artikel-2024-03-15T093132.771.png

Karena penderita hipertensi seringkali tidak menyadari bahwa mereka menderita penyakit ini, hipertensi juga disebut sebagai “Silent Killer Disease”. Data yang dikumpulkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menunjukkan bahwa pada tahun 2023, sebanyak 1,28 milyar orang dewasa berusia 30 hingga 79 tahun di seluruh dunia menderita hipertensi, dan sebanyak 46% dari mereka tidak menyadari bahwa mereka menderita penyakit tersebut. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), hipertensi adalah penyebab utama kematian dini di dunia.

Agar hipertensi tidak semakin parah dan menimbulkan komplikasi penyakit lainnya, penyakit ini harus segera diobati. Memodifikasi gaya hidup, terutama olahraga, adalah salah satu cara untuk mengatasi masalah ini. Banyak jenis olahraga yang membantu mengurangi tekanan darah tinggi, tetapi senam yoga adalah salah satu yang paling tidak diketahui orang di Indonesia. Hipertensi dan tekanan darah dapat dikurangi dengan yoga.

 

Manfaat Yoga Bagi Pengidap Hipertensi

Studi oleh Mooventhan dan Nivethitha menunjukkan bahwa senaman yoga dapat menurunkan tekanan darah. Latihan yoga selama dua minggu (dua jam setiap hari dan lima hari seminggu) menurunkan risiko penyakit kardiovaskular secara signifikan. Yoga, yang merupakan bentuk olahraga yang menggabungkan gerakan fisik dan meditasi dengan tujuan meningkatkan fleksibilitas dan konsentrasi fisik, dapat menawarkan berbagai manfaat, khususnya bagi penderita hipertensi.

Beberapa keuntungan antara lain:

  • Memfasilitasi aliran darah ke seluruh tubuh
  • Teknik pernafasan, pengendalian emosi, dan pelepasan hormon endorfin dapat membantu mengurangi stres dan kecemasan.
  • Meningkatkan kekuatan dan fleksibilitas otot terutama otot yang terletak di pembuluh darah, yang membantu menurunkan tekanan darah
  • Mengurangi berat badan dengan latihan kekuatan fisik

 

Tips Agar Mendapat Manfaat Yoga Sepenuhnya

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan agar manfaat yoga benar-benar dirasakan, yaitu:

  • Memilih gaya yoga yang tepat
    Berbagai jenis yoga tersedia, termasuk hatha, vinyasa, dan bikram yoga, tetapi yang lebih ringan seperti hatha atau vinyasa yoga lebih baik untuk penderita hipertensi.
  • Mengatur waktu yoga
    Sangat penting untuk mengetahui berapa lama Anda melakukan yoga agar hasilnya optimal. Namun, orang dengan hipertensi tidak boleh melakukan yoga terlalu lama.
  • Konsultasikan dengan dokter Anda
    Jika Anda memiliki hipertensi, Anda harus berkonsultasi dengan dokter Anda sebelum melakukan yoga. Dokter Anda akan merekomendasikan jenis, waktu, dan intensitas senam yang tepat untuk Anda.

Meskipun senam yoga memiliki banyak manfaat bagi penderita hipertensi, Anda harus tetap berkonsultasi dengan dokter Anda atau profesional medis lainnya. Setiap orang memiliki kebutuhan latihan dan pendekatan yang disesuaikan untuk mencapai hasil terbaik.

 

Sumber: Kemenkes


artikel-2024-03-13T093514.102.png

Peradangan pada tendon supraspinatus terjadi karena gesekan tendon terhadap tulang bahu secara berulang-ulang dalam jangka waktu yang lama, terutama saat berenang, melukis, atau bermain tenis. Tulang bahu ini dibentuk oleh caput humeri dengan bungkus kapsul sendi glenohumeral sebagai alasnya, dan akromion dan ligamentum coraco acromiale sebagai penutup bagian atasnya. Sebelum masuk ke dalam tuberkulum majus humeri, tendon otot supraspinatus akan melewati terowongan di daerah bahu. Terowongan ini dibentuk oleh kaput humeri (yang melindungi kapsul sendi glenohumerale) dan akromion dan ligamentum coraco acromiale sebagai penutup bagian atasnya.

Perubahan pada tendon disebabkan oleh kerobekan serabut tendon akibat trauma atau cedera. Cairan yang keluar dari sistem sirkulasi dapat menyebar ke celah tendon yang robek dan mengendap di sekitarnya, membentuk hematom. Hematom ini akan menekan ujung-ujung saraf sensasi di sekitarnya, meningkatkan rasa sakit. Apabila penekanan berulang yang menyebabkan peradangan ini berlanjut, tendon akan menebal. Ini menyebabkan gerakan tendon menjadi terbatas atau terhambat. sehingga aliran darah terganggu, menyebabkan tendinitis.

 

Gejala Supraspinatus Tendinitis

  • Nyeri memberikan tekanan pada area otot supraspinatus.
  • Nyeri ditekan pada tendon otot supraspinatus, tepatnya pada daerah tuberculum mayus humeri sedikit proximal. Nyeri juga ditemukan pada otot deltoid medial sebagai referensi. Arc yang menyebabkan sakit pada tendinitis suprapinatus berkisar antara 600 dan 1200 mm. Jika diperhatikan, rasa nyeri tersebar di seluruh area sendi bahu. Nyeri ini dapat menjadi kumatkumatan, yang muncul saat mengangkat bahu. Memakai baju, menyisir rambut, memasang konde, atau mengambil bumbu dapur dari rak gantung adalah keluhan umum.
  • Rasa nyeri menyebabkan keterbatasan gerak pada sendi bahu, terutama untuk gerakan abduksi dan eksorotasi.
  • Kelemahan dan atrofi otot

 

Cara Pengobatan Supraspinatus Tendinitis

  • Terapi dengan obat
    • Obat Ibuprofen
      Jenis NSAID yang dimaksudkan untuk mengurangi rasa sakit dengan waktu paruh yang cukup singkat. Sebagian diindikasikan untuk osteoarthritis dan rematoid arthritis yang menyebabkan nyeri yang ringan hingga sedang. Dosis berkisar antara 400 dan 800 mg.
    • Diclofenac Natrrium
      merupakan bahan kimia asam asetat heteroaril yang terbentuk dalam waktu singkat. Indikasi untuk ankylosing spondilitis, RA, dan osteoarthritis
    • Obat Piroksikam
      memiliki waktu paruh yang panjang, yaitu 50 jam, dan dapat diberikan satu kali setiap hari. ditunjukkan untuk kasus osteoarthritis dan RA.
  • Fisioterapi
    Massage ini bertujuan untuk meredakan nyeri dan ketegangan otot serta meningkatkan vaskularisasi. Secara umum, perawatan yang dapat diberikan adalah sebagai berikut:

    • Untuk mengurangi spasme otot supraspinatus, berikan kompres hangat.
    • Teknik transver friction digunakan untuk melakukan massage pada tendon supraspinatus.
  • Ultra Sound (US)
    Terapi ultrasound menggunakan energi gelombang suara dengan frekuensi lebih dari 20.000 Hz, yang tidak dapat ditangkap oleh telinga atau pendengaran, dan merupakan salah satu modalitas fisioterapi yang paling sering digunakan di klinik untuk membantu pasien dengan masalah muskuloskeletal.
  • Latihan Terapetik
    Provokasi ke arah abduksi dengan gerakan isometrik/tahanan.

 

Sumber: Kemenkes


artikel.png

Kanker kolon adalah kanker usus yang paling umum dan merupakan penyebab ketiga kematian akibat kanker terbanyak di dunia, baik pada pria maupun wanita. Pasien kanker sering mengalami masalah fisik dan nonfisik. Penyakit kanker tidak hanya menyebabkan masalah fisik, tetapi juga menyebabkan masalah psikologis. Sosial juga menyebabkan masalah ekonomi. Karena fakta bahwa kanker kolon dengan perforasi sangat berisiko, pasien yang memilikinya memiliki tingkat frekuensi kekambuhan yang lebih tinggi dari pasien yang tidak memilikinya.

Penyakit kanker kolon lebih sering terjadi di kolon sigmoid, yang merupakan bagian kolon yang paling umum terjadi obstruksi. Sebagian besar tumor terletak di distal fleksura splenica, dan sebagian besar perforasi terletak di tumor hampir 70 persen, dan perforasi terletak di proksimal tumor sebesar 30 persen. Pada pasien yang memiliki riwayat keluarga penderita kanker kolon, kejadian kanker kolon lebih tinggi.

 

Apa Saja Faktor Risiko Kanker Kolon

Beberapa faktor risiko kanker kolon termasuk pasien yang lebih tua, riwayat keluarga terkena kanker kolon, penyakit radang usus, gaya hidup yang tidak sehat, obesitas, dan penggunaan obat anti-inflamasi nonsteroid. Salah satu faktor risiko yang dapat menyebabkan perforasi pada kanker kolon adalah tindakan kolonoskopi, yang merupakan prosedur standar untuk mengidentifikasi kanker kolon yang terkait dengan perforasi iatrogenik atau trauma mekanis yang disebabkan oleh prosedur. Risiko perforasi juga dapat meningkat jika ada obstruksi yang memerlukan kolonoskopi.

 

Gejala dan Diagnosis Kanker Kolon

Dibandingkan dengan perforasi gastrointestinal lainnya, perforasi kolon adalah yang paling mengganggu. Peritonitis bakteri disebabkan oleh banyaknya bakteri di usus besar. Sebagian pasien menunjukkan gejala seperti abses mirip massa perut atau sepsis. Setelah tindakan kolonoskopi, beberapa pasien mengalami nyeri perut yang menetap dan distensi, yang menunjukkan bahwa ada luka di dalam perut. Akibatnya, perlu dilakukan evaluasi segera dari luka di dalam perut. Diagnosis perforasi kolon dapat dibuat berdasarkan temuan klinis dan radiografi. Keberadaan dan penyebab perforasi dapat diidentifikasi dengan beberapa modalitas pencitraan dan tes laboratorium. Untuk mengevaluasi pasien yang menunjukkan tanda-tanda perforasi, salah satu metode pilihan adalah tomografi komputer multi detektor (CT scan).

Tomografi komputer multidetektor memiliki sensitivitas yang tinggi untuk mendeteksi gas ekstraluminal dan melokalisasi lokasi perforasi dengan akurasi 82–90%. Komputer tomografi abdomen (CT) juga digunakan untuk menentukan diagnosis perforasi dan penyebabnya. Perforasi yang disebabkan oleh kanker kolon dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu perforasi bebas dan perforasi tertutup. Perforasi tertutup memiliki gambaran onkologis yang berbeda dari perforasi bebas karena peradangan lokal yang disebabkan oleh pembentukan abses lokal, yang dapat dilihat melalui pemeriksaan patologis atau tomografi komputer operasi.

Dibandingkan dengan perforasi bebas, pembentukan rongga abses ini menurunkan risiko penyebaran tumor (sel ganas). Pasien kanker kolon yang lebih tua cenderung mengalami komplikasi perforasi kolon. Mereka yang memiliki perforasi kolon akan mengalami sepsis, yang dapat menyebabkan peritonitis dan akhirnya mengakibatkan kematian.

 

Sumber: Kemenkes


artikel-2024-03-06T114047.460.png

Banyak dari Anda mungkin sudah mengetahui bahwa tekanan darah tinggi dan kadar kolesterol tinggi adalah dua faktor risiko utama penyakit jantung. Meskipun demikian, apakah Anda pernah mendengar tentang peradangan? Studi terbaru menunjukkan bahwa peradangan sangat penting; mengurangi peradangan dapat mencegah stroke dan serangan jantung. Kontrol tekanan darah, kadar kolesterol, dan gula darah sama pentingnya dengan mengontrol peradangan. Berikut beberapa hal yang perlu Anda ketahui untuk melindungi jantung kita dari dampak peradangan yang merusak.

 

Peradangan pada Penyakit Jantung

Sebagian dari respons imun seseorang terhadap penyakit atau cedera adalah peradangan. Peradangan melawan kuman dan mempercepat penyembuhan saat luka atau infeksi. Peradangan dapat terjadi karena kolesterol dan zat lain menumpuk di pembuluh darah arteri.

Kondisi radang menguntungkan dalam jangka pendek. Namun, peradangan yang berkelanjutan dapat menyebabkan iritasi pada pembuluh darah. Peradangan dapat menyebabkan plak muncul, yang membuat arteri rapuh, dan menyebabkan tersumbatnya darah, yang menyebabkan serangan jantung dan stroke. Serangan jantung terjadi ketika arteri jantung tersumbat oleh bekuan darah, dan stroke terjadi ketika arteri otak tersumbat.

 

Gaya Hidup untuk Melawan Peradangan

Kita dapat mengontrol peradangan dengan menghindari hal-hal yang menyebabkan peradangan. Gaya hidup ini juga dapat menurunkan tekanan darah, kolesterol jahat, dan gula darah.

Anda dapat mengurangi peradangan dengan melakukan hal-hal berikut:

  • Berhenti merokok. Merokok merusak pembuluh darah dan memicu aterosklerosis, dan berhenti merokok dapat menurunkan risiko penyakit jantung hampir 50%.
  • Menjaga berat badan sesuai dengan standar. Berlebihan berat badan meningkatkan risiko beberapa penyakit. Penanda risiko penyakit jantung adalah lemak di perut. Ini karena lemak di perut dapat menegluarkan molekul yang menyebabkan peradangan.
  • Meningkatkan aktivitas: Berolahraga setidaknya dua puluh menit setiap hari dapat membantu mengurangi peradangan. Ini tidak berarti Anda harus berolahraga dengan intensitas tinggi, tetapi olahraga sedang seperti berjalan cepat terbukti efektif.
  • Diet jantung sehat: Makanan yang diproses dan cepat saji dapat menyebabkan peradangan. Sebaliknya, makanan seperti ikan berlemak, biji-bijian, gandum utuh, kacang-kacangan, dan buah-buahan memiliki sifat anti-radang.

Peradangan kronik seringkali tidak menunjukkan gejala, jadi pemeriksaan darah diperlukan untuk mengetahuinya. Namun, orang seringkali tidak melakukan pemeriksaan peradangan secara teratur. Salah satu cara mudah untuk mengurangi risiko peradangan dan penyakit jantung adalah dengan menjalani gaya hidup yang sehat.

 

Sumber: Kemenkes


artikel-2024-03-05T104134.128.png

Salah satu istilah untuk berfikir yang berlebihan adalah overthinking. Ini didasarkan pada kata-kata “over”, yang berarti “berlebihan” dan “thingking”, yang berarti “berfikir”. Oleh karena itu, overthinking adalah perilaku berfikir yang berlebihan sebagai reaksi terhadap berbagai situasi. Overthinking terdiri dari ingatan yang berkaitan dengan masa lalu, bayangan tentang peristiwa yang menyedihkan di masa lalu, kesalahan yang telah dipersalahkan, dan kecemasan tentang hal-hal yang mungkin terjadi di masa depan.

Salah satu jenis gangguan mental atau gangguan psikologis adalah overthinking, yang memiliki gejala yang terkait dengan psikologi, seperti cemas, ketakutan, terlalu banyak pertimbangan sehingga merasa bimbang, dan banyak pikiran negatif yang muncul sehingga mencoba menjustifikasi sesuatu, yang menyebabkan orang bingung, terpuruk, depresi, dan menutup diri. Orang yang selalu berpikir terlalu banyak bisa sulit untuk bertindak karena overthinking tidak hanya membuang waktu tetapi juga menguras energi. Hal ini dapat menyebabkan kita mengalami kecemasan atau terjebak dalam gangguan kecemasan. Gangguan kecemasan sangat nyata dan serius, seperti penyakit jantung dan diabetes.

Seseorang yang mengalami kecemasan karena overthinking biasanya merasa tertekan dan perlu melakukan sesuatu untuk memperbaikinya. Jika tidak ada orang yang memperhatikan mereka, mereka akan merasa ditinggalkan dan semuanya akan menjadi lebih buruk. Karena terlalu banyak berpikir dapat menyebabkan penilaian diri yang salah dan stres, yang tanpa disadari dapat menyebabkan masalah. Ini pasti berdampak pada kesehatan, produktivitas, dan kreativitas.

 

Faktor Penyebab Overthinking

Terlalu banyak berpikir dapat disebabkan oleh banyak hal. Ini bisa karena masalah keluarga, hubungan, pekerjaan, studi, tekanan, dan lain-lain. Kesedihan dan pikiran negatif yang berkelanjutan lebih mungkin terjadi pada orang yang berlebihan berpikir, yang menyebabkan mereka tidak dapat berdamai dengan diri mereka sendiri. Yang lebih buruk adalah ketika orang tidak menyadari bahayanya karena terlalu banyak berpikir.

Kebanyakan orang hanya merasa bahwa mereka telah mencapai kemajuan dalam memikirkan sesuatu sambil merenungkannya terus-menerus. Pada kenyataannya, mereka hanya menyerap pemikiran negatif yang muncul dan membangun perspektif pesimis tentang masalah yang sedang dipikirkan. Oleh karena itu, setiap orang harus dapat mengendalikan pikiran mereka untuk menghindari berpikir terlalu banyak. Ini akan membantu mereka menghindari kecemasan yang disebabkan oleh pikiran yang berlebihan. Overthinking juga dapat menyebabkan hal-hal berikut:

  • Perasaan takut akan kegagalan
  • Terlalu berhati-hati
  • Kurangnya keyakinan diri
  • Traumatik
  • Ketidakjelasan
  • Mental yang negatif
  • Khawatir dengan opini orang lain
  • Stres social

Penting untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan overthinking serta metode untuk mengatasi masalah ini. Dengan bantuan profesional, seperti terapis atau konselor, orang dapat mengatasi pola piker negatif dan membuat strategi untuk menangani ketidakpastian dalam hidup mereka dengan lebih baik.

 

Efek Overthinking

Kebanyakan masalah overthinking yang dihadapi oleh masyarakat ini disebabkan oleh rasa khawatir karena sebagian orang dalam masyarakat sering berpikir tentang hal-hal yang negatif, yang menyebabkan mereka mengalami overthinking. Banyak orang dalam masyarakat mengatakan bahwa keadaan overthinking ini juga dapat terjadi karena faktor pemicu dari lingkungan sekitar mereka. Berpikir terlalu banyak dapat menyebabkan hal-hal berikut:

  • Stres dan kecemasan jangka panjang
  • Sulit tidur
  • Gangguan perasaan
  • Ketidakmampuan untuk membuat keputusan
  • Pembelajaran tentang produktivitas

 

Tips Mengurangi Overthinking

Untuk meredakan kecemasan yang dialami seseorang, mereka dapat merasa nyaman sehingga mereka dapat menjadi orang yang sehat dengan pikiran yang positif. Orang yang sehat adalah orang yang belajar menghadapi dunia dengan cara yang sehat dan produktif sehingga mereka dapat berkembang secara pribadi dan merasa lebih tenang dengan cara berpikir yang positif. Ada beberapa metode untuk mengurangi pola pikir yang tidak sehat dan mengatasinya:

  • Meluangkan waktu untuk diri sendiri dan menemukan arti dari pengalaman Anda.
  • Mengalihkan pikiran negatif dengan memikirkan hal-hal yang menyenangkan.
  • Membuat rencana untuk 15 hingga 30 menit untuk tidak melakukan apa pun atau untuk meditasi setiap hari.

 

Sumber: Kemenkes


artikel-2024-03-04T135435.365.png

Kesehatan gigi dan mulut sangat penting untuk kesehatan tubuh, jadi tubuh yang sehat tidak tergantung pada apakah gigi dan mulutnya sehat atau tidak. Oleh karena itu, pembangunan di bidang kesehatan gigi harus diprioritaskan saat melaksanakan kemajuan di bidang kesehatan. Kerosakan struktur gigi yang menyebabkan lubang pada gigi dikenal sebagai karies. Karies gigi adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh demineralisasi email dan dentin yang erat terkait dengan konsumsi makanan yang memiliki sifat kariogenik. Bakteri penyebab karies Streptoccocus mutans adalah penyebab karies gigi. Karena anak-anak cenderung menyukai makanan manis, karies gigi sering terjadi pada anak-anak.

Kontrol plak adalah bagian penting dari perawatan gigi dan mulut. Cara paling mudah untuk mengontrol plak di rumah adalah dengan menyikat gigi. Penyakit ini menyebabkan gigi berlubang, yang jika tidak ditangani dapat menyebabkan nyeri, rasa sakit, dan kehilangan gigi bahkan menjadi pemicu timbulnya berbagai penyakit berbahaya. Tidak ditangani, penyakit ini dapat menyebabkan nyeri, infeksi, berbagai penyakit berbahaya, dan bahkan kematian. Permukaan gigi, bakteri kariogenik (yang menyebabkan karies), karbohidrat yang difermentasikan, dan waktu adalah beberapa faktor yang mendukung karies gigi. Anatomi gigi memengaruhi pembentukan karies juga. Karies dapat berkembang di celah dan alur gigi yang dalam. Tempat yang sering terselip makanan juga sering terkena karies.

 

Kenapa Karies Gigi Bisa Terjadi

Banyak faktor menyebabkan karies gigi. Host (gigi dan saliva), mikroorganisme (plak), substrat (karbohidrat), dan faktor waktu adalah beberapa penyebab karies. Selain itu, pengalaman sebelumnya dengan karies, status sosial ekonomi, usia, jenis kelamin, lokasi geografis, dan perilaku yang berkaitan dengan kesehatan gigi adalah faktor risiko tambahan yang berkontribusi pada intensitas karies. Akibatnya, karies ini disebabkan oleh aktivitas mikroba dalam karbohidrat yang dapat difermentasikan. Kerugian bahan organik gigi ini diikuti oleh demineralisasi jaringan kerasnya. Infeksi bakteri, kematian pulpa, dan infeksi yang menyebar ke jaringan periapikal dapat menyebabkan nyeri. Mengonsumsi makanan atau minuman yang manis, panas, atau dingin dapat menyebabkan rasa nyeri menjadi lebih buruk.

 

Cara Mencegah Karies Gigi

Beberapa langkah pencegahan yang dapat diambil termasuk menjaga mulut tetap bersih, mendapatkan pendidikan tentang kesehatan gigi, mengurangi konsumsi gula dan diet, menggunakan fluor, dan mengetahui kondisi kesehatan gigi dan mulut Anda, antara lain:

  • Diet dan Konsumsi Karbohidrat atau Gula
    Untuk mencegah karies gigi pada anak-anak, lebih penting untuk mengurangi konsumsi gula dan mengontrol frekuensi asupan gula yang tinggi. Memberikan saran tentang pola makan yang sehat dan pilihan pengganti gula adalah cara untuk mencapai hal ini. Diet yang sehat merekomendasikan makan makanan yang mengandung protein dan fosfat yang cukup untuk meningkatkan sifat basa saliva. Anda juga harus makan lebih banyak sayuran dan buah-buahan yang berserat dan berair, yang berfungsi untuk membersihkan dan merangsang sekresi saliva. Anda juga harus menghindari makanan yang terlalu manis dan berlemak, dan membatasi frekuensi makan Anda menjadi tiga kali sehari dan mengurangi keinginan untuk makan di antara jam makan.
  • Menjaga Kesehatan Mulut Anda
    Diakui bahwa menjaga kebersihan mulut memerlukan penyikatan gigi, penggunaan benang gigi (flossing), dan tindakan pencegahan profesional. Untuk memastikan bahwa setiap orang memiliki kemampuan untuk membersihkan seluruh giginya, keahlian dan teknik penyikatan gigi harus lebih ditekankan. Segera setelah sarapan pagi dan sebelum tidur malam, setiap orang harus menyikat giginya dua kali sehari dengan pasta gigi yang mengandung fluor. Untuk membersihkan gigi di antara gigi, juga dibutuhkan pemakaian benang gigi. Dokter gigi melakukan tindakan pencegahan profesional seperti skeling dan root planning.
  • Menggunakan Fluor
    Penggunaan fluor dapat dilakukan melalui fluoridasi air minum, pasta gigi, obat kumur, tablet fluor, dan aplikasi topikal. Cara yang paling efektif untuk mengurangi masalah karies di masyarakat umum adalah melalui fluoridasi air minum. Untuk anak yang berisiko tinggi atau selama terjadi kenaikan karies, penggunaan obat kumur disarankan. Untuk anak yang berisiko tinggi, topikal aplikasi fluor diberikan setiap empat atau enam bulan sekali. Penggunaan pasta gigi atau tablet fluor tidak cukup untuk mencegah atau menghambat perkembangan karies.
  • Pendidikan Mengenai Kesehatan Gigi
    Mempengaruhi atau mengajak orang lain untuk berperilaku sehat dikenal sebagai pendidikan kesehatan. Itu penting dalam hal perilaku hidup sehat karena tingkat kesehatan adalah salah satu faktor yang menentukan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Anak-anak yang berisiko tinggi terhadap penyakit gigi seperti karies dan penyakit periodontal memerlukan pendidikan kesehatan gigi tentang kebersihan mulut, diet, gula, dan kunjungan rutin ke dokter gigi. Informasi ini harus diberikan secara individual dan diberikan secara konsisten. Ini juga harus memberi tahu anak bahwa mereka bertanggung jawab untuk menjaga kesehatan mulutnya.

 

Sumber: Kemenkes

 


artikel-2024-03-02T101250.691.png

Kata “osteoporosis” berasal dari kata “osteo”, yang berarti tulang, dan “pori”, yang berarti berlubang-lubang atau keropos. Oleh karena itu, osteoporosis adalah penyakit tulang yang keropos yang dicirikan oleh massa tulang yang rendah atau berkurang, disertai gangguan mikro arsitektur tulang dan penurunan kualitas jaringan tulang, yang dapat menyebabkan kerapuhan tulang. Tulang ini, yang rapuh dan keropos, mudah patah atau pecah.

Penyakit tulang yang disebut osteoporosis memiliki gejala menurunnya kepadatan tulang secara keseluruhan karena tubuh tidak mampu mengontrol jumlah mineral yang terkandung dalam tulang. Ketika arsitektur tulang menjadi rusak, osteoporosis menyebabkan pengeroposan tulang dan penurunan kekuatan tulang, yang meningkatkan kemungkinan patah tulang. Osteoporosis tidak menunjukkan gejala tertentu, menjadikannya penyakit yang diam.

Salah satu gejala osteoporosis adalah nyeri pada tulang, nyeri pada otot, nyeri yang sering terjadi pada punggung, adanya tulang yang patah, kemudian membungkuknya tulang punggung, penurunan tinggi badan, dan nyeri pada punggung. Keluarga penderita osteoporosis dapat mengalami kesulitan. Oleh karena itu, kita harus memprioritaskan tindakan pencegahan. Di Indonesia, upaya preventif sangat penting karena tingkat kematian patah tulang yang tinggi.

Dimulai dengan promosi kesehatan, memberi tahu orang Indonesia bahwa kita dapat mencegah osteoporosis dari anak-anak dengan mengonsumsi makanan yang mengandung kalsium yang cukup. Selain itu, menjalani pola hidup sehat dan aktif adalah cara penting untuk mencegah osteoporosis.

 

Sifat Penyakit Osteoporosis

Penurunan kekuatan tulang, atau kekuatan tulang, adalah tanda osteoporosis. Osteoporosis sama dengan kehilangan massa tulang, atau kelainan tulang yang merujuk pada kelainan kekuatan tulang. Kekuatan tulang ini adalah hasil dari kombinasi volume mineralisasi, arsitektur tulang, turnover tulang, dan akumulasi kerusakan tulang. Kelemahan kekuatan tulang ini dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya fraktur.

 

Jenis Penyakit Osteoporosis

  • Osteoporosis Primer
    Menopause umumnya terjadi pada usia 50 tahun. Hormon estrogen wanita akan turun 2-3 tahun sebelum menopause dan terus turun sampai 3-4 tahun setelah menopause. Masa tulang juga akan berkurang 1-3 persen dalam 5-7 tahun pertama setelah menopause. Dan ketika seseorang berusia 70 tahun, proses pengeroposan tulang akan berkurang, tetapi tidak akan berhenti, sampai akhirnya seseorang wanita kehilangan 35 hingga 50 persen dari tulangnya pada usia tua. Banyak orang percaya bahwa osteoporosis primer hanya terjadi pada orang tua atau wanita sesudah menopause.
  • Osteoporosis Sekunder
    Hampir dua pertiga pria dan lebih dari separuh wanita sebelum menopause mengalami osteoporosis sekunder, yang dapat disebabkan oleh berbagai penyakit atau kelainan, atau bisa juga akibat pembedahan atau penggunaan obat yang mempercepat pengeroposan tulang. Ada berbagai penyebab osteoporosis sekunder, yang meningkatkan kemungkinan patah tulang dan menurunkan densitas tulang. Diperlukan pencegahan dan pengobatan yang lebih baik untuk kondisi ini segera.

 

Gejala yang Muncul Karena Osteoporosis

Osteoporosis awalnya tidak menimbulkan gejala, bahkan mungkin bertahun-tahun tanpa gejala. Namun, ketika kepadatan tulang berkurang sehingga tulang hancur atau kolaps, nyeri dan perubahan bentuk tulang akan muncul. Seseorang dengan osteoporosis biasanya akan memberikan keluhan atau gejala sebagai berikut:

  • Tinggi badan turun
  • Tubuh berubah bentuk atau bungkuk
  • Tulang patah
  • Patah tulang menyebabkan nyeri

Kolaps tulang belakang menyebabkan nyeri punggung yang menahun. Nyeri biasanya muncul secara tiba-tiba dan dirasakan di area tertentu punggung, meningkat jika orang berdiri atau berjalan.

 

Sumber: Kemenkes


artikel-2024-03-01T085422.856.png

Gula adalah salah satu bentuk karbohidrat sederhana yang biasanya dihasilkan dari tanaman tebu. Namun, Anda juga dapat mendapatkan gula dari sumber lain, seperti nira aren, pohon palem, buah kelapa, pohon lontar, atau nektar bunga kelapa. Sukrosa adalah salah satu jenis disakarida yang ada dalam gula. Karena rasanya yang manis dan mudah dicerna, gula berfungsi sebagai sumber energi. Gula juga digunakan dalam berbagai cara. Ini termasuk sebagai bahan dasar untuk membuat minuman beralkohol, sebagai pengawet dalam industri makanan, dan sebagai campuran dalam pembuatan obat. Konsumsi gula berlebihan sekarang menjadi masalah kesehatan utama. Saat ini, orang sering tergiur dengan makanan dan minuman yang tinggi gula, seperti minuman ringan, dessert, dan makanan siap saji yang mengandung gula.

Akibatnya, orang mengonsumsi gula lebih banyak daripada yang disarankan, yang merugikan kesehatan mereka. Studi ini telah menunjukkan bahwa konsumsi gula yang berlebihan terkait dengan banyak masalah kesehatan yang serius. Konsumsi gula berlebihan memiliki efek samping seperti risiko diabetes, penyakit jantung, kanker, dan obesitas yang meningkat. Obesitas telah menjadi masalah kesehatan global yang mendesak. Karena gula memiliki nilai energi yang tinggi dan tidak memberikan nutrisi penting bagi tubuh, konsumsi gula yang berlebihan dikaitkan dengan risiko obesitas. Konsumsi gula yang berlebihan juga berkontribusi pada diabetes. Salah satu faktor risiko penting untuk diabetes adalah gula dapat menyebabkan resistensi insulin dan memengaruhi metabolisme glukosa.

 

Hal yang Mempengaruhi Konsumsi Gula

Beberapa faktor, termasuk faktor sosial, psikologis, dan lingkungan, dapat mempengaruhi konsumsi gula. Faktor sosial termasuk norma sosial, dukungan sosial, dan pengaruh teman sebaya. Faktor psikologis termasuk kecenderungan untuk mencari makanan yang enak dan memuaskan, kecemasan, dan stres. Faktor lingkungan termasuk ketersediaan makanan, harga, dan promosi. Norma sosial menunjukkan bahwa dengan konsumsi lebih banyak buah, konsumsi gula akan meningkat.

Faktor psikologis juga dapat memengaruhi konsumsi gula; misalnya, satu studi menemukan bahwa stres berhubungan dengan makan makanan tinggi lemak dan gula, dan kecenderungan untuk mencari makanan enak dan mengenyangkan berhubungan dengan makan makanan tinggi lemak dan gula. Faktor lingkungan juga dapat memengaruhi konsumsi gula, karena promosi penjualan makanan dan minuman tinggi gula dikaitkan dengan konsumsi gula yang tinggi.

 

Tips Mengurangi Konsumsi Gula

Untuk mengurangi konsumsi gula, pendidikan, regulasi, dan perlindungan lingkungan dapat digunakan. Edukasi dapat meningkatkan kesadaran akan bahaya konsumsi gula berlebihan dan memberikan rekomendasi untuk mengurangi konsumsi gula. Peraturan dapat membatasi ketersediaan makanan dan minuman tinggi gula dan memberlakukan pajak gula. Tindakan lingkungan dapat meningkatkan ketersediaan makanan dan minuman sehat dan mengurangi iklan makanan dan minuman tinggi gula. Intervensi lingkungan yang ditujukan untuk mengurangi konsumsi gula.

Sangat penting untuk membatasi jumlah gula yang Anda konsumsi setiap hari karena mengonsumsi terlalu banyak gula dapat memiliki efek buruk pada berbagai aspek kesehatan Anda. Artikel ini menunjukkan betapa pentingnya inisiatif kesehatan masyarakat untuk mengurangi konsumsi gula, mendorong kebiasaan makan yang lebih sehat, dan meningkatkan kesadaran tentang efek buruk dari mengonsumsi terlalu banyak gula.

 

Sumber: Kemenkes


artikel-2024-02-24T095415.399.png

Typhoid adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi tubuh dengan bakteri Salmonella typhi. Typhoid adalah infeksi akut yang biasanya menyerang saluran pencernaan dan memiliki gejala demam selama lebih dari 7 hari, masalah pencernaan, dan masalah kesadaran. Sangat sulit untuk membedakan penyakit ini dengan demam lainnya, tetapi penyakit ini biasanya diikuti oleh sakit kepala dan sakit perut, dan demam biasanya naik dan turun bergantian pada waktu tertentu, seperti saat tinggi pada malam hari.

Typhoid adalah penyakit infeksi yang terjadi di daerah tropis dan subtropis, terutama di daerah dengan sumber air yang tidak bersih dan sanitasi yang buruk. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Salmonella thypi yang telah menyebar melalui makanan dan minuman yang tercemar. Orang yang menderita penyakit ini mungkin telah mengkonsumsi makanan atau minuman yang tercemar ini.

 

Gejala Penyakit Typhoid

  • Demam meningkat setiap hari hingga 39–40 derajat Celcius
  • Serangan kepala
  • Lemah dan kelelahan
  • Menyerang otot
  • Berkeringat banyak
  • Batuk ringan
  • Penurunan nafsu makan dan berat badan
  • Rasa sakit di perut
  • Diarrhea
  • Ruam pada kulit menyerupai bintik-bintik kecil merah muda
  • Menangis
  • Berbaring dengan kepala tegak dan mata setengah tertutup

 

Penularan Penyakit Typhoid

Infeksi typhoid melalui 5 F:

  • Makanan, termasuk makanan yang dikonsumsi dan didapati dari lingkungan yang tidak bersih, dapat menjadi sumber infeksi. Ini terutama benar jika kontaminasi terjadi karena pengolahan makanan yang tidak benar.
  • Penularan infeksi jari dapat terjadi jika jari tidak dicuci dengan benar setelah buang air kecil atau buang air besar.
  • Seseorang yang sudah terinfeksi bakteri penyebab typhoid, fomitus, dan bakteri yang muntahan dari penderita typhoid dapat menjadi cara lain untuk menularkan typhoid.
  • Lalat sangat suka hinggap di tempat dan benda yang kotor, yang dapat menjadi sarang bakteri Salmonella thypi. Lalat dapat membawa bakteri Salmonella thypi ke tempat dan benda kotor, yang kemudian masuk ke makanan dan menyebabkan kontaminasi.
  • Bakteri penyebab typhoid banyak ditemukan dalam kotoran dan feses pasien typhoid.

 

Komplikasi Penyakit Typhoid

  • Perdarahan yang terjadi di saluran pencernaan yang memerlukan transfusi darah
  • Kerusakan pada saluran pencernaan dapat menyebabkan peritonitis, yang dapat fatal.

Selain masalah yang disebutkan di atas, masalah tambahan mungkin muncul, antara lain:

  • Peradangan otot jantung, juga dikenal sebagai miokarditis
  • Endokarditis, atau peradangan selaput jantung dan katup
  • Pneumonia
  • Peradangan pankreas
  • Infeksi yang terjadi di kandung kemih
  • Peradangan selaput otak dan sumsum tulang belakang, juga dikenal sebagai meningitis

 

Sumber: Kemenkes


artikel-2024-02-23T090029.928.png

Salah satu komponen penting dari kualitas hidup yang baik adalah kesehatan jantung. Jantung adalah organ penting yang memompa darah ke seluruh tubuh, dan masalah kesehatan jantung dapat memengaruhi kehidupan seseorang secara signifikan. Vitamin D adalah faktor yang semakin dikenal karena hubungannya dengan kesehatan jantung. Dalam artikel ini, kita akan membahas hubungan antara vitamin D dan kesehatan jantung.

Vitamin D adalah nutrisi penting untuk kesehatan tubuh kita, dan dapat diperoleh melalui sinar matahari dan dari makanan tertentu, seperti ikan berlemak, susu, dan kuning telur. Vitamin D melakukan banyak hal untuk tubuh, termasuk dalam proses penyerapan kalsium dan pembentukan tulang yang kuat. Namun, vitamin D juga sangat berdampak pada kesehatan jantung.

 

Apa Hubungan Vitamin D dengan Jantung

Studi menunjukkan bahwa kekurangan vitamin D dapat meningkatkan risiko penyakit jantung. Beberapa cara untuk menjelaskan hubungan ini adalah:

  • Pengaruh terhadap Metabolisme Kolesterol: Beberapa penelitian menunjukkan bahwa vitamin D dapat mempengaruhi metabolisme kolesterol tubuh. Kolesterol tinggi adalah faktor risiko utama penyakit jantung, dan mendapatkan jumlah vitamin D yang cukup dapat membantu menjaga kadar kolesterol tetap di bawah batas normal.
  • Penyimpanan Kalsium yang Tidak Tepat: Kekurangan vitamin D dapat mengganggu penyerapan kalsium yang baik dalam usus, yang menyebabkan kadar kalsium dalam darah meningkat. Hal ini dapat menyebabkan pengendapan kalsium yang berlebihan di arteri, yang juga merupakan faktor risiko yang lebih tinggi untuk serangan jantung.
  • Pengaruh terhadap Fungsi Endotel: Lapisan sel di dalam pembuluh darah yang mengatur aliran darah disebut endotel. Vitamin D memiliki kemampuan untuk meningkatkan fungsi endotel, yang membantu menjaga kesehatan pembuluh darah dan jantung. Vitamin D dapat membantu melindungi pembuluh darah dari aterosklerosis, kondisi di mana plak lemak dan kolesterol menumpuk di dinding arteri, menyebabkan penyempitan arteri dan risiko serangan jantung. Vitamin D menjaga kesehatan pembuluh darah dan mengurangi risiko pengendapan kolesterol berlebih di arteri.
  • Pengaruh terhadap Peradangan: Salah satu faktor risiko utama untuk penyakit kardiovaskular adalah peradangan tubuh yang berkelanjutan. Vitamin D dapat melindungi jantung dari kerusakan akibat peradangan yang berkepanjangan karena peradangan yang berkepanjangan dapat merusak pembuluh darah dan jaringan jantung, meningkatkan risiko penyakit jantung. Ini karena vitamin D dapat mengurangi peradangan dengan mengatur respons sistem kekebalan tubuh.
  • Pengaruh terhadap Tekanan Darah: Peranannya dalam mengatur tekanan darah adalah salah satu manfaat utama vitamin D untuk kesehatan jantung. Menurut penelitian, vitamin D membantu menurunkan tekanan darah yang sehat. Risiko utama untuk penyakit jantung, termasuk serangan jantung, adalah tekanan darah tinggi, juga dikenal sebagai hipertensi. Vitamin D memengaruhi sistem renin-angiotensin-aldosteron, yang mengatur tekanan darah. Dengan jumlah yang cukup, vitamin D dapat membantu menjaga tekanan darah dalam rentang normal, sehingga mengurangi risiko hipertensi, yang merupakan faktor risiko utama penyakit jantung. Vitamin D juga membantu mengontrol produksi hormon renin, yang berperan dalam pengaturan tekanan darah; kadar renin yang seimbang dapat membantu mencegah tekanan darah tinggi.

Selain faktor-faktor di atas, vitamin D juga dapat memengaruhi faktor risiko lain yang berhubungan dengan penyakit jantung, seperti kadar gula darah, metabolisme lemak, dan berat badan. Menjaga kadar vitamin D yang cukup dalam tubuh dapat membantu mengoptimalkan semua aspek kesehatan yang berkontribusi pada risiko penyakit jantung.

 

Bagaimana Cara Menjaga Vitamin D Agar Tercukupi

Untuk mendukung kesehatan jantung, kadar vitamin D tubuh harus tetap seimbang. Metode untuk memastikan jumlah vitamin D yang cukup termasuk:

  • Suplemen Vitamin D
    Suplemen ini tersedia dalam berbagai bentuk, seperti kapsul atau tablet, dan dapat direkomendasikan oleh dokter Anda jika Anda kesulitan memenuhi kebutuhan vitamin D Anda melalui sinar matahari dan makanan.
  • Sinar Matahari
    Tubuh kita menghasilkan vitamin D utamanya melalui paparan sinar matahari. Kulit kita menghasilkan vitamin D3 dari paparan sinar matahari pada pagi atau sore hari, karena saat ini sinar matahari mengandung sinar ultraviolet B (UVB) yang diperlukan untuk pembentukan vitamin D. Anda disarankan untuk berjemur selama 15–20 menit setiap hari, tiga kali seminggu. Namun, jika Anda akan berada di bawah sinar matahari untuk waktu yang lebih lama, pastikan untuk menggunakan tabir surya.
  • Makanan yang Mengandung Vitamin D
    Makanan tertentu dapat mengandung vitamin D secara alami atau diperkaya, seperti:

    • Ikan berlemak: Salmon, sarden, mackerel, dan trout adalah sumber vitamin D yang baik. Telur: Vitamin D ada di kuning telur, tetapi sebagian besar ada di bagian kuningnya.
    • Daging: Hati sapi mengandung vitamin D yang cukup.
    • Jamur Ultraviolet (UV): Vitamin D ditemukan dalam beberapa jenis jamur yang dipaparkan sinar ultraviolet (UV), seperti jamur shiitake.
  • Minyak Ikan
    Minyak ikan, seperti salmon, mengandung banyak vitamin D. Jika Anda tidak suka makan ikan berlemak secara langsung, ini adalah pilihan yang bagus. Hasil penelitian memperjelas hubungan antara vitamin D dan kesehatan jantung. Berbagai cara yang disebutkan di atas dapat membantu mengurangi risiko penyakit jantung dengan menjaga kadar vitamin D yang cukup dalam tubuh. Oleh karena itu, untuk menjaga kesehatan jantung Anda yang terbaik, Anda harus makan makanan yang sehat, berjemur, dan berkonsultasi dengan dokter Anda. Ingatlah bahwa vitamin D sangat penting untuk menjaga keseimbangan tubuh dan kesehatan jantung yang kuat.

 

Sumber: Kemenkes


Copyright by Markbro 2025. All rights reserved.