artikel-1-1.png

Kardiomiopati peripartum (PPCM), juga dikenal sebagai cardiomyopathy peripartum, adalah kondisi jantung yang jarang terjadi dan dialami oleh wanita pada akhir kehamilan atau dalam beberapa bulan setelah melahirkan. Kondisi ini melemahkan otot jantung, yang mengurangi jumlah darah yang dipompa setiap detak. Karena gejalanya mirip dengan gejala kehamilan biasa, seperti sesak napas dan pembengkakan pada kaki, kondisi ini sering sulit dideteksi. PPCM, meskipun jarang, mempengaruhi semua kelompok etnis di seluruh dunia. PPCM didiagnosis pada 1 dari 1.000 hingga 1 dari 4.000 kelahiran di Amerika Serikat, Kanada, dan Eropa. Tampaknya angka ini terus meningkat seiring waktu. PPCM mungkin lebih terkenal di negara lain seperti Haiti, Nigeria, dan Afrika Selatan.

 

Gejala Peripartum Kardiomiopati

Kelelahan, sesak napas, pembengkakan pada kaki atau pergelangan kaki, dan denyut jantung yang tidak teratur adalah gejala awal PPCM. Namun, segera berkonsultasi dengan dokter jika gejala ini tidak hilang atau menjadi lebih parah. Sesak napas saat bergerak dan saat berbaring, batuk, pergelangan kaki atau kaki bengkak, dan nyeri atau rasa ketat di dada adalah gejala umum PPCM. Perasaan jantung berlari atau melewatkan detak (palpitasi), kelelahan, buang air kecil yang meningkat pada malam hari, atau pusing, terutama saat berdiri, adalah gejala yang kurang umum.

 

Diagnosis Peripartum Kardiomiopati

PPCM didiagnosa berdasarkan kriteria khusus: perkembangan gagal jantung pada bulan terakhir kehamilan atau dalam beberapa bulan setelah melahirkan, penurunan fungsi pompa jantung, dan tidak ada penyebab lain untuk gagal jantung. Usia ibu lebih dari 35 tahun, ras Afrika, kehamilan kembar, hipertensi dalam kehamilan, dan penggunaan obat tokolitik jangka panjang adalah faktor risiko untuk PPCM.

 

Faktor Risiko Peripartum Kardiomiopati

PPCM lebih sering terjadi pada wanita berusia di atas 30 tahun, obesitas, tekanan darah tinggi, diabetes, atau riwayat keluarga penyakit jantung. Wanita yang memiliki faktor risiko ini harus lebih waspada terhadap gejala. Untuk memulai pengobatan yang tepat dan mengurangi risiko komplikasi, diagnosis dini PPCM sangat penting. Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, tes darah, elektrokardiogram (EKG), atau pemeriksaan pencitraan seperti echocardiogram jika ada kecurigaan terhadap PPCM.

 

Penyebab Peripartum Kardiomiopati

PPCM masih belum jelas penyebabnya dan dapat disebabkan oleh banyak faktor, seperti yang ditunjukkan oleh penelitian. Penyakit virus sebelumnya, kekurangan nutrisi, stres hemodinamik selama kehamilan, atau respons imun yang tidak normal semuanya dapat menjadi penyebab PPCM.

 

Tujuan Perawatan Peripartum Kardiomiopati

Perawatan PPCM bertujuan untuk meningkatkan fungsi jantung dan mencegah penumpukan cairan di paru-paru dan area tubuh lainnya. Dalam tiga hingga enam bulan pertama pengobatan, banyak wanita yang menerima terapi PPCM memiliki fungsi jantung yang normal. Tujuan pengobatan PPCM adalah untuk meningkatkan fungsi jantung dan mengurangi gejala ibu. Diuretik, penghambat ACE (Angiotensin-Converting Enzyme) atau beta blocker adalah beberapa contoh pengobatan. Kasus yang parah mungkin memerlukan transplantasi jantung.

 

Pencegahan Peripartum Kardiomiopati

Wanita harus menghindari alkohol dan rokok serta mengonsumsi diet yang seimbang untuk pertumbuhan dan kekuatan jantung. Penelitian terus dilakukan untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang penyebab PPCM dan pengobatan baru. Selain itu, penelitian terbaru menunjukkan bahwa aktivitas berlebihan dari beberapa hormon dapat menyebabkan kerusakan pada sistem vaskular.

 

Sumber: Kemenkes


artikel.png

Lalu lintas telah menjadi bagian penting dari kehidupan sehari-hari kita di dunia modern yang bergerak cepat. Semua orang telah sering terjebak dalam kemacetan selama berjam-jam, baik saat pergi ke tempat kerja, bersekolah, atau menjalani rutinitas sehari-hari. Namun, banyak orang tidak menyadari betapa berbahayanya ketidaknyamanan yang tampaknya tidak berbahaya ini untuk kesehatan jantung kita.

Asap dari knalpot mobil melepaskan campuran zat pencemar berbahaya ke udara. Meskipun zat pencemar ini mungkin tidak terlihat oleh mata telanjang, tubuh kita melihat efeknya pada kesehatan kita. Jika zat pencemar ini dihirup, mereka dapat masuk ke dalam paru-paru kita dan masuk ke dalam aliran darah kita, di mana mereka dapat menyebabkan berbagai efek berbahaya.

Pencemaran lalu lintas memiliki efek peradangan dan stres oksidatif yang signifikan pada kesehatan jantung. Polusi halus ini, yang juga disebut PM2.5, adalah partikel mikroskopis yang sangat kecil sehingga dapat masuk ke dalam aliran darah dan menyebabkan peradangan pada pembuluh darah. Setelah berada di dalam aliran darah, partikel-partikel ini dapat menyebabkan aterosklerosis, suatu kondisi yang ditandai dengan penumpukan plak lemak di pembuluh darah yang dapat mengganggu aliran darah.

Pencemaran lalu lintas, bersama dengan peradangan, dapat menyebabkan stres oksidatif. Stres oksidatif terjadi ketika ada ketidakseimbangan antara kemampuan tubuh untuk menetralisir radikal bebas berbahaya dan jumlah yang diproduksi. Pencemar berbahaya dari kendaraan dapat menyebabkan kelebihan radikal bebas, yang dapat merusak sel dan jaringan di seluruh tubuh, termasuk sistem jantung. Paparan terus-menerus terhadap pencemaran lalu lintas ini dapat meningkatkan risiko penyakit jantung.

Hidup di daerah yang padat lalu lintas meningkatkan risiko penyakit jantung karena beberapa alasan. Yang pertama adalah paparan terus-menerus terhadap pencemaran lalu lintas, yang dapat menyebabkan penumpukan partikel berbahaya dalam aliran darah dan paru-paru, yang meningkatkan risiko kerusakan jangka panjang pada sistem jantung, termasuk serangan jantung, stroke, dan peristiwa jantung lainnya.

Kedua, mengalami kemacetan dapat meningkatkan risiko penyakit jantung. Studi menunjukkan klakson terus-menerus, pengemudi agresif, dan perjalanan yang lama meningkatkan tekanan darah dan denyut jantung. Bertambahnya beban jantung dikombinasikan dengan efek oksidatif dan inflamasi pencemaran lalu lintas menciptakan lingkungan ideal untuk perkembangan penyakit jantung.

Faktor duduk yang lama saat terjebak dalam kemacetan juga harus dipertimbangkan. Duduk lama telah dikaitkan dengan berbagai masalah kesehatan, seperti diabetes, obesitas, dan penyakit jantung. Ketika kita terjebak dalam kemacetan, kita seringkali hanya dapat mengendarai kendaraan kita dan memiliki sedikit waktu untuk berolahraga. Kurangnya gerakan dapat memperparah efek lalu lintas yang berbahaya pada kesehatan jantung kita.

Studi menyeluruh telah dilakukan untuk mempelajari hubungan antara lalu lintas dan penyakit jantung. Studi-studi ini telah memberikan wawasan penting tentang risiko kesehatan yang dapat disebabkan oleh kemacetan lalu lintas dan telah menekankan cara-cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi efeknya.

Melarikan diri dari kemacetan mungkin sulit, tetapi ada beberapa cara yang dapat dilakukan setiap orang dan masyarakat untuk mengurangi dampak kemacetan pada kesehatan jantung. Kita dapat mengambil tindakan proaktif untuk melindungi kesehatan jantung kita dengan menerapkan strategi-strategi ini.

Menggalakkan penggunaan transportasi aktif sebagai alternatif untuk berkendara. Menggunakan transportasi aktif sebagai alternatif untuk berkendara adalah salah satu pendekatan yang berhasil. Menganjurkan orang untuk berjalan, bersepeda, atau menggunakan transportasi umum tidak hanya dapat mengurangi kemacetan lalu lintas tetapi juga mendorong mereka untuk melakukan aktivitas fisik, yang merupakan komponen penting dalam menjaga kesehatan jantung. Transportasi aktif dapat menjadi lebih mudah dan menarik dengan membangun infrastruktur yang ramah pejalan kaki, seperti trotoar dan jalur sepeda.

Menerapkan Infrastruktur Hijau untuk Mengurangi Risiko Kesehatan Terkait Lalu Lintas Untuk mengurangi dampak buruk kemacetan lalu lintas, elemen alam dimasukkan ke dalam kota, yang dikenal sebagai infrastruktur hijau. Menanam pohon dan vegetasi di pinggiran jalan membuat jalan lebih menyenangkan dan sehat bagi pejalan kaki, pesepeda, dan pengemudi karena dapat menyerap polutan, menyaring udara, dan memberikan teduh. Menerapkan atap hijau dan dinding hijau di gedung juga dapat meningkatkan kualitas udara dan mengurangi efek pulau panas perkotaan, menjadikan kota lebih nyaman dan ramah jantung.

Kebijakan dan Program Pemerintah untuk Mengatasi Penyakit Jantung yang Berhubungan dengan Lalu Lintas Kebijakan pemerintah dan inisiatif sangat penting untuk mengatasi penyakit jantung terkait lalu lintas. Untuk mengurangi pencemaran lalu lintas, beberapa tindakan dapat diambil, termasuk penerapan standar emisi yang lebih ketat untuk kendaraan, mendorong penggunaan kendaraan listrik dan hibrida, dan membiayai infrastruktur transportasi umum. Pemerintah juga dapat memberikan insentif kepada bisnis untuk mengadopsi pengaturan kerja yang fleksibel, seperti bekerja dari rumah atau jam kerja yang berselang-seling, sehingga mengurangi kemacetan di jam sibuk.

Tidak dapat disangkal bahwa ada hubungan antara lalu lintas dan penyakit jantung. Faktor-faktor seperti stres, perilaku duduk, dan pencemaran lalu lintas secara signifikan meningkatkan risiko munculnya penyakit jantung. Namun, dengan memahami dampak lalu lintas pada kesehatan jantung dan menerapkan strategi proaktif untuk mengurangi dampak negatifnya, kita dapat mengurangi dampak negatifnya.

Setiap langkah penting dalam melindungi kesejahteraan jantung kita, mulai dari mendorong transportasi aktif dan penerapan infrastruktur hijau hingga mendukung kebijakan pemerintah yang memprioritaskan kesehatan masyarakat. Dengan mengambil tindakan pada tingkat individu, masyarakat, dan sosial, kita dapat membuat lingkungan yang lebih sehat dan ramah jantung bagi semua orang.

Saat Anda terjebak dalam kemacetan lalu lintas, ingatlah tentang efek yang mungkin terjadi pada jantung Anda. Dengan membuat pilihan yang sadar dan mendukung inisiatif yang memprioritaskan kesehatan jantung, kita dapat melewati kemacetan lalu lintas sambil melindungi organ paling penting kita.

 

Sumber: Kemenkes


artikel-2024-05-08T100437.864.png

Post-power syndrome adalah kondisi kejiwaan yang biasanya dialami oleh mereka yang kehilangan kekuasaan atau posisi mereka. “Kekuatan” dalam post-power syndrome tidak berarti pekerjaan atau kekuasaan. Meskipun dia digambarkan sebagai orang yang aktif dan memiliki banyak kegiatan, dia merasa tidak nyaman ketika semua itu tiba-tiba hilang. Oleh karena itu, post-power syndrome adalah sindrom individu yang tidak dapat menerima perubahan. Dan dia tidak mau perubahan yang melibatkan kehilangan aktivitas, kekuasaan, harta, dan sebagainya.

Ketika seseorang mengalami post-power syndrome, mereka terus membayangkan apa yang mereka capai di masa lalu dan membandingkannya dengan apa yang mereka capai saat ini. Hal ini dapat menyebabkan depresi dan menurunkan rasa percaya diri. Kondisi ini biasanya dialami oleh mereka yang baru saja pensiun dari pekerjaan mereka. Sebagian orang melihat pekerjaan sebagai cara untuk menjadi bahagia atau sukses, tetapi ada juga orang yang melihat pekerjaan sebagai kesempatan untuk bersosialisasi dan belajar berpikir.

Reaksi negatif yang muncul setelah purna bakti, seperti merasa minder, tidak termotivasi, atau bahkan hilang, dikenal sebagai post-power syndrome. Suadirman menambahkan bahwa sindrom setelah kekuasaan adalah hasil dari berakhirnya posisi atau kekuasaan. Penderitanya tidak bisa berpikir realistis atau menerima kenyataan bahwa mereka tidak lagi memangku posisi tersebut. Wardhani menjelaskan bahwa post power syndrome hampir selalu dialami oleh orang yang pensiun, terutama orang tua. Namun, beberapa orang melaluinya dengan cepat dan dapat menerima kondisi baru mereka dengan tenang dan tulus. Namun, dalam situasi tertentu, ketika seseorang tidak dapat menerima kenyataan, terutama ketika pensiun dipaksakan dan bukan karena kesadaran bahwa mereka harus pensiun, resiko post power syndrome meningkat.

 

Gejala Post Power Syndrome

Tiga kategori gejala post power syndrome adalah fisik, emosional, dan perilaku. Secara fisik, penderita ditandai dengan penampilan yang tidak sehat, tidak ceria, dan rentan terhadap penyakit fisik seperti flu atau demam. Di sisi lain, gejala emosional termasuk mudah tersinggung, lebih suka menyendiri, cenderung pemurung, sering marah atau tersinggung jika tidak dihargai. Gejala lainnya termasuk perasaan hampa, kecewa, bingung, sedih, kesepian, dan takut.

Perubahan dalam perilaku penderita dapat menunjukkan gejala perilaku. Misalnya, mereka dapat menjadi lebih pendiam dan pemalu, atau sebaliknya, mereka dapat terus membanggakan prestasi karir masa lalu mereka. Dalam menghadapi masa pensiun, orang yang mengalami Post Power Syndrome cenderung mengalami kegelisahan dan kekhawatiran yang berlebihan, yang membuat mereka keluar dari zona nyaman mereka. Jika tidak ada persiapan yang memadai, ini dapat mengganggu keseimbangan mental seseorang. Pensiun tidak hanya mengubah keadaan keuangan Anda, tetapi Anda juga kehilangan perasaan Anda memiliki “kekuasaan” dan kontrol atas orang lain. Kekhawatiran dan kegelisahan dapat membahayakan tidak hanya diri sendiri tetapi juga anggota keluarga jika gejala ini tidak ditangani dengan baik. Oleh karena itu, penting untuk memasuki masa pensiun dengan tenang.

Beberapa gejala ringan post power syndrome yang disebutkan oleh Cahyaningrum adalah rambut beruban lebih cepat, keriput, kemurungan, sakit, dan kelelahan. Gejala emosi: mudah tersinggung, merasa tidak berharga, ingin menarik diri dari lingkungan sosial, mudah depresi dan cemas. Gejala perilaku: malu bertemu orang lain, mudah melakukan kekerasan terhadap orang lain, menunjukkan kemarahan di mana mereka berada, agresif dan suka menyerang.

 

Penanganan Post Power Syndrome

Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah post-power syndrome adalah:

  • Sebelum pensiun, mulailah mengurangi pekerjaan Anda secara bertahap.
  • Mendekati masa pensiun dengan memperoleh keterampilan atau minat baru
  • Menghabiskan lebih banyak waktu bersama teman dan keluarga
  • Mengambil asuransi kesehatan usia lanjut sebelum pensiun
  • Daftarkan hal-hal yang ingin Anda lakukan selama Anda tetap bekerja
  • Menyusun rencana untuk aktivitas setelah pension

 

Sumber: Kemenkes


artikel-2024-05-07T134328.962.png

Salah satu cara untuk membantu orang yang mengalami nyeri leher adalah dengan menggunakan kerah cervical. Bagi pasien yang mengalami nyeri leher, Rumah Sakit Sardjito menyediakan penyangga leher, juga dikenal sebagai penyangga leher, dalam dua jenis. Collar leher berfungsi sebagai penyangga leher, mengurangi kelelahan, mencegah gangguan, dan menjaga sirkulasi dan pernapasan.

Gejala nyeri leher antara lain rasa sakit di daerah leher dan kaku, nyeri otot-otot leher, sakit kepala, dan migraine. Gangguan muskuloskeletal, yaitu ketegangan dan peregangan otot dan ligamentum yang terletak di sekitar leher, adalah penyebab paling umum dari nyeri leher. Nyeri dapat menjalar ke bahu, lengan, dan tangan dengan rasa baal atau seperti ditusuk jarum. Nyeri juga dapat menjalar ke kepala, menyebabkan rasa sakit kepala.

 

Faktor Penyebab Nyeri Leher

Nyeri leher dapat disebabkan oleh banyak hal, seperti postur tubuh yang salah, stres, posisi kerja, gerakan statis yang lama, dan proses degeneratif pada tulang. Penyebab nyeri leher dapat berasal dari aktivitas sehari-hari, seperti bekerja di depan meja dengan posisi membungkuk dalam waktu yang lama, mengangkat, mendorong, atau membawa barang dengan postur yang salah. Collar leher yang lembut dapat membantu mengurangi otot leher yang spasme. Fraktur leher, juga dikenal sebagai retak atau patah pada tulang leher, adalah ketika tulang leher terpisah dari satu sama lain. Untuk menangani fraktur leher, penyangga leher yang keras dipasang untuk membatasi gerak leher, mencegah immobilisasi, dan menjaga sirkulasi dan pernapasan yang baik.

 

Cara Pemasangan Cervival Collar

Cara pemasangan soft cervical collar: letakkan sisi cekung kalung leher di bawah dagu. Tarik kedua sisi ke belakang leher dan rekatkan kalung dengan kuat, tetapi tidak terlalu longgar. Pastikan tidak terlalu ketat sehingga aman untuk pernapasan dan sirkulasi, tetapi batasi gerakan seperti mendongak, menoleh ke kanan dan ke kiri.

Pemasangan hard cervical collar dilakukan oleh dua orang, dengan pasien terlentang segaris anatomi tubuh, yaitu:

  • Setelah satu orang mengangkat kepala pasien, orang lain dengan perlahan memasukkan collar bagian belakang ke belakang leher pasien.
  • Rekatkan kedua sisi perekat pada kerah belakang. Letakkan kerah depan dengan lekukan pada dagu sedikit di dorong kebelakang.
  • Pemasangan tidak boleh terlalu ketat atau terlalu longgar.
  • Pastikan gerakan menunduk dan mendongak terbatasi, serta menoleh ke kanan dan ke kiri.
  • Aman untuk pernapasan dan sirkulasi karena tidak terlalu ketat.

 

Perawatan Cervical Collar

Hard cervical collar dapat dicuci sepenuhnya, tetapi soft cervical collar dapat dicuci hanya lapisan luarnya. Collar bahu digunakan selama satu minggu secara teratur siang dan malam, dan pada minggu kedua, atau saat berkendara, diubah secara berkala. Harus diingat bahwa tujuan immobilisasi ini bersifat sementara dan akibatnya, yaitu atrofi otot dan kontraktur, harus dihindari. Untuk mengatasi nyeri leher yang tidak spesifik, yaitu kaku dan nyeri di otot leher, butuh waktu satu hingga dua minggu. Jika ada iritasi radiks saraf yang disertai dengan baal atau nyeri yang menjalar ke bahu, lengan, dan tangan serta sakit kepala, diperlukan waktu dua hingga tiga bulan.

 

Sumber: Kemenkes


artikel-1.png

Kesehatan sangat penting bagi setiap orang. Orang yang sehat dapat melakukan aktivitas sehari-hari dengan baik. Mereka akan kesulitan melakukan tugas mereka jika mereka tidak memiliki kondisi kesehatan yang baik. Banyak gerakan dibutuhkan saat bergerak, seperti berjalan, berlari, menekuk, membungkuk, mengangkat, dll. Banyak gerakan berpotensi menyebabkan keluhan, salah satunya low back pain (LBP). LBP adalah suatu kondisi nyeri yang dirasakan biasanya pada bagian punggung bawah hingga kaki. Usia, postur tubuh, cedera, obesitas, atau kondisi medis tertentu adalah beberapa penyebab LBP. LBP biasanya diobati dengan fisioterapi, latihan, obat, atau pembedahan, serta terapi penunjang seperti korset elastis.

Salah satu alat bantu yang digunakan untuk LBP adalah korset, yang berbeda-beda tergantung pada bahan yang digunakan dan tujuan penggunaannya. Korset elastis, yang diberi penyangga oleh bar atau plat alumunium, adalah yang paling umum digunakan untuk LBP.

 

Cara Pemakaian Korset Elastis

Korset elastis digunakan sepanjang hari, kecuali saat tidur dan mandi, untuk meningkatkan postur punggung bagian bawah dan mengurangi nyeri. Ada beberapa aturan untuk memakai korset elastis dengan benar:

  • Pilih korset elastis yang tepat ukurannya.
  • Jika Anda hipersensitif terhadap bahan korset elastis, lapisi tubuh Anda dengan kaos dalam atau kain sebelum menggunakannya.
  • Berhati-hatilah untuk membedakan bagian atas dan bawah korset elastis.
  • Sesuaikan bar belakang dengan lekukan punggung bawah.
  • Pasang korset elastis dengan bar di belakang punggung bawah.
  • Perketat bagian depan perut.
  • Tarik perekat yang digunakan pada korset elastis disesuaikan dengan ukuran tubuh kita.

 

Perawatan Korset Elastis

Tips untuk menjaga korset elastis agar tetap nyaman dan awet:

  • Agar tidak mudah kotor karena keringat, hindari kontak langsung dengan kulit.
  • Jika korset elastis basah cukup diangin-anginkan
  • Untuk mencegah kerusakan elastis, hindari menjemur korset elastis di bawah sinar matahari langsung.

 

Sumber: Kemenkes


artikel-2024-05-04T090317.929.png

Istilah “mager” atau malas gerak sekarang populer di kalangan remaja. Anak-anak sering memilih untuk menghabiskan waktu luang mereka dengan berbaring atau duduk-duduk dan memainkan perangkat elektronik mereka. Meskipun pola hidup mager, juga dikenal sebagai pola hidup sedenter, dapat memiliki banyak dampak negatif jika keterusan, terutama dengan paparan screen time yang berlebihan, seperti gawai atau TV. Anak-anak yang menjalani pola hidup sedenter akan mengalami kelelahan saat beraktivitas, kurang kebugaran, dan kurang daya tahan. Di sisi lain, paparan screen time yang berlebihan akan mengganggu fokus, prestasi akademik, dan bahkan kemampuan untuk mengelola emosi.

 

Manfaat Aktivitas Fisik Untuk Anak

Sebagai orang tua, kita harus berhati-hati untuk mendorong anak-anak kita untuk hidup aktif. Dimulai dengan bermain saat bayi lahir dan dipertahankan selama perkembangan anak hingga dewasa. Bermain memiliki banyak manfaat bagi anak, termasuk:

  • Melatih koordinasi dan keseimbangan
  • Kekuatan dan kelenturan otot dilatih
  • Menambah kepadatan tulang
  • Melatih kemampuan indra
  • Meningkatkan kemampuan motorik
  • Melatih daya ingat, fokus, dan kemampuan akademik
  • Meningkatkan kesehatan paru-paru dan jantung
  • Kemampuan untuk bersosialisasi dan berkomunikasi
  • Mengoptimalkan kualitas tidur

Bermain harus sesuai dengan tahapan perkembangan anak dan kemampuan mereka. Orang tua, misalnya, dapat mengajak anak usia 8 bulan yang baru belajar merangkak untuk bermain dengan meletakkan boneka di tempat yang agak jauh dan berlomba-lomba untuk meraihnya. Selain penting untuk membangun hubungan antara orang tua dan anak, aktivitas bermain ini juga membantu anak mengoptimalkan perkembangan motorik dan komunikasi mereka.

Si kecil tidak perlu menggunakan alat yang mahal atau mainan khusus untuk bermain; mereka dapat bermain kapan saja mereka mau. Untuk mengajak anak bermain dan bereksplorasi, kita dapat menggunakan benda-benda di sekitar kita. Bermain di luar rumah bisa menjadi aktivitas yang menyenangkan untuk anak-anak di usia dua hingga tiga tahun. Anak-anak dapat belajar mengayuh sepeda, bermain petak umpet, atau lempar bola. Selain melatih kemampuan motorik anak, berbagai aktivitas di luar ruangan ini juga mengajarkan mereka cara berinteraksi dengan orang lain selain keluarga mereka. Anak-anak akan belajar beradaptasi dengan tempat baru, memahami aturan sosial, dan sabar menunggu giliran. Untuk anak-anak dan remaja, bermain dapat digabungkan dengan aktivitas yang terorganisir atau berolahraga. Kita semua tahu banyak manfaat dari berolahraga secara teratur. Oleh karena itu, jangan ditunda lagi. Anak-anak harus segera bermain dan berhenti ngemil.

 

Sumber: Kemenkes


artikel-2024-05-03T132049.823.png

Pernahkah Anda mengalami nyeri di bagian tubuh Anda, terutama di lutut? Karena lutut tidak dapat menumpu berat badan, nyeri lutut dapat mengganggu aktivitas seseorang. Beberapa penyakit, seperti cedera, robeknya ligamen, patah tulang, penyakit asam urat, rheumatoid arthritis, infeksi, kanker pada lutut, dan osteoarthritis (OA), lebih sering menyebabkan nyeri pada lutut pada wanita.

Peradangan kronis pada tulang rawan persendian disebut osteoarthritis (OA). Ini menyerang sendi panggul, lutut, dan punggung, tetapi lebih banyak terjadi pada sendi lutut karena ini adalah persendian terbesar yang berfungsi untuk menumpu berat badan. Ada beberapa penyebab nyeri lutut karena osteoarthritis (OA), termasuk usia, obesitas, aktivitas yang berat pada lutut, dan peradangan, pembengkakan, kekakuan, crepitation, atau bunyi lutut saat berjalan.

Untuk mengobati osteoarthritis (OA) dengan tindakan non operasi atau operasi pada kasus OA yang sudah parah. Tindakan non operasi termasuk perubahan gaya hidup, fisioterapi, menjaga berat badan ideal, berolahraga, obat anti nyeri, dan menggunakan deker lutut untuk mengurangi nyeri.

 

Jenis Deker Lutut

Deker lutut adalah alat yang dipasang pada lutut yang terbuat dari bahan kaku atau elastis. Ada tiga jenis deker lutut: biasa, dengan bar, dan pasca operasi.

  • Deker Lutut Normal
    Untuk memberikan rasa hangat dan nyaman pada lutut, deker lutut biasa dibuat dari bahan yang elastis.
  • Deker Lutut yang Memiliki Bar
    Deker jenis ini, yang terbuat dari bahan yang elastis, dipasang pada samping lutut dengan bar atau penyangga. Tujuannya adalah untuk mengurangi nyeri pada lutut, membatasi pergerakan, dan membantu menahan beban pada lutut.
  • Deker Lutut Terbaik Setelah Operasi
    Deker jenis ini dibuat kaku atau rigid untuk membatasi pergerakan lutut selama pemulihan setelah operasi.

Deker lutut mengurangi nyeri lutut dengan memberikan hangat di area lutut dan bar di sampingnya untuk membantu berdiri atau berjalan. Spesialis nyeri dapat membantu Anda menentukan berapa lama waktu yang tepat untuk menggunakan deker lutut. Sesuaikan jenis deker lutut dengan tingkat nyeri yang Anda alami dan ukuran sendi lutut Anda sebelum menggunakannya. Pastikan deker digunakan dengan benar jika Anda tidak melakukannya dengan benar, karena ini dapat menyebabkan masalah pada lutut Anda.

Apabila deker lutut basah setelah digunakan berulang kali, tidak perlu dicuci. Untuk mengeringkannya, jangan letakkannya langsung di bawah sinar matahari atau mesin pengering; sinar matahari dapat merusak elastis.

 

Sumber: Kemenkes


artikel-2024-05-02T085210.337.png

Swamedikasi adalah upaya masyarakat untuk mengobati diri sendiri dengan memilih dan menggunakan obat untuk penyakit atau gejala dengan menggunakan obat yang disetujui, mudah diakses, dan aman untuk digunakan. Swamedikasi dimaksudkan untuk meningkatkan kesehatan, membantu sakit ringan, dan mengobati penyakit kronis jangka panjang.

Beberapa contoh penyakit ringan yang umum dialami oleh masyarakat adalah demam, nyeri, pusing, batuk, pilek, masalah pencernaan, cacingan, dan penyakit kulit. Swamedikasi biasanya digunakan untuk mengatasi keluhan-keluahan dan penyakit ringan lainnya.

Obat bebas, obat bebas terbatas, obat wajib apotek, dan obat tradisional adalah beberapa contoh obat yang dapat digunakan secara swamedikasi atau sebagai bagian dari perawatan mandiri untuk mempertahankan kesehatan, mencegah, atau mengatasi gejala penyakit. Meskipun demikian, melakukan swamedikasi bukan berarti mengambil obat secara mandiri.

Dengan swamedikasi yang tepat, biaya kesehatan akan turun. Namun, kondisi kesehatan masyarakat secara keseluruhan akan terancam oleh praktik yang tidak tepat. Oleh karena itu, di arena itu, masyarakat diharapkan untuk melakukan pengobatan secara mandiri. Jika gejala Anda tidak membaik atau sembuh dalam waktu tiga hari, segera kunjungi dokter di sekitar Anda untuk mendapatkan perawatan yang tepat untuk kondisi Anda. Jika Anda mengalami gejala seperti sesak nafas, kulit kemerahan, gatal, bengkak di area tertentu, mual, dan muntah, itu mungkin efek samping pengobatan atau alergi obat. Oleh karena itu, segera hubungi dokter jika gejala muncul untuk mendapatkan perawatan.

 

Sumber: Kemenkes


artikel-2024-04-24T100819.025.png

Infeksi virus dengue menyebabkan demam berdarah dengue (DBD), yang merupakan penyakit akut dengan gejala perdarahan dan syok yang berpotensi fatal. DBD disebabkan oleh salah satu dari empat serotipe virus dalam famili Flaviviridae, Flavivirus, yang sangat berbeda sehingga tidak ada proteksi silang dan wabah yang disebabkan oleh salah satu serotipe (hiperendemisitas). Nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus adalah cara virus dapat masuk ke dalam tubuh manusia. Kecuali pada ketinggian lebih dari 1000 meter di atas permukaan laut, kedua jenis nyamuk ini dapat ditemukan hampir di seluruh Indonesia.

Kecuali daerah di atas ketinggian 100 meter di atas permukaan laut, seluruh wilayah di Indonesia rentan terjangkit penyakit demam berdarah dengue karena virus dan nyamuk penyebabnya tersebar luas di rumah dan tempat umum. Penyakit Demam Berdarah Dengue dapat menyerang semua orang, meskipun pada saat ini lebih sering menyerang anak-anak. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, lebih banyak orang dewasa yang menderita penyakit ini.

 

Gejala yang timbul Akibat Demam Berdarah Dengue

Patokan gejala klinis penyakit demam berdarah dengue disebutkan oleh World Health Organization (WHO), badan organisasi PBB yang menangani masalah kesehatan:

  • Demam tinggi dengan cepat dan terus-menerus selama dua hingga tujuh hari.
  • Manifestasi pendarahan, yang mencakup setidaknya uji torniket positif dan salah satu jenis perdarahan tambahan, yaitu:
    • Petaka (bintik-bintik merah yang disebabkan oleh pendarahan di dalam atau di bawah kulit)
    • Purpura, yang berarti ada perdarahan di kulit.
    • Ekimosis, yang ditandai dengan bercak perdarahan pada kulit dan selaput lendir.
    • Epistaksis, yang merupakan mimisan, dan perdarahan dari gusi
    • hematemesis, atau muntah darah
    • Melen, yang memiliki tinja berwarna hitam karena perdarahan.
  • Peningkatan ukuran hati
  • Ada atau tidak ada renjatan atau syok.
  • Trombositopeni adalah kondisi di mana jumlah trombosit dalam darah kurang dari 1.000.000 trombosit per ul.
  • Pembesaran plasma, juga dikenal sebagai hematokonsentrasi, dapat didefinisikan sebagai peningkatan nilai hematocrit, yang mecermintan perembesan plasma, sebanyak 20% atau lebih dibandingkan dengan nilai hematocrit selama masa konvalesan, atau masa penyembuhan.

 

Faktor Risiko Demam Berdarah Dengue

Faktor risiko penyebab kejadian demam berdarah dengue termasuk nyamuk Aedes aegypti sebagai komponen utama penyebaran virus dengue, kebutuhan kita untuk menjaga kekebalan kita agar kita tidak mudah terkena penyakit demam berdarah dengue, lingkungan sekitar rumah sangat memengaruhi perkembangbiakan dan pertumbuhan nyamuk Aedes aegypti, dan tindakan manusia dalam memerangi nyamuk dan larva Aedes aegypti adalah hal-hal yang harus diperhatikan untuk mencegah dan menghentikan penyebaran virus.

 

Penularan Demam Berdarah Dengue

Infeksi virus dengue ditularkan oleh manusia, virus, dan vektor perantara. Virus dengue ditularkan kepada manusia melalui nyamuk Aedes aegypti. Spesies lain seperti Aedes albopictus, Aedes polynesiensis, dan beberapa spesies lainnya juga dapat menularkan virus ini, tetapi vektornya lebih kecil. Saat Aedes menggigit orang, mereka membawa virus dengue. Setelah itu, dalam waktu 8–10 hari (masa inkubasi eksternal), virus berkembang biak di kelenjar liur sebelum dapat ditularkan kembali kepada orang lain pada gigitan berikutnya.

Sekali virus dapat masuk dan berkembang biak di dalam tubuh nyamuk, ia dapat menularkan virus selama hidupnya (infektif). Dalam tubuh manusia, virus memerlukan waktu inkubasi internal empat hingga enam hari sebelum menyebabkan penyakit. Jika seseorang digigit oleh nyamuk, virus dapat menyebar dari orang ke orang.

 

Sumber: Kemenkes


artikel-2024-04-23T083003.078.png

Semua orang suka kopi, dan ada beberapa orang yang percaya bahwa Anda harus minum kopi setiap hari. Kandungan polifenol, kalium, dan kafein dalam kopi membuatnya sering dikaitkan dengan risiko seperti penyakit jantung koroner, tekanan darah tinggi, dan kadar kolesterol darah. Kafein bisa disebut sebagai penyebab banyak penyakit, terutama hipertensi. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kebiasaan kopi seseorang adalah lingkungan; secara tidak langsung, kita akan minum kopi saat ada orang lain yang melakukannya.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Hill Ansley pada tahun 2018 menunjukkan bahwa peningkatan toleransi kafein seseorang terhadap kopi menyebabkan korelasi antara konsumsi kopi secara teratur dan efek pada tekanan darah. Seseorang dapat mengalami peningkatan tekanan darah setelah meminum secangkir kopi, terutama jika jarang meminumnya. Namun, jika seseorang menjadi lebih terbiasa mengonsumsi kopi seiring berjalannya waktu, tubuhnya akan menjadi lebih tahan terhadap efek stimulan kafein yang terkandung dalam kopi.

Untuk tubuh kita, kopi memiliki banyak manfaat, salah satunya sebagai antioksidan, dengan kandungan antioksidan yang lebih tinggi dibandingkan teh dan coklat.  Kopi juga dapat merangsang sel kanker dan fungsi otak (Farida, 2013).  Kafein dapat membuat orang yang menyukai kopi merasa lebih segar dan hangat. Jika ditambahkan krim atau susu, kopi tidak memiliki nutrisi yang diperlukan tubuh. Dengan menggunakan keuntungan ini, berbagai aktivitas dapat dilakukan dengan paling baik, berbagai jenis minuman dapat dipilih, dan kanker prostat dapat dicegah. Bayi prematur juga sering diberi kafein untuk mengurangi apnea pernapasan.

Kafein dapat meningkatkan kinerja aspirin dan obat penghilang rasa sakit lainnya. Kandungan kopi yang unik memiliki tujuan tambahan untuk meningkatkan fungsi sistem saraf, yang dapat memperbaiki mood dan meningkatkan konsentrasi. Karena mengandung kafein dan asam organik yang tinggi, kopi memiliki kekurangan.  Kandungan kafein biji kopi bervariasi tergantung pada jenis kopi dan kondisi geografis. Kandungan kafein dan asam yang berlebihan dapat berbahaya bagi kesehatan. Kopi dapat menyebabkan sakit perut bagi orang yang memiliki lambung sensitif.

Tekanan yang diberikan pada dinding arteri tubuh dikenal sebagai tekanan darah. Penyakit seperti serangan jantung, gagal ginjal, dan stroke dimulai dengan hipertensi. Tekanan darah yang tinggi di pembuluh darah dikenal sebagai hipertensi. Peningkatan tekanan darah yang tidak normal dalam pembuluh darah arteri selama lebih dari satu waktu dikenal sebagai tekanan darah tinggi, yang juga dikenal sebagai hipertensi. Tekanan darah sitolik 140 mmHg dan tekanan darah diastolic 90 mmHg dalam tiga kasus berbeda dikenal sebagai hipertensi. Di setiap tahun, populasi yang memiliki tekanan darah tinggi atau hipertensi meningkat.

Hipertensi dapat disebabkan oleh etnis, penggunaan kontrasepsi hormonal, merokok, Napza (obat-obatan, psikotropika, dan zat adiktif), alkohol, dan kafein, perubahan gaya hidup, penyakit degenerative jangka panjang, dan bertambahnya usia. Laki-laki dan perempuan sama-sama memiliki risiko mengalami hipertensi, tetapi perempuan pada usia 65 tahun lebih berisiko daripada perempuan.

Menurut World Health Organization (WHO), 1,13 miliar orang di seluruh dunia mengalami hipertensi; ini berarti 1 dari 3 orang di dunia terdiagnosis menderita hipertensi, dan hanya 36,8% di antaranya minum obat. Jumlah penderita hipertensi diperkirakan akan meningkat setiap tahun hingga tahun 2025. Selain itu, komplikasi hipertensi dan hipertensi diperkirakan menyebabkan 9,4 juta kematian setiap tahun.

Karena kandungan polifenol, potasium, dan kafein dalam kopi, ada perdebatan tentang potensi pengaruh kopi terhadap tekanan darah tinggi (Palmer, 2007).

Mengkonsumsi makanan yang mengandung banyak lemak dapat menyebabkan hipertensi. Makanan ini sangat disukai, jadi tidak mengherankan bahwa banyak orang menderita hipertensi. Merokok, kopi, dan alkohol dapat merusak pembuluh darah, menyebabkan tekanan darah meningkat. Makanan siap saji dan makanan lainnya yang dapat menyebabkan tekanan darah tinggi Kopi, salah satu minuman yang paling banyak mengandung kafein, memiliki banyak manfaat, seperti menurunkan berat badan, meningkatkan hasil olahraga, mencegah penurunan fungsi otak, berfungsi sebagai antioksidan yang baik, dan membantu menghilangkan stres.

Kafein juga dapat berbahaya bagi janin dan bayi, mengurangi kesuburan, gelisah, insomnia, dan gangguan kardiovaskuler termasuk meningkatkan tekanan darah. Jantung bekerja lebih cepat, menghasilkan lebih banyak cairan setiap detik. Seperti yang ditunjukkan oleh penelitian Difran & Yadis (2018), mengonsumsi kopi secara teratur akan berdampak pada peningkatan tekanan darah. Ini menunjukkan bahwa kebiasaan minum kopi bukanlah satu-satunya alasan ketidakstabilan tekanan darah.

 

Sumber: Kemenkes


Copyright by Markbro 2025. All rights reserved.