan autisme. Bayi mulai mengoceh, menatap, dan cukup menunjukkan reaksi pada orang lain, tetapi pertumbuhannya berhenti pada suatu titik sebelum usia tiga tahun dan terjadi kemunduran.
    Ia mulai menjauh dari orang lain, berhenti mengoceh, dan tidak bereaksi terhadap mereka.Oleh karena itu, diketahui bahwa seseorang baru dikatakan mengalami gangguan perkembangan dalam tiga aspek: keterbatasan dalam interaksi sosial dan emosional, keterbatasan dalam komunikasi timbal balik, dan minat yang terbatas disertai dengan gerakan-gerakan tanpa tujuan yang berulang.Mereka harus terlihat sebelum anak berusia tiga tahun. Mengingat fakta bahwa tiga komponen gangguan perkembangan di atas muncul dalam berbagai bentuk yang berbeda, dapat disimpulkan bahwa autisme sebenarnya adalah sekumpulan gejala dan ciri yang disebabkan oleh berbagai faktor yang sangat berbeda, saling berhubungan, dan unik untuk setiap anak.

 

Apa Perbedaan ADHD dan Autisme pada Anak

Anak-anak dengan ADHD memiliki gejala seperti gangguan pemusatan perhatian, gangguan pengendalian diri, dan gangguan aktivitas yang berlebihan, sementara beberapa kasus autisme menunjukkan tanda-tanda sejak bayi. Ciri yang paling menonjol adalah tidak melakukan kontak mata dan tidak menunjukkan reaksi yang signifikan terhadap ibunya atau pengasuhnya.

 

Sumber: Kemenkes


artikel-2024-02-15T094545.768.png

Penyakit lidah atau gangguan lidah memang dapat menyebabkan rasa sakit yang menghalangi makan, menelan, dan bahkan berbicara. Lidah dapat sakit karena banyak penyakit. Ulasan lengkap dapat ditemukan di sini. Perubahan yang terlihat pada lidah dapat menunjukkan kondisi kesehatan kita secara keseluruhan. Namun, beberapa gangguan lidah membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut. Meskipun penyakit lidah mudah diperiksa, dokter terkadang menghadapi masalah dalam diagnosis dan pengobatannya, menurut penelitian American Family Physician. Untuk didiagnosa, riwayat kesehatan lengkap harus dikumpulkan, termasuk jangka waktu, gejala awal, dan penggunaan alkohol dan tembakau.

Sangat penting untuk memeriksa limfadenopati dan morfologi lidah. Senarai penyakit lidah yang harus diperhatikan adalah sebagai berikut. Tidak menjaga lidah bersih hingga daya tahan tubuh yang lemah adalah beberapa alasan mengapa lidah mudah sakit. Untuk mencegah dan merawat penyakit lidah dengan benar, ketahuilah jenisnya. Orang memiliki kemampuan untuk mengecap, menelan, dan berbicara karena jaringan otot di lidah.

Selaput merah muda (mukosa) dan tonjolan-tonjolan kecil (papila lidah) melapisi organ pencernaan tidak bertulang ini. Ribuan saraf pengecap menciptakan tekstur kasar ini. Mengonsumsi minuman beralkohol secara berlebihan, merokok, dan tidak menjaga lidah bersih dapat menyebabkan masalah lidah yang mengganggu fungsinya.

 

Macam-macam Jenis Penyakit Lidah

Ini adalah beberapa kondisi lidah yang mungkin terjadi, serta perawatan yang dapat dilakukan:

  • Leukoplakia
    Salah satu penyakit lidah yang disebut leukoplakia adalah bercak putih yang dapat muncul di permukaan lidah, gusi, dan dinding bagian dalam pipi. Penyakit ini dikaitkan dengan kebiasaan merokok atau mengunyah tembakau, asam lambung, dan konsumsi alkohol yang berlebihan. Pada kebanyakan kasus, leukoplakia akan sembuh sendiri tanpa pengobatan khusus. Namun, Anda harus melihat dokter jika bercak putih tetap ada selama lebih dari dua minggu. Ini karena beberapa kasus leukopakia dapat menyebabkan kanker lidah.
  • Kandidiasis
    Jamur Candida albicans berkembang di lapisan lidah. Orang dengan daya tahan tubuh yang lemah atau yang sedang mengonsumsi kortikosteroid biasanya lebih rentan mengalami penyakit lidah ini. Orang tua, anak kecil, dan bayi juga lebih rentan mengalami penyakit lidah ini. Dokter akan memberikan pengobatan kandidiasis dengan obat antijamur.
  • Kanker Mulut
    Jika ada benjolan yang terus tumbuh atau membesar di lidah Anda, itu bisa menjadi pertanda kanker mulut. Perokok aktif dan orang yang mengonsumsi alkohol berlebihan lebih berisiko mengalami kanker mulut. Bentuk benjolan awal biasanya tidak sakit, tetapi penting untuk tidak mengabaikan fase ini.
  • Sindrom Lidah Perih
    Sindrom lidah perih, di mana lidah terasa seperti tersiram air panas, adalah masalah yang cukup umum. Sebagian wanita yang telah mengalami menopause juga dapat mengalami kondisi ini. Sindrom lidah perih biasanya hanya akibat dari masalah saraf ringan dan biasanya tidak berbahaya.
  • Lidah Hitam dan Berbulu
    Lidah Hitam dan Berbulu dapat memiliki penumpukan bakteri pada papila mereka. Bakteri inilah yang menyebabkan lidah berbulu dan hitam. Kondisi ini biasanya tidak dianggap serius. Meskipun demikian, Anda harus lebih memperhatikan kebersihan lidah dan mulut Anda. Kondisi ini lebih mungkin terjadi pada individu yang menjalani kemoterapi atau sering mengonsumsi antibiotik.
  • Glositis Atrofi
    Lidah membengkak dan kemerahan, dan teksturnya menjadi licin dan halus adalah tanda atrofi atau radang glositis pada lidah. Kekurangan vitamin B12, asam folat, atau zat besi dapat menyebabkan penyakit lidah ini. Menjaga kebersihan gigi dan mulut, memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral, dan mengonsumsi obat antibiotik secukupnya dapat membantu menangani dan mencegah gejala glossitis atrofi. Penyakit lidah umu biasanya tidak serius dan dapat disembuhkan dengan cepat. Namun, jika Anda mengalami masalah dengan lidah atau mulut Anda, tidak ada salahnya untuk berkonsultasi dengan dokter.
  • Cedera Lidah
    Tergigit tidak sengaja biasanya menyebabkan rasa sakit di lidah. Hal ini sangat mungkin terjadi saat Anda mengunyah. Selain itu, lidah juga kadang-kadang terasa sakit saat terluka, seperti ketika gigi Anda terjepit saat Anda terkena benturan, seperti kecelakaan atau jatuh. Selain itu, gangguan kejang seperti epilepsi juga dapat menyebabkan lidah terluka tanpa sadar. Berendam dengan air garam dapat meringankan rasa sakit dan mempercepat penyembuhan luka kecil. Namun, segera konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan perawatan yang tepat jika Anda mengalami cedera yang parah.
  • Sindrom Mulut Terbakar
    Ketika mulut Anda terasa panas tanpa henti tanpa alasan yang jelas, itu disebut sebagai sindrom mulut terbakar. Menurut Mayo Clinic, kondisi ini mempengaruhi semua bagian mulut, termasuk langit-langit mulut, bibir, gusi, bibir, dan lidah. Biasanya, sensasi terbakar cukup intens hingga terasa seperti melepuh. Kondisi ini biasanya memiliki gejala lain selain rasa sakit dan sensasi terbakar. seperti mulut kering dan haus hingga lidah memiliki rasa aneh seperti logam atau pahit Jika Anda mengalami salah satu penyakit lidah ini, segera kunjungi dokter terdekat Anda.
  • Lidah Stroberi
    Gejala demam berdarah adalah lapisan putih tebal dan papila merah cerah di lidah dalam beberapa hari pertama. Ketika pasien menunjukkan gejala seperti demam, sakit tenggorokan, sakit kepala, muntah, dan sakit perut, kondisi ini juga mengkonfirmasi diagnosis. Pada hari kedua, bintik-bintik merah di dasar eritematosa, yang pertama muncul di leher dan dada, kemudian menyebar ke area lain. Dua hari kemudian, lapisan putih lidah terkelupas, meninggalkan warna merah dan papila yang menonjol tetap ada.

 

Sumber : Kemenkes


artikel-2024-02-13T101113.441.png

Pneumonia adalah radang paru yang disebabkan oleh bakteri. Gejalanya termasuk panas tinggi, batuk berdahak, napas cepat (frekuensi napas lebih dari lima puluh kali per menit), sesak, dan gejala tambahan seperti gelisah, sakit kepala, dan penurunan nafsu makan. Anak-anak dengan masalah pernapasan sering mengalami produksi lendir yang berlebihan di paru-parunya. Dalam kebanyakan kasus, sputum atau dahak menumpuk sehingga menjadi kental dan sulit untuk dikeluarkan. Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), pneumonia, asma, dan tuberculosis adalah penyakit pada sistem pernapasan yang paling sering diderita anak. Untuk anak-anak dengan penyakit pernapasan, fisioterapi dada adalah terapi tambahan yang sangat penting dalam pengobatan sebagian besar penyakit pernapasan mereka.

Tujuan utama fisioterapi dada untuk anak-anak adalah untuk membantu membersihkan sekresi trakeobronkial, yang akan menurunkan resistensi jalan napas, meningkatkan pertukaran gas, dan membuat pernapasan lebih mudah. Teknik fisioterapi dada yang digunakan pada anak-anak hampir sama dengan teknik yang digunakan pada orang dewasa. Teknik ini termasuk drainase postur, clapping, vibrasi, perkusi, napas dalam, dan batuk yang efektif untuk membantu membersihkan mukosiliar. Jika sekresi paru meningkat pada pneumonia, jalan napas tersumbat, yang mengganggu ventilasi.

Manifestasi klinis anak, seperti penurunan saturasi oksigen dan peningkatan frekuensi pernapasan, akan menunjukkan gangguan ventilasi menimbulkan. Komplikasi seperti gagal napas dapat dicegah dengan pengobatan yang tepat. Fisioterapi dada dapat membantu terapi lain, seperti penggunaan obat mukolitik dan ekspektoran. Literature review ini akan menjelaskan bagaimana fisioterapi dada berdampak pada perbaikan klinis pasda anak yang menderita pneumonia.

 

Fungsi Fisioterapi Dada Pada Anak

Fisioterapi dada pada anak-anak dapat mengevakuasi eksudat inflamasi dan sekresi trakeobronkial, menghilangkan penghalang jalan napas, mengurangi resistensi saluran napas, meningkatkan pertukaran gas, dan mengurangi kerja pernapasan. Tujuan fisioterapi dada juga adalah untuk membantu pembersihan sekresi trakeobronkial, sehingga menurunkan resistensi jalan napas, meningkatkan pertukaran gas, dan membuat pernapasan lebih mudah.

 

Pemberian Fisioterapi Dada Bagi Anak

Fisioterapi dada dilakukan dengan durasi dua puluh hingga tiga puluh menit per sesi dengan frekuensi dua kali sehari selama dua hingga tiga hari. Ini dilakukan pagi atau sore hari atau sebelum tidur. Hasil fisioterapi dada menunjukkan pembersihan jalan napas yang lebih efektif untuk anak balita dengan masalah ketidakefektifan. Pre-test dan post-test diukur setelah jeda minimal dua jam. Salah satu cara perawat membantu pasien beradaptasi dengan penyakit mereka adalah fisioterapi dada, yang meningkatkan saturasi oksigen dan denyut jantung normal.

 

Sumber : Kemenkes


artikel-2024-02-12T085848.821.png

Definisi

  1.  BLUD adalah sistem yang diterapkan oleh unit pelaksana teknis dinas/badan daerah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat yang mempunyai fleksibilitas dalam pola pengelolaan keuangan sebagai pengecualian dari ketentuan pengelolaan daerah pada umumnya
  2. Kerja Sama adalah kesepakatan antara pihak BLUD RS dengan pihak lain, yang dilaksanakan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas pelayanan, dibuat secara tertulis, menimbulkan hak dan kewajiban serta menguntungkan para pihak
  3. Kerja Sama Operasional adalah Kerja Sama yang dilakukan melalui pengelolaan manajemen dan proses operasional secara bersama dengan mitra Kerja Sama dengan tidak menggunakan barang milik daerah
  4. Pemanfaatan Barang Milik Daerah adalah pendayagunaan barang milik daerah yang tidak digunakan untuk penyelenggaraan tugas dan fungsi BLUD dan/atau optimalisasi barang milik daerah dengan tidak mengubah status kepemilikan
  5. Sewa adalah pemanfaatan barang milik daerah oleh pihak lain dalam jangka waktu tertentu dan menerima imbalan uang tunai

Tujuan

  1. menciptakan kepastian hukum dalam pelaksanaan Kerja Sama
  2. meningkatkan layanan BLUD
  3. meningkatkan pendapatan BLUD

Ruang lingkup

  1. pendelegasian wewenang;
  2. subjek dan objek Kerja Sama;
  3. Kerja Sama Badan Layanan Umum Daerah;
  4. tahapan Kerja Sama;
  5. naskah perjanjian Kerja Sama;
  6. penyelesaian perselisihan Kerja Sama; dan
  7. monitoring dan evaluasi.

Tatalaksana

  1. BLUD melakukan Kerja Sama dengan pihak lain untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas pelayanan
  2.  Pihak lain  terdiri atas
    • lembaga pemerintah;
    • perseorangan;
    • badan usaha yang berbadan hukum; dan/atau
    • organisasi kemasyarakatan/lembaga swadaya masyarakat
  3. Pelaksanaan Kerja Sama dengan pihak lain dibuat dalam bentuk perjanjian
  4. Kerja Sama dengan pihak lain dilakukan berdasarkan prinsip efisiensi, efektivitas, ekonomis dan saling menguntungkan
  5. Prinsip saling menguntungkan dapat berbentuk finansial dan/atau nonfinansial
  6. Kerja Sama dengan pihak lain meliputi :
    • Kerja Sama Operasional
    • Pemanfaatan Barang Milik Daerah
  7. Kerja Sama Operasional dilakukan melalui pengelolaan manajemen dan proses operasional secara bersama dengan mitra kerja sama dengan tidak menggunakan Barang Milik Daerah
  8. Kerja Sama Pemanfaatan Barang Milik Daerah dilakukan melalui pendayagunaan barang milik daerah dan/atau optimalisasi Barang Milik Daerah dengan tidak mengubah status kepemilikan untuk memperoleh pendapatan dan tidak mengurangi kualitas pelayanan umum yang menjadi kewajiban BLUD
  9. Direktur dapat melakukan Kerja Sama Operasional dalam rangka meningkatkan pelayanan antara lain:
    • pelayanan bersama;
    • pelayanan antar daerah provinsi/kabupaten/kota;
    • pengembangan sumber daya manusia dan penelitian;
    • pembelian, penjualan dan penyediaan pelayanan; dan/atau
    • pertukaran layanan
  10. Pemanfaatan Barang Milik Daerah dilakukan sepanjang tidak mengurangi kualitas pelayanan meliputi:
    • Sewa;
    • Pinjam Pakai; atau
    • KSP
  11. Tahapan kerjasama meliputi :
    • persiapan;
    • penawaran/permintaan Kerja Sama;
    • penyusunan perjanjian Kerja Sama;
    • penandatangan perjanjian Kerja Sama;
    • pelaksanaan;
    • penatausahaan; dan
    • pelaporan.
  12. Persiapan dilakukan melalui:
    • menyusun rencana Kerja Sama
    • mengumpulkan informasi dan data terkait objek yang dikerjasamakan
    • menganalisa rencana Kerja Sama
  13. Penawaran/permintaan Kerja Sama diajukan oleh pihak lain yang akan bekerja sama dengan BLUD atau sebaliknya
  14. BLUD melakukan kajian terhadap penawaran/permintaan Kerja Sama yang dituangkan dalam berita acara.
  15. Penyusunan perjanjian Kerja Sama dilakukan oleh para pihak yang melakukan Kerja Sama
  16. Penandatangan perjanjian Kerja Sama dilakukan oleh Direktur dan pemimpin para pihak yang melakukan Kerja Sama sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan
  17. Pelaksanaan dilakukan oleh para pihak sesuai dengan komitmen yang diatur dalam perjanjian Kerja Sama serta ketentuan peraturan perundang-undangan terkait pemanfaatan Barang Milik Daerah
  18. Penatausahaan dilakukan melalui fasilitasi, penyusunan, pembahasan, dan penandatangan
  19. Pelaporan disampaikan oleh Direktur setiap semester kepada pemilik (pemerintah daerah melalui dinas kesehatan)
  20. Para pihak dapat melakukan perubahan materi perjanjian Kerjasama berdasarkan kesepakatan para pihak
  21. Perubahan atas materi perjanjian Kerja Sama dapat berupa mengurangi dan/atau menambah/addendum perjanjian Kerja Sama
  22. Direktur dalam penyusunan naskah perjanjian Kerja Sama Pemanfaatan Barang Milik Daerah dan Kerja Sama Operasional pelayanan antar daerah provinsi/kabupaten/kota wajib berkonsultasi dengan Biro Hukum dan Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah Sekretariat Daerah
  23. Perjanjian Kerja Sama berakhir karena
    • berakhirnya jangka waktu Kerja Sama;
    • tujuan Kerja Sama telah tercapai;
    • terdapat kesepakatan para pihak untuk mengakhiri Kerja Sama;
    • terjadi perubahan kebijakan berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan yang mengakibatkan Kerja Sama tidak dapat dilaksanakan; dan/atau
    • objek Kerja Sama hilang atau musnah
  24. Penyusunan perjanjian Kerja Sama dilakukan oleh para pihak yang melakukan Kerja Sama mencakup:
    • komparisi;
    • para pihak;
    • konsideran;
    • isi perjanjian Kerja Sama, paling sedikit memuat:
      • maksud dan tujuan;
      • objek;
      • ruang lingkup;
      • pelaksanaan;
      • hak dan kewajiban para pihak;
      • pembiayaan;
      • jangka waktu;
      • penyelesaian perselisihan;
      • keadaaan kahar; dan
      • pengakhiran perjanjian Kerja Sama;
    • penutup.
  25. Direktur melaksanakan monitoring dan evaluasi atas pelaksanaan Kerja Sama.
  26. Monitoring dan evaluasi atas pelaksanaan Kerja Sama dilaksanakan oleh unit yang membidangi materi perjanjian Kerja Sama atau Tim yang dibentuk oleh Direktur.
  27. Pelaksanaan monitoring dan evaluasi dilaksanakan secara berkala sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
  28. Dari hasil monitoring dan evaluasi, apabila terdapat pelaksanaan Kerja Sama yang tidak sesuai dengan perjanjian, dapat mengusulkan perubahan/ addendum Kerja Sama.

 

Sumber : Dr. Galih Endradita M


artikel-2024-02-07T101415.702.png

Di seluruh dunia, mortalitas dan morbiditas penyakit kardiovaskuler meningkat. Telah diketahui bahwa gaya hidup, yang termasuk pola makan yang tidak sehat, merokok, dan kurangnya aktivitas fisik, memengaruhi risiko penyakit kardiovaskuler. Pola makan yang tidak sehat adalah penyebab utama obesitas dan diabetes tipe 2, yang merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas akibat penyakit kardiovaskuler. Oleh karena itu, menjaga pola hidup yang sehat sangat penting bagi mereka yang menderita penyakit jantung atau untuk mencegahnya terjadi.

 

Rekomendasi Diet Sehat Bagi Jantung

  • Konsumsi lebih banyak buah dan sayuran
    Terkait komposisi dan manfaatnya bagi kesehatan, konsumsi sayuran sangat penting untuk kesehatan jantung. Sayuran biasanya mengenyangkan, memiliki indeks glikemik yang rendah, dan penuh dengan mikronutrien bermanfaat seperti fitokimia, vitamin, mineral, dan serat. Diet yang kaya akan sayuran menurunkan risiko penyakit kardiovaskuler secara signifikan karena memiliki manfaat antioksidan dan antiinflamasi pada karotenoid yang ditemukan dalam sayuran seperti bayam, wortel, ubi jalar, dan tomat. Karena efek antioksidan dan anti inflamasinya, buah juga disarankan untuk dikonsumsi oleh penderita jantung. Karena smoothies atau jus sari buah mengandung gula atau serat yang lebih rendah, Anda harus mengonsumsi buah-buahan secara utuh.
  • Mengurangi atau menghindari konsumsi lemak trans
    Meskipun tubuh kita tidak membutuhkan lemak trans, beberapa jenis makanan mengandung lemak ini. Lemak jenuh dan lemak trans adalah dua jenis lemak yang paling berhubungan dengan dampak negatif pada sistem kardiovaskular. Lemak trans adalah lemak yang dihasilkan secara industri dari asam lemak tak jenuh yang dihidrogenasi oleh bakteri di usus hewan ruminansia, seperti sapi, domba, dan kambing, yang ditemukan dalam daging dan susu yang berlemak. Lemak trans yang dihasilkan secara industri juga ditemukan dalam lemak nabati seperti margarin, makanan yang digoreng, produk roti (seperti biskuit, kue kering, cookies, cake, dan donat). Namun, lemak trans alami yang ditemukan dalam daging dan susu hanya 6% dari total lemak. Selain itu, disarankan untuk produk fermentasi seperti yogurt karena dikaitkan dengan efek pencegahan diabetes dan penyakit jantung koroner (PJK).
  • Konsumsi ikan yang lebih banyak
    Konsumsi omega-3 dan konsumsi ikan menurunkan progresivitas sindrom koroner akut menjadi Miocard Infark (MI) dan komplikasi jantung, termasuk kematian. Makan lebih banyak ikan, terutama minyak ikan, adalah saran yang baik untuk kesehatan jantung, tetapi belum ada bukti yang jelas tentang manfaatnya. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi ikan dengan tingkat omega-3 yang lebih tinggi setiap minggu (sekitar 175 gram atau dua porsi) dikaitkan dengan risiko yang lebih rendah untuk penyakit jantung dan kematian total di antara orang yang berisiko tinggi atau pasien dengan penyakit pembuluh darah.
  • Menurunkan konsumsi garam
    Peningkatan tekanan darah dan morbiditas kardiovaskuler disebabkan oleh konsumsi garam yang berlebihan.Sebuah meta analisis menunjukkan bahwa individu dengan hipertensi dan asupan natrium lebih dari 7 g/hari memiliki risiko 23% lebih besar terhadap penyakit jantung dan kematian selama 4,2 tahun median. Konsumsi natrium dan PJK telah dikaitkan secara signifikan dalam studi kohort observasional lainnya. Sesuai dengan diet DASH, menghindari penambahan garam dan makanan yang mengandung banyak garam dapat meningkatkan efek penurunan tekanan darah dari obat hipertensi. Selain itu, konsumsi kalium yang tinggi dapat memiliki efek yang lebih besar pada penurunan tekanan darah. Menurut penelitian, jumlah garam yang harus dikonsumsi setiap hari tidak boleh melebihi 2.300 mg, atau sekitar satu sendok teh. Namun, makanan terproses seperti makanan kaleng, makanan beku, dan makanan cepat saji menghasilkan sebagian besar garam yang kita konsumsi. Jangan makan saus tinggi natrium seperti kecap, saus tomat, dan mayones.
  • Konsumsi daging tanpa lemak secara moderat, tetapi tidak terlalu banyak daging olahan
    Ada hubungan antara konsumsi daging olahan, seperti sosis, kornet, daging asap, dan sebagainya, dan risiko penyakit kardiovaskuler. Di sisi lain, orang mengonsumsi daging merah dalam jumlah sedang dan menggantinya dengan seafood, unggas rendah lemak, atau kacang kacangan. Karena daging olahan mungkin memiliki kandungan lemak dan garam yang lebih tinggi, penelitian membedakan daging segar dari daging olahan. Suatu penelitian analisis menemukan bahwa tidak ada hubungan antara PJK dan daging yang tidak diproses. Sebaliknya, daging olahan dikaitkan dengan risiko PJK sebesar 42% jika konsumsi 50 g per hari.
  • Menurunkan jumlah minuman berpemanis
    Konsumsi gula tambahan lebih dari 10% menunjukkan peningkatan mortalitas penyakit kardiovaskuler dan hubungannya dengan peningkatan insiden diabetes tipe 2. Mengonsumsi 1 porsi gula setiap hari meningkatkan risiko diabetes tipe 2 sebesar 6%.

 

Sumber : Kemenkes


artikel-2024-02-06T092805.340.png

Setiap orang tua harus tahu tentang keadaan gizi balita mereka. Didasarkan pada kenyataan bahwa kekurangan gizi pada usia balita bersifat irreversible, atau tidak dapat pulih, dan kekurangan gizi dapat berdampak pada perkembangan otak anak, tumbuh kembang anak di usia balita memerlukan perhatian lebih besar. Umur, berat badan (BB), dan tinggi badan adalah faktor yang menentukan status gizi balita. Gizi sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan balita dan terkait erat dengan kesehatan dan kecerdasan. Sumber daya pembangunan masyarakat akan dikurangi dengan gizi yang buruk, terutama untuk anak-anak.

Gizi sangat erat kaitannya dengan kesehatan seseorang. Konsumsi gizi harus sesuai dengan kebutuhan tubuh agar fungsinya dapat berjalan dengan baik. Gizi kurang terjadi ketika tubuh mengkonsumsi lebih banyak zat gizi daripada yang diperlukan, sedangkan gizi berlebihan terjadi ketika tubuh mengkonsumsi lebih sedikit zat gizi daripada yang diperlukan.

 

Penyebab Kurang Gizi Pada Anak

Bisa dilihat dari penyebab langsung dan tidak langsung, serta dari pokok masalah dan akar masalah. Makanan tidak seimbang dan infeksi adalah penyebab langsung, sedangkan ketahanan pangan keluarga, pola pengasuhan anak, layanan kesehatan anak, dan lingkungan adalah penyebab tidak langsung.

Kondisi sosial ekonomi, seperti pendidikan dan pekerjaan ibu, jumlah anak, pengetahuan dan pola asuh ibu, dan kondisi ekonomi orang tua, juga memengaruhi status gizi anak balita. Status gizi adalah keadaan tubuh yang disebabkan oleh konsumsi, penyerapan, dan penggunaan makanan. Dalam pengertian lain, status gizi dapat digambarkan sebagai ekspresi dari keadaan keseimbangan dalam bentuk variabel tertentu, atau sebagai representasi dari status tubuh yang berhubungan dengan gizi dalam bentuk variabel tertentu.

 

Masalah Gizi yang Harus Diatasi

Sampai saat ini, empat masalah gizi utama di Indonesia perlu ditangani melalui program perbaikan gizi, yaitu. masalah dengan kekurangan energi protein (KEP), kekurangan vitamin A, anemia zat gizi, dan gangguan akibat kekurangan yodium.

Sampai saat ini, kurang energi protein (KEP) masih merupakan salah satu masalah gizi utama di Indonesia. KEP sendiri diklasifikasikan menjadi 2 (dua) kategori: kurang gizi (bila berat badan menurut umur di bawah 2 SD) dan gizi buruk (bila berat badan menurut umur di bawah 3 SD). Balita kekurangan gizi tidak terjadi secara tiba-tiba; itu dimulai dengan kenaikan berat badan yang tidak cukup. Perubahan berat badan anak dari waktu ke waktu dapat menunjukkan bahwa status gizi mereka berubah.

 

Sumber : Kemenkes

 


Copyright by Markbro 2025. All rights reserved.